Mohon tunggu...
Muhammad Dendy
Muhammad Dendy Mohon Tunggu... Seniman - menulis adalah obat hati

"saya adalah orang yang selalu ingin belajar dan selalu ingin mengembangkan segala potensi yang ada dalam diri saya"

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Anies yang Lebih Humanis terhadap PKL

1 Januari 2018   12:53 Diperbarui: 1 Januari 2018   13:13 1651
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Suasana di kawasan Tanah Abang. (Wildan/detikcom)

Tahun 2017 baru saja berlalu, dan kini kita telah memasuki tahun 2018. Tahun 2018 yang merupakan tahun politik sudah pasti akan diwarnai berbagai manuver-manuver politik yang sudah dipastikan akan mewarnai tahun ini.

Dipenghujung tahun 2017 lalu, Jakarta telah memiliki pemimpin baru yang jika menghitung waktu hingga saat ini kurang lebih dua bulan telah berjalan.

Masalah sosial adalah salah satu masalah utama dari kota Jakarta, karena sebagai kota dengan arus urbanisasi yang cukup tinggi, Jakarta selalu menjadi harapan bagi sebagian orang sebagai ladang mencari penghidupan.

Jika berbicara masalah sosial dan Jakarta sebagai kota harapan para kaum urban, masalah tersebut adalah masalah PKL, alias pedagang kaki lima. PKL yang selama ini menjadi pemandangan dan fenomena sosial bagi kota Jakarta selama ini, bagaikan terpinggirkan keberadaannya.

Betapa tidak, sebagai para pelaku ekonomi yang masuk kedalam kategori Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tersebut, PKL selalu menghadapi kucing-kucingan dengan para satpol PP selama ini. Dimana pemandangan para PKL yang kucingan-kucingan dengan satpol PP adalah suatu pemandangan biasa di kota Jakarta.

Sehingga tak berlebihan jika ada yang beranggapan bawah sekejam-kejamnya ibu tiri, lebih kejam ibukota Jakarta. Pepatah tersebut tentu tak terlepas dari fenomena-fenomena sosial yang terjadi, salah satunya masalah PKL tersebut.

Hubungan saling membutuhkan antara masyarakat dan PKL

Keberpihakan. Ini adalah kata pamungkas yang sering menjadi tema dalam setiap pidato Gubernur Anies. Sebagai pemimpin baru yang lebih memperhatikan masalah keadilan sosial di Jakarta, tentu Anies menjadikan keberpihakan sebagai fondasi awal dari setiap programnya dalam menata PKL, yang merupakan kaum yang selama ini terpinggirkan dengan berbagai kebijkaan Pemprov DKI Jakarta.

Sebagai pelaku ekonomi, meskipun masih menjadi bagian dari UMKM. PKL adalah salah satu lokomotif kemajuan Jakarta itu sendiri. Coba bayangkan ketika Indonesia menghadapi krisis ekonomi, tetapi anehnya ekonomi kita tetap tumbuh, apa sebabnya?

Sebabnya adalah pertumbuhan UMKM kita yang masih dalam poin positif. Sektor pekerjaan non formal dalam hal ini UMKM adalah sektor penting yang membuat ekonomi Indonesia tetap tumbuh, meskipun dalam sektor formal kita mengalami penurunan.

Kemajuan dan perkembangan UMKM seperti PKL ini memang seharusnya didukung, karena dengan semakin tumbuhnya UMKM. Maka kemandirian ekonomi masyarakat pun meningkat dan jumlah pengangguran pun dapat ditekan bahkan dikurangi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun