Mohon tunggu...
Muhammad Dendy
Muhammad Dendy Mohon Tunggu... Seniman - menulis adalah obat hati

"saya adalah orang yang selalu ingin belajar dan selalu ingin mengembangkan segala potensi yang ada dalam diri saya"

Selanjutnya

Tutup

Cerita Pemilih Artikel Utama

Diprediksi Ikut Pilpres 2019, AHY Sebaiknya Matangkan Diri untuk Pilpres 2024

11 Maret 2018   02:51 Diperbarui: 11 Maret 2018   09:49 2953
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber foto: merdeka.com

Keputusan Demokrat secara cepat memasukkan AHY dalam politik nasional, yang minimal adalah kursi cawapres, seharusnya dipertimbangkan dengan matang. Apalagi wacana AHY cawapres Jokowi, semakin menguat ketika Jokowi datang menghadiri Rapimnas Demokrat, di Sentul, Jawa Barat yang berlangsung pada Sabtu (10/3/2018).

Secara popularitas, AHY memang sangat kuat untuk disandingkan bersama Jokowi atau mungkin jikalau pun tidak bersama Jokowi membentuk poros ketiga pun AHY mampu, karena ia memiliki partai Demokrat yang didirikan oleh ayah kandungnya sendiri.

Secara suara parlemen Demokrat memiliki 10 persen, tentu cukup besar karena demokrat adalah partai ke 4 terbesar  berdasarkan hasil Pileg 2014. Tetapi popularitas saja tidak cukup, karena jika popularitas tidak diimbangi tren postif, popularitas tersebut bisa saja berlaku sebaliknya yaitu anjloknya elektabilitas.

Secara sumber daya politik amunisi AHY cukup kuat melalu partai Demokrat, tetapi meskipun elektabilitas AHY sebagai capres maupun cawapres alternatif selalu berjejer dengan sosok Anies, Gatot, maupun TGB.

Tetapi brand AHY yang masih terpaku pada sosok SBY harus menjadi perhatian serius sebelum memasukkan AHY langsung dalam pertarungan pilpres 2019 kelak. Karena kembali yang saya sebutkan tadi, kekalahan pada Pilkada DKI Jakarta harus menjadi pelajaran AHY untuk memperkuat brand politiknya tanpa sosok SBY.

Pilpres 2024, adalah pertarungan yang cocok untuk AHY

Pilpres 2024 bisa dibilang adalah pilpresnya kaum muda, kenapa saya sebut seperti itu? karena akan ada kecenderungan refresh dari sosok tokoh politik. Di mana sosok politikus muda seperti Anies, AHY, serta TGB yang merupakan Gubernur NTB yang namanya tengah naik daun kini. Akan menjadi kuda hitam nantinya.

Selain ketiga sosok diatas, pilpres 2024 juga bisa menjadi era kebangkitan politikus dari kalangan generasi milenial yang lahir antara tahun 1977-1995. Bahkan bukan tidak mungkin bursa capres nantinya mayoritas diisi oleh kalangan dari generasi milenial.

Karena Pilpres 2019 bisa saja menjadi akhir dari drama politikus lama, dan pertarungan akhir Jokowi-Prabowo, dan tentu saja ini bisa menjadi kesempatan bagi AHY untuk bertarung secara mantap pada Pilpres 2024 ini.

Lalu kemana AHY selama 5-6 tahun kedepan menuju pilpres 2024 jika tak maju pada Pilpres 2019? 5-6 tahun kedepan, sepertinya waktu yang cukup untuk AHY membesarkan Demokrat. Apalagi sosok AHY yang fresh dan masih bersih, cukup menjual untuk membawa nahkoda partai Demokrat menjadi partai terbesar seperti yang terjadi dimasa lalu.

Dengan menduduki kursi ketua umum Demokrat dan berjuang membesarkan partai Demokrat yang dahulu pernah besar karena nama ayahnya. AHY dapat meregenerasi figur dalam Demokrat itu sendiri, di mana sebelumnya figur sentralnya adalah SBY, AHY bisa berkesempatan mengubah brand tersebut menjadi partai dengan figur sentral AHY. Apalagi arah SBY untuk membentuk figur AHY sebagai figur sentral Demokrat pengganti dirinya kelak sudah mulai terlihat kini. Dimana dalam hal-hal penting mengenai partai Demokrat, AHY  selalu tampil menggantikan SBY untuk mengurus hal-hal berbau kepartaian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerita Pemilih Selengkapnya
Lihat Cerita Pemilih Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun