Mohon tunggu...
Defi Dilalatul Haq
Defi Dilalatul Haq Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga - 20107030046

Saya Defi Dilalatul Haq, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga - 20107030046. Akun kompasiana ini saya buat sebagai pendukung dalam perkuliahan mata kuliah jurnalistik, selain itu juga saya gunakan kompasiana ini sebagai sarana mengembangkan kreatifitas dan melatih skill menulis saya. Mohon bantuannya teman-teman✨

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno Pilihan

Deja Vu, Fenomena Aneh Terkait Ingatan Manusia

29 Juni 2021   11:15 Diperbarui: 29 Juni 2021   11:38 408
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Coba kamu bayangkan! Kamu sedang menjalani hari-hari seperti biasa, namun tiba-tiba kamu menumpahkan secangkir kopi ke atas lembar tugasmu. Kemudian kamu ngomel-ngomel karena saking kesalnya. Dan di saat itu juga, kamu merasa bahwa semua ini pernah terjadi sebelumnya. Seperti sebuah mimpi yang samar-samar.

Kamu bahkan merasa bahwa kamu dapat memprediksi segala hal yang akan terjadi. Dari apa yang kamu kerjakan, kata-kata yang kamu ucapkan, bahkan detail dari lingkungan sekitarmu. Jika semua ini terdengar tidak asing, itu berarti kamu sudah pernah mengalami peristiwa deja vu.

Lalu, apa sih deja vu itu?

Apakah deja vu menandakan bangkitnya kekuatan super kita? Apakah deja vu sebenarnya sebuah "glitch in the matrix"? Atau apakah sains dapat memecahkan teka-teki mistis ini? Atau jangan-jangan kehidupan kita ini seperti halnya sinetron yang ceritanya suka diulang-ulang lagi?

Okay, istilah deja vu ini berasal dari bahasa Perancis. Deja artinya sudah dan vu artinya terlihat, yang berarti sudah pernah dilihat. istilah ini pertama kali dicetuskan oleh Emille Brolac seorang filosofis dan ilmuan asal Prancis pada tahun 1897. deja vu menggambarkan suatu fenomena ketika seseorang merasa bahwa dirinya sudah pernah mengalami peristiwa yang saat ini sedang terjadi. Walaupun peristiwa tersebut merupakan pengalaman yang baru, seperti mengunjungi tempat yang sebelumnya belum pernah dikunjungi.

Menurut teori psikologi, deja vu berhubungan dengan recognition memory yang artinya sebuah jenis memori yang menyebabkan kita menyadari bahwa apa yang kita alami sekarang sudah pernah kita alami sebelumnya.

Otak kita bekerja di antara dua jenis recognition memory, yaitu recollection dan familiarity. Kita menyebut sebagai recollection atau pengumpulan kembali jika kita bisa menyebutkan dengan tepat seketika itu juga kapan peristiwa yang kita alami sebelumnya. Contohnya, kita dapat benar-benar mengenali di mana sekarang kita sedang berada.

Sedangkan ingatan yang disebut familiarity, muncul ketika kita tidak bisa menyebut pasti kapan kita melihat orang tersebut. Perlu kita tau, bahwa memori pada otak kita disimpan dalam pecahan-pecahan tertentu yang menyebabkan kita bisa lupa akan suatu hal. Saat kita mengalami sebuah peristiwa dan melibatkan satu atau lebih pecahan memori pada otak kita, maka dari situ kita akan merasa familier. Nah inilah yang disebut dengan deja vu.

Di samping deja vu, terdapat juga beberapa fenomena yang mirip dengannya. Contohnya deja reve, ketika peristiwa yang terjadi saat ini terasa seperti sudah dilihat sebelumnya dalam mimpi. Kemudian jamais vu, yang merupakan kebalikan dari deja vu. Yakni, ketika sesuatu yang seharusnya kita kenali terkesan asing. Hal ini biasanya terjadi ketika kita terus mengulang-ulang sebuah kata, dan pada suatu titik kata tersebut akan kehilangan maknanya di otak kita. Serta capgras' syndrome, yaitu ketika kita merasa bahwa orang-orang yang seharusnya kita kenali, seperti orang tua, telah diganti dengan seorang penyamar.

Bagaimana deja vu bisa terjadi?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun