Mohon tunggu...
Dedy Padang
Dedy Padang Mohon Tunggu... Bukan penulis, apalagi pujangga. Harapannya pendoa

Youtube: Dedy Padang FB : Dedy Padang Instagram : dedypadang2466 Menulis merupakan sarana yang sangat baik untuk menenangkan diri. Saat menulis, mengalir suatu emosi dalam diri yang tergerak dalam gerakan pena dan kata atau pun bahasa yang kita pakaikan,,,

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Vatikan Memodifikasi Pemberian Abu pada Hari Rabu Abu di Masa Pandemi Covid-19

14 Januari 2021   16:58 Diperbarui: 14 Januari 2021   18:42 427 17 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Vatikan Memodifikasi Pemberian Abu pada Hari Rabu Abu di Masa Pandemi Covid-19
Sumber: vaticannews

Hari Rabu Abu merupakan awal dari masa pertobatan selama 40 hari atau yang disebut sebagai masa pra-Paskah bagi Gereja Katolik. Hari itu jatuh pada tanggal 17 Februari 2021.

Pada hari itu, setiap umat menerima abu pada dahi atau kepala mereka sebagai lambang pertobatan. Pemberian abu dilakukan oleh Imam atau yang menjadi pemimpin dalam perayaan tersebut. Pada saat pemberian abu itu, Imam atau pemimpin Perayaan akan berkata: "Bertobatlah dan percayalah kepada Injil" atau "Ingatlah, kamu adalah abu dan akan kembali menjadi abu".

Sesungguhnya, pemberian abu bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dioleskan di dahi atau ditaburkan di kepala. Namun mengingat masa Pandemi Covid-19 yang masih terjadi, maka praktik tersebut dicoba dikondisikan sedemikian rupa agar tidak membuka peluang terjadinya kluster baru penyebaran Covid-19 di dalam Gereja saat Perayaan Hari Rabu Abu.

Vatikan, melalui Kongregasi untuk Ibadat Ilahi dan Disiplin Sakramen, pada tanggal 12 Januari 2021 memodifikasi praktik pemberian abu pada hari Rabu Abu. Praktiknya ialah demikian:

Imam akan mengucapkan doa pemberkatan abu. Ia mereciki abu dengan air Suci tanpa mengatakan apa-apa. Lalu ia menyapa semua yang hadir dan hanya satu kali mengucapkan rumusan sebagaimana terdapat dalam Buku Misa Romawi, dan menerapkannya secara umum: "Bertobatlah dan percayalah pada Injil" atau "Ingatlah bahwa kamu adalah abu dan akan kembali menjadi abu".

Lalu imam membersihkan tanggannya, mengenakan masker wajah dan membagikan abu kepada mereka yang datang kepadanya, atau jika perlu, ia pergi kepada mereka yang berdiri di tempatnya.

Imam mengambil abu dan menaburkannya di atas kepala masing-masing umat tanpa mengatakan apa-apa. (Dikutip dari Vaticannews.va, "Vatican modifies distribution of ashes for Ash Wednesday", 12 Januari 2021).

Dengan modifikasi pemberian abu tersebut diharapkan agar setiap umat Gereja Katolik bisa mengikuti Perayaan Hari Rabu Abu dengan tenang dan aman untuk memulai masa puasanya. 

Semoga bermanfaat. Salam sehat.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x