Muhammad Dendy
Muhammad Dendy Wirausaha/ Sarjana Ilmu Komunikasi (S.Ikom)

"saya adalah orang yang selalu ingin belajar dan selalu ingin mengembangkan segala potensi yang ada dalam diri saya"

Selanjutnya

Tutup

Tekno Artikel Utama

Main Game Lebih Enak di "Smartphone" atau Konsol Genggam?

8 Februari 2018   19:39 Diperbarui: 9 Februari 2018   09:46 1925 4 0
Main Game Lebih Enak di "Smartphone" atau Konsol Genggam?
https://www.cnet.com/

Smartphone atau konsol genggam, pertanyaan itu selalu ada dalam kepala saya atau mungkin dalam kepala para pembaca juga yang mungkin suka bermain game, atau jika mau disebut lebih ekstrim, adalah seorang gamer.

Keberadaan konsol handheld atau jika dalam bahasa Indonesia kita menyebutnya konsol genggam, hingga kini memang akan terus dibayangi oleh smartphone. Dapat terlihat bagaimana konsol genggam andalan Sony, yaitu Playstation Vita yang diawal kemunculannya hingga kini terus saja dihakimi, bahkan ketika era meledaknya smartphone dengan kemampuan spesifikasi tinggi. Konsol genggam dinilai masih berada di bawah smartphone yang ada kini.

Selain Playstation Vita, ada dua konsol genggam milik nintendo, yaitu Nintendo switch dan 3DS. Kali ini Nintendo lebih beruntung dibandingkan Sony karena dengan pengalaman puluhan tahun dalam perkembangan konsol genggam. Nintendo bisa tersenyum karena dua konsol genggam andalan itu ternyata mampu menahan, bahkan menyaingi derasnya hantaman android yang  mulai membayangi pangsa pasar dunia konsol genggam.

Kekuatan Nintendo adalah pengalaman di dunia konsol game yang sudah lebih matang dibandingkan Sony, karena berbekal game berlimpah dari perangkat-perangkat konsol genggam terdahulu. Nintendo mampu bertahan dari gempuran canggihnya perangkat andorid yang hingga kini terus berkembang untuk memainkan game dengan kualitas grafis tinggi.

Secara logika memang hal yang konyol ketika kita membandingkan antara konsol genggam dan smartphone, karena fungsi dan pangsa pasar kedua perangkat elektronik tersebut sudah jelas berbeda.

Akan tetapi, mulai menjamurnya para gamer android, seakan dengan perlahan mengikis kepopuleran konsol genggam yang dahulu sangat berjaya

Awal mula perkawinan handphone dan konsol genggam

Nokia N-Gage, sang pelopor handphone yang merangkap konsol genggam| Sumber: https://id.techinasia.com
Nokia N-Gage, sang pelopor handphone yang merangkap konsol genggam| Sumber: https://id.techinasia.com

Usaha para produsen handphone alias telepon genggam dalam merambah pasar konsol genggam memang tidak saat ini saja terjadi. Jika para pembaca pernah menghabiskan masa remaja di periode 2003-2007, sudah pasti mengenal Nokia N-Gage.

N-Gage adalah sebuah perangkat handphone yang secara khusus difungsikan sebagai mobile gaming. Kemunculan Nokia N-Gage pada tahun 2003 silam, seakan menghantui popularitas game boy advanced yang juga populer di masa itu. Apalagi kemunculan N-Gage di tengah meluasnya fungsi handphone, di mana handphone tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat telepon dan SMS saja.

Kemunculan N-Gage dapat saya katakan adalah fondasi atau titik awal di mana produsen telepon genggam, juga ingin memasuki pangsa pasar portable gaming yang kala itu dirajai oleh Nintendo dengan Game Boy seriesnya.

N-Gage memang menjadi salah satu perangkat mobile gaming yang sangat populer dikala itu, bahkan sampai-sampai ada suatu komunitas N-Gage Arena. Dimana para pemilik perangkat N-Gage dapat terhubung secara online hingga keseluruh dunia.

Meskipun N-Gage sempat membuat terobosan dalam mobile gaming, khususnya terobosan dimana handphone dapat juga berfungsi sebagai portable gaming. N-Gage dapat dikatakan cepat memudar, terutama ketika Nokia gagal menjalin kerja sama dengan para developer game. Hal ini mirip seperti yang terjadi pada Nintendo Gamecube pada persaingan konsol generasi ke-6. Gamecube kalah bersaing dengan PlayStation 2 dalam merangkul para kreator game untuk berada dipihaknya.

Kegagalan N-Gage juga tak terlepas dari Game Boy Advanced yang muncul lebih dahulu dibandingkan N-Gage. Apalagi karena N-Gage di kala itu dianggap sebagai gadget mahal, di mana diawal kemuculannya dibanderol 3,5 juta rupiah bahkan pernah menembus angka 4 juta rupiah. Tingginya harga membuat N-Gage hanya bisa dimiliki oleh kalangan tertentu saja.

Di era yang sama munculnya perangkat Game Boy Advanced yang hanya dibanderol 1,2 juta dikala itu juga memengaruhi kepopuleran N-Gage. Namun, meski harga perangkat Game Boy Advanced jauh lebih murah dibandingkan perangkat N-Gage, akan tetapi harga cartidge Game Boy Advanced pada waktu itu yang  tergolong tak murah, bahkan bisa dikatakan harganya mahal, tapi nyatanya tetap tak memudarkan semangat para gamers untuk tetap meminang Game Boy Advanced.

Nokia N-gage dan Nintendo game boy advanced (http://blog.casualgamestore.com )
Nokia N-gage dan Nintendo game boy advanced (http://blog.casualgamestore.com )
N-Gage memang memiliki kelebihan, di mana ketika game-game-nya mulai bisa dibajak, kita bisa memperoleh game digital N-Gage dengan harga puluhan ribu saja. Jauh lebih murah dibandingkan dengan harga sebuah cartidge Game Boy Advanced yang berkisar 70-400 ribu rupiah. Tetapi meskipun begitu, Game Boy Advanced tetaplah juara handheld konsol di masa itu, karena banyaknya dukungan game-game populer. Seperti Harvest Moon, Pokemon, Mario, The Legend Of Zelda. Bahkan developer game sega pun banyak menginvestasikan game-gamenya diperangkat Game Boy Advanced tersebut.

Kegagalan N-Gage  adalah kurangnya dukungan dari para kreator game, yang tentu saja dengan dibobolnya sistem dari N-Gage itu sendiri. Yang mana game bajakan N-Gage menjamur di kala itu. Menyebabkan para developer game sudah pasti memikirkan ulang menginvestasikan gamenya diperangkat N-Gage, apalagi N-Gage yang terjual jauh lebih sedikit dibandingkan Game Boy Advanced . Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, Kegagalan N-Gage sama seperti kegagalan Nintendo Gamecube dahulu.

Apapun itu, meskipun gagal dipasaran setelah sempat populer diawal kemunculannya sebagai "ponsel anak orang kaya". N-Gage tetaplah menjadi pondasi mobile gaming, kepopuleran mobile gaming pada perangkat smartphone kini juga tidak terlepas dari kemunculan N-Gage dahulu. N-Gage  menjadi pionir dimulainya era mobile gaming  di telepon genggam.

Keberadaan konsol genggam dan era mobile gaming kini

Keberadaan smartphone kini memang banyak mengubah dunia, di mana fungsi handphone yang awalnya tidak memiliki fungsi multitasking seperti saat ini, sekarang telah menjelma menjadi sebuah ponsel pintar yang bisa mengakomodasi segala kebutuhan kita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2