Mohon tunggu...
dema octamia anggraini
dema octamia anggraini Mohon Tunggu... kpop lova

gurl, twenty years-old.

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Pasar Modal Indonesia Vs Covid-19

24 Maret 2020   19:34 Diperbarui: 10 April 2020   20:07 592 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pasar Modal Indonesia Vs Covid-19
Presiden Joko Widodo menghadiri pembukaan perdagangan saham 2020 (02/01/20) | kontan.co.id

DEMA OCTAMIA ANGGRAINI

"PRODI AKUNTANSI FEB UNMAS DENPASAR"

Pasar Modal memiliki peranan penting bagi perekonomian Indonesia. Keberadaan pasar modal diperlukan sebagai sarana meningkatkan pendanaan dalam rangka mendukung pembangunan berkelanjutan dan sebagai sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen keuangan. Meningat betapa pentingnya pasar modal, lantas bagaimana kondisi terkini pasar modal Indonesia ditengah wabah COVID-19?

Tercatat hingga tanggal 24 Maret 2020, jumlah kasus positif COVID-19 yang merebak di Indonesia berjumlah 686 orang, sebanyak 30 orang dinyatakan sembuh dan 55 orang meninggal dunia. Kian hari jumlah pasien positif COVID-19 semakin bertambah, hal tersebut berdampak pada perkembangan pasar modal di Indonesia. Para Investor berbondong-bondong melepas kepemilikannya di bursa, menyebabkan pasar modal Indonesia goyah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (24/3/20) melemah 51,89 poin atau 1,30% ke level 3.937,63. Sedangkan nilai tukar rupiah 16.345,00 per dollar AS.

Melihat situasi ini, pemerintah harus membuat keputusan yang cepat dengan penanganan yang tepat supaya tidak terjadi ledakan krisis ekonomi. Memang sulit bagi pemerintah untuk meredam kepanikan masyarakat yang membeli kebutuhan sehari-hari dalam jumlah yang banyak (panic buying). Belum lagi ketakutan akan penyebaran virus COVID-19 yang sangat cepat. Saat ini, tantangan yang dihadapi pemerintah adalah harus menemukan solusi agar pasar modal Indonesia tetap stabil. Jangan sampai kita mengalami krisis ekonomi seperti yang pernah terjadi pada tahun 2008.

Lantas, solusi seperti apa yang harus dilakukan pemerintah? Pertama, melawan penyebaran virus COVID-19 agar tidak meluas sampai ke penjuru Indonesia. Lalu yang kedua, pemerintah perlu mengambil langkah pemulihan ekonomi secara nyata. Karena sudah tentu banyak yang kehilangan pekerjaan dikarenakan dampak virus corona ini. Langkah ketiga, bagaimana menyakinkan kembali para investor supaya mau menanam saham di Indonesia lagi setelah wabah COVID-19 mereda.

Wimboh Santoso selaku Ketua Komisioner OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mengatakan bahwa, "Pemerintah akan secara  bertahap memperbaiki kinerja korporasi lalu melihat respon market. Paket stimulus yang dikeluarkan nantinya tidak akan mengarah secara langsung ke pasar modal, melainkan secara bertahap akan memberi kepercayaan kepada pelaku usaha baik secara langsung maupun tak langsung termasuk para investor pasar modal." 

Pemerintah harus selalu siap siaga dalam memilih tindakan pencegahan maupun penanganan virus corona ini. Salah langkah sedikit, akan berdampak buruk pada Indonesia. Keselamatan warga NKRI nomor satu saat ini. Apapun tindakan yang dipilih pemerintah, kita sebagai warga negara yang baik harus senantiasa menaati peraturan yang dibuat.

VIDEO PILIHAN