Mohon tunggu...
DEDY SAUTPENATA
DEDY SAUTPENATA Mohon Tunggu... Mahasiswa

Theology and Technology

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Ungkapan Syukur Maria kepada Allah

14 Desember 2019   07:00 Diperbarui: 14 Desember 2019   07:05 84 0 0 Mohon Tunggu...

Seorang yang mendapatkan anugerah (yaitu mendapatkan hadiah, atau jabatan, atau penghargaan), pastilah sangat senang mendapatkannya. Orang tersebut pasti sangat senang, bahkan karena kesenangannya itu, dia akan mengadakan pesta atau acara untuk merayakan kesuksesannya itu.

Tetapi, terkadang di dalam terlenanya dia menghadapi kesenangannya itu, sering sekali dia melupakan ungkapan syukurnya atau rasa terima kasihnya kepada siapa yang mampu mengangkatnya. Dia yang dahulu biasa saja, kini bergemilangan - namun lupa dalam menyatakan syukurnya kepada TUHAN.

Melalui dari pengantar itu, kita diarahkan kedalam nyanyian pujian Maria dalam Lukas 1:46- 56 yang berisikan tentang ungkapan syukur Maria. Seperti pada nas sebelumnya, bahwa Maria dinyatakan oleh Allah untuk melahirkan sang Juruselamat - yakni Yesus Kristus.

Malaikat Gabriel sendiri yang mengunjunginya, dan mengatakan itu kepadanya, bahwa Roh Kudus akan menaunginya (Maria), karena dia mengandung bayi, yaitu Yesus. Bahkan mengenai Maria, Bunda yang mengandung sang Juruselamat juga dinyatakan dalam Perjanjian
Lama, yang dikatakan bahwa seorang anak dara akan mengandung anak laki-laki dan namanya adalah Imanuel yang artinya Tuhan beserta kita.

Hal ini menekankan, bahwa Maria memiliki keistimewaan tersendiri didalam dirinya, berserta Yusuf yang bersamanya. Hal ini cukup jelas dikatakan oleh Maria dalam nyanyian pujiannya atau dalam lagu pujian Kristen disebut "Magnificat" yang disebutkan "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku
bergembira karena Allah, Juruselamatku", bahkan Maria mengatakan, "...sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia." Hal ini dinyatakan oleh Maria bukan untuk memamerkan keistimewaan dirinya. Namun, untuk mengungkapkan syukur kepada Allah melalui puji-pujiannya. 

Bila kita baca dari ayat 46 sampai 55, disitu dikatakan, bahwa Maria mengungkapkan syukurnya kepada TUHAN, sambil mengingat akan kuasa Allah yang menolong umatNya dan kedatangan TUHAN untuk menegakkan keadilan pada Israel. 

Ungkapan syukur Maria ini, hampir serupa dengan ungkapan syukur Hana didalam Perjanjian Lama di dalam 1 Samuel 2:1-10.

Dari ungkapan syukur Maria, kita dapat mengambil maknanya :
1. Ungkapan syukur kepada TUHAN, karena pertolonganNya kepada kita. (ay 46-48)
2. Revolusi mutlak dari TUHAN, yaitu menangnya yang benar dihadapan TUHAN dan
hancurnya sifat jahat dan sifat Iblis dihadapanNya (ay 50-51)

3. Allah itu adil, sifatNya adalah Maha adil (ay 52-53)
4. Allah menepati janjiNya, dan melindungi umatNya. Tetap kasih setiaNya yang besar
tak berubah kepada umatNya (ay 54-55)

Untuk itu, nyatakanlah syukurmu kepada TUHAN setiap hari, atas penyertaanNya kepadamu. Allah mendengarkan syukurmu, sebagai persembahan dan pernyataan rasa cintamu dan baktimu kepada TUHAN Allahmu. Amin!

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x