Mohon tunggu...
arka.tyaga
arka.tyaga Mohon Tunggu... Administrasi - Hanya seseorang

Baru saja terbangun dari tidur panjang, dan mulai lah kini aku akan bercerita....

Selanjutnya

Tutup

Novel

Corona's Angel: Bromance Cemen (Eps. 9)

15 Agustus 2021   17:45 Diperbarui: 15 Agustus 2021   17:47 30 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Maret 2021

Setahun sudah Covid-19 masuk ke Indonesia sejak diumumkannya kasus suspect Covid-19 pertamakali diketemukan. Angka kasus positif, sembuh, maupun meninggal dunia masih terus bertambah. Namun entah karena sudah sampai dititik pasrah atau jenuh, tampaknya masyarakat sudah mulai terlihat abai akan protokol kesehatan.

Kesadaran untuk memakai masker dan tidak berkerumun mulai berkurang. Jujur akupun sudah merasa jenuh, tapi mengingat saat ini aku hanya tinggal seorang diri, maka menjaga kesehatan sudah mutlak aku lakukan. Aku tak mau merepotkan siapa-siapa, aku juga tak mau membuat kakak-kakakku khawatir, cukuplah bagiku melihat kakak-kakakku beserta keluarganya dalam keadaan sehat dan bahagia.

Sejak berkunjung ke Kebun Raya Bogor beberapa bulan silam, aku belum pernah lagi refreshing ke tempat wisata. Maklum saja sejak memasuki tahun 2021, semua lapisan masyarakat mulai membenahi roda perekonomian yang morat marit akibat pandemi, tak terkecuali kantorku. Banyak pekerjaan yang tertunda tahun lalu, mulai dijalankan lagi tahun ini. 

Walhasil rencanaku untuk liburan pun menjadi terlupa. Aku mulai merencanakan untuk refreshing pada minggu kedua bulan ini. Aku belum berani untuk pergi ke tempat yang jauh-jauh, masih khawatir pada Corona. Lalu terlintas olehku untuk main ke Puncak, jaraknya masih relatif dekat dan bisa aku tempuh dengan motor.

Dulu, saat teman-teman sebaya masih berstatus lajang, kami sering ke Puncak pulang pergi (PP) untuk sekedar menghabiskan malam, atau kadang menyewa vila jika ingin menginap. Tapi ya, sekarang mereka sudah berkeluarga, mayoritas sudah punya anak, paling hanya saat momen lebaran atau kondangan saja kami bisa bertemu kembali. Itupun selalu berakhir dengan ledekan "Kau kapan nyusul Far?".  Dan selalu ku jawab "Soon", tapi hingga kini belum juga menjadi kenyataan. Hiks...

"Lo kangen mereka ya? Gih telepon mereka, ajak mereka kumpul," Pandu berbicara sambil menunjuk layar laptopku. Iya aku memang sedang membuka folder dilaptop berisi foto-fotoku with The Genks saat di Puncak.

"Sedikit kangen sih, tapi ya ga buat ajak mereka kesana lagi juga, mereka pasti udah sibuk sama urusan keluarga," "Kayaknya gue pengen ke Puncak deh Bro, gue kangen ngerasain hawa dan pemandangan di sana, menyejukkan jiwa dan raga,". Aku menerawang.

"Ya udah gih, berangkat sana. Wong duit ada, kendaraan ada, Cuma pacar aja kan yang ga ada...wkwkwkwkwkwk" Cakep, dia mulai lagi.

"Sial! Iya ini juga rencananya mau jalan sabtu depan. Kayaknya gue milih buat Glamour Camping (Glamping), scroll di IG kayaknya seru. Ga perlu ribet bawa macem-macem juga," Aku langsung menghubungi salah satu penyelenggara Glamping untuk reservasi. "Lo ikut juga bro, tar siapa yang motoin gue kalo lo ga ada," Aku mengajak Pandu.

"Kan kan, selalu aja dah manfaatin makhluk baik nan rupawan seperti gue," Responnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Novel Selengkapnya
Lihat Novel Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan