Mohon tunggu...
Erni Purwitosari
Erni Purwitosari Mohon Tunggu... Wiraswasta

Blogger, Penulis "Ketika Srikandi Bersepeda," Biker, Rider, Odoper, Penggiat Budaya dan Pencinta Sejarah.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Sekarung Asa di Bulan Ramadan Tahun 2019

6 Mei 2019   17:22 Diperbarui: 7 Mei 2019   01:29 0 1 1 Mohon Tunggu...
Sekarung Asa di Bulan Ramadan Tahun 2019
Sumber: www.ramadanwishes2019.com/ 

Yeaaahhh!!! Ramadan tiba, Ramadan tiba.

Alhamdulillah. Akhirnya saya masih bisa berjumpa dengan Ramadan. Bulan yang penuh berkah dan penuh ampunan.

Dalam setiap doa yang saya panjatkan, selalu terselip permohonan agar bisa berjumpa dengan Ramadan berikutnya. 

Kenapa? Karena Ramadan bulan yang paling utama dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Segala amal perbuatan yang kita lakukan dilipatgandakan. 

Maka ketika Ramadan tahun lalu ibadah yang dilakukan dirasa kurang pol atau habis-habisan. Ada penyesalan di hati. Oleh karenanya saya bermohon agar diberi kesempatan untuk bisa berjumpa dengan bulan Ramadan lagi.

Kini saya telah menapakkan kaki di hari yang mulia ini. Sekarung asa telah saya kumpulkan agar isinya dilipatgandakan. Sebagai bekal perjalanan pulang kembali keharibaan-Nya, kelak.

Apa sajakah kepingan asa yang saya kumpulkan tersebut?

1 . Harapan untuk bisa lancar menjalani puasa. Artinya, saya tidak boleh sekali pun membatalkan puasa kecuali memang adanya halangan bagi perempuan di tiap-tiap bulan.

2 . Harapan untuk bisa full satu bulan melaksanakan salat tarawih

3 . Harapan untuk bisa full satu bulan lalumenjalankan salat tahajud.

4 . Harapan untuk bisa full satu bulan melaksanakan salat Dhuha.

5 . Harapan untuk bisa full satu bulan melaksanakan salat tasbih.

6 . Harapan untuk bisa khatam Al-Qur'an dalam satu bulan ini.

7 . Harapan untuk konsisten menulis selama 33 hari dalam program Samber THR Kompasiana.

Cuma itu? Eits, jangan dianggap enteng. Kelihatannya sepele. Padahal, tidak mudah. Karena godaannya berat. Salah satunya undangan buka puasa bersama dari sana-sini. Itu mau tak mau menyita waktu, terutama waktu untuk menulis. 

Belum lagi kewajiban tugas sehari-hari di rumah dan pekerjaan. Jika tidak konsisten. Buyar semua asa yang telah saya upayakan jauh-jauh hari. Akan terlewati begitu saja bulan Ramadan ini. 

Duh, jangan sampai terjadi. Semoga tulisan ini menjadi awal yang cerah bagi sekarung asa yang telah saya gantungkan di langit biru. (EP)