Dedi Iskamto
Dedi Iskamto profesional

Ikhtiar dan tawakal

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Menghitung duit ala Jakarta

29 Juli 2012   12:34 Diperbarui: 25 Juni 2015   02:28 37816 0 1

Warga Jakarta memang punya keunikan tersendiri dalam melakukan perdagangan, Walaupun bukan orang cina tetapi sudah menjadi tradisi untuk melakukan perdagangan dengan bahasa Cina (Hokian). Bagi Anda yang ingin tinggal atau berencana ke Jakarta maka anda harus memahami bahasa gaul ini jika tidak anda akan terbegong malah mungkin bisa dikibulin. Sebutan cepek misalnya lebih populer untuk menyebut uang dengan nilai nominal Rp100 dari pada seratus rupiah,  atau Gocap untuk lima puluh dan lain-lain. Gaya berhitung ala jakarta ini dapat ditemukan mulai dari pedagang kaki lima sampai dengan pedagang di Mal Mangga dua, pasar baru, glodok hingga seantero Jakarta. Maka disarankan agar pendatang baru untuk dapat menguasai gaya berhitung ini. berikut panduan dalam  berhitung dagang ala warga Jakarta: Nilai = sebutan 25 = Jigo 50 = Gocap 100 = Cepek 125 = Cepek Jigo 150 = Pek go 200 = Nopek 225 = Nopek Jigo 250 = Nopek Go 300 = Sapek 500 = Gopek 1000 = Seceng 1500 = ceng go 10.000 = ceban 20.000 = noban 30.000 = saban 50.000 = Goban 55.000 = Nobang0 100.000 = cepek ceng 200.000 = nopek ceng 300.000 = sapek ceng 500.000 = gopek ceng 1.000.000 = cetiau 2.000.000 = notiau 2.500.000 = No pek tiau cara mudah menyusun adalah dengan mengetahui istilah dasar misal sebutan untuk jigo, gocap, sacap, dan cepek jika ada tambahan 50 pasti ada kata go. coba diurutin dan hapalkan saya yakin dalam waktu 3o menit ada pasti sudah pandai bertutur ala betawi dan tidak malu atau ketipu lagi jika para pedagang bila pedagang berkata,"Satu cepek jigo kalo beli dua cuma Nopek doang!." Nah, selamat belajar semoga tidak tengsin atau dikibulin sama pedagang ibu kota. dan selamat berbuka puasa