Tekno

Optimalisasi Penggunaan Whatsapp untuk Sarana Mendukung Proses Perkuliahan

11 Agustus 2017   16:20 Diperbarui: 11 Agustus 2017   16:34 183 0 0

OPTIMALISASI PENGGUNAAN WHATSAPP SEBAGAI SARANA PENDUKUNG PROSES PERKULIAHAN .

Dede Masja , Dandan Luhur dan Khusaini

Universitas Indraprasta PGRI jakarta

Jl. Raya Tengah, Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur

Email : dedemasja7@gmail.com

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pentingnya penggunaan aplikasi online terutama Whatsapp ( WA ) sebagai sarana pendukung proses perkuliahan . Dua puluh responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan fisika di  Universitas Indraprasta PGRI . Metode pengumpulan data yang digunakan dalam kegiatan ini berupa angket , observasi dan wawancara . Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh positif dari penggunaan whatsapp bagi keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi serta kuliah baik dalm perkuliahan tatap muka walupun dalam jaringan ( daring ) . Mahasiswa juga merasa perlu untuk mencoba menerapkan penggunaan whatsapp dalam kegiatan pembelajaran kelak maupun dalam perkuliahan lain . Kedekatan serta diskusi antar mahasiswa dan dosen mahasiswa dapat terjadi dengan baik serta meningkatkan motivasi belajar mahasiswa . Penelitian ini juga menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penggunaan Whatsapp terhadap prestasi mahasiswa dalam pemahaman dan persiapan di dalam pembelajaran perkuliahan . 

Kata Kunci :Optimalisasi, Whatsapp, Proses Perkuliahaan

  • PENDAHULUAN

Perkembangan zaman telah mempengaruhi berbagai sendi kehidupan . Pengaruh perubahan zaman tersebut juga tidak dapat di hindari pada perkuliahan fisika terutama bagi mahasiswa jurusan fisika . Perkuliahan yang bersentuhan dengan calon guru fisika sudah selayaknya sentuhan yang berbeda untuk mempersiapkan calon guru yang siap beradaptasi dan mengendalikan perubahan zaman untuk kepentingan pembelajaran fisika yang efektif dan efisien .

Salah satu usaha untuk beradaptasi dengan perubahan zaman adalah Optimalisasi teknologi , informasi dan komunikasi (TIK ) dalam kegiatan perkuliahan .  penggunaan sarana TIK ini diharapkan dapat mempersiapkan guru masa depan yang melek teknologi serta siap berperan dalam dunia yang semakin sempit dalam perkembangan TIK .

Perkembangan TIK yang sudah sangat terasa adalah komunikasi dan interaksi manusia secara maya dengan internet .  Komunikasi dan interaksi dalam media social ini terkadang memberikan manfaat akan tetapi tidak jarang akan menimbulkan dampak negatif bagi pengguna yang kurang bijaksana .

Sebagai pendidik masa depan sudah sepatutnya seorang pendidik fisika maupun memanfaatkan segala yang tersedia dan berusaha mengubah potensi negatif menjadi bermanfaat dalam bidang pendidikan fisika . Potensi inilah yang dapat ditemukan dalam media sosial yang sudah ada menjamur bahkan mempengaruhi pola piker masyarakat . salah satu contoh media sosial yang sudah cukup menjamur bahkan hampir semua masyarakat telah menggunakannya adalah aplikasi Whatsapp . Aplikasi yang jumlah penggunaanya sudah bertambah banyak bagi segala tingkat sosial . Penggunaan Whatsapp sudah menjamur dengan menduduki peringkat atas . Bertambahnya jumlah pengguna ini tidak lepas dari mudahnya menunduh aplikasi googlestoremaupun semakin banyak pengguna smartphonedi dunia terutam yang berjenis android . Manusia semakin mudah berinteraksi untuk mengirimkan pesan , berdiskusi , hingga membentuk grup tertentu untuk tujuan tertentu. Hal ini juga tidak lepas dari kecilnya usaha komersialisasi dari Whatsapp yang meniadakan iklan pada aplikasinya . semakin bertambah pengguna inilah yang mendorong facebook mengakuisisi perusahan tersebut pada tahun 2004[12].

Besarnya potensi Whatsapp tersebut , akan tetapi , masih belum terserap dan terpelajari dengan baik dalam dunia pendidikan fisika di Indonesia. Masyarakat pendidikan fisika masih belum mengeksplorasi dan berinteraksi dengan teknologi komunikasi terutama media sosial dalam kegiatn pembelajaran fisika.

Pentingnya optimalisasi pemanfaatan Whatsapp dalam perkuliahan calon guru fisika inilah yang mendorong perlunya penelitian dalam pengaplikasian sosial media terutama Whatsapp untuk meningkatkan keprofesionalan guru fisika masa depan . penelitian ini berusaha memberikan gambaran awal pengaplikasian Whatsapp dalam pekuliahan pendidikan fisika . Tulisan ini akan memberikan gambaran pentingnya interaksi dan peningkatan kualitas komunikasi antar mahasiswa serta interaksi dosen -- mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan . gambaran ini yang selanjutnya menjadi pemicu bagi mengingkatnya profesionalitas guru fisika masa depan dalam melayani dan mendorong siswa dalam belajar fisika .

KAJIAN FISIKA

Sarana TIK yang digunakan dalam aktivitas sehari -- hari diciptakan tidak murni untuk pendidikan. Namun , ketidak murnian ini memberikan tantangan bagi guru maupun dosen dalam bidang pendidikan fisika untuk mengeksplorasi keefektifan penggunaan Tik tersebut dalam kegiatan pembelajaran. Berbagai penelitian dilakukan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh penerapan TIK dalam pembelajaran [1],[2],[3].

Dampak kegiatan pembelajaran yang mengunakan fasilitas dalam jaringan (daring) juga telah diteliti.Kaware dan San (2015) serta Wang (2011) menemukan bahwa penggunaan TIK dalam pembelajaran memberikan kesempatan lebih luas bagi siswa dalam mengakses sumber informasi untuk belajar [1],[4]. Lebih lanjut , pembelajaran dengan memanfaatkan TIK juga dapat memberikan manfaat bagi guru maupun dosen sebagai pengajar. Para pengajar dapat selalu meningkatkan tingkat keilmuan mereka dengan senantiasa belajar secara daring,berkolaborasi dengan teman sejawatnya secara daring maupun mempersiapan pembelajarannya [4],[3].

Beberapa penelitian juga menunjukan dua sisi peranan TIK dalam pembelajaran.TIK memberikan dampak positif bagi kegiatan pembelajaran dikelas termasuk fisika sebagai bagian dari rumpun ilmu alam pada beberapa penelitian meskipun dengan beberapa catatan [5],[6],[7],[8],[9]. Penemuan tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan pada Negara yang berbeda meliputi Nigeria,Cina,Inggris dan Turki. Namun ,Aina (2013) menemukan beberapa kelemahan dari penggunaan TIK dalam kegiatan pembelajaran. Kelemahan yang ditemukan oleh Aina merupakan berdasarkan pengalaman mengajar di negaranya [10]. Penelitian penggunaan TIK dalam pembelajaran banyak yang menekankan penggunaan murni dari pembelajaran jaringan online learning e-learning [1],[3].Penelitian tersenut menggambarkan bagaimana peranan yang sangat besar dari TIK dalam pembelajaran terutama pada zaman internet sekarang ini. Akan tetapi , pertemuan tatap muka sebaiknya di berikan porsi yang setara atau bahkan lebih terutama untuk calon guru dan dosen fisika. Calon guru dan dosen sebaiknya dapat memadukan kelas tradisional dengan kelas dalam jaringan.

Penekanan oentingnya gabungan pertemuan dikelas dengan memanfaatkan TIK dalam pembelajaran mendorong tim peneliti untu meneliti penerapan perpaduan kegiatan dalam dan luar jaringan. Pentingnya blended learning sudah pernah diteliti oleh Megeid(2014).Hasil yang mungkin didapatkan akhirnya adalah adanya peningkatan mutu pendidikan fisika dimasa yang akan datang.

  • METODE PENELITIAN

Penelitian ini mengunakan observasi , angket dan wawancara dalam usaha mengumpulkan data. Observasi dan angket yang digunakan pada pengumpulan data ini menggunakan pendekatan kualitatif sehingga bersifat terbuka dan memberikan kesempatan bagi responden untuk mengungkapkan pengalaman mereka selama mengikuti perkuliahan pendidikan fisika dengan menggunakan blended learning yang menggunakan Whatsapp sebagai sarana komunikasi , diskusi dan informasi dalam bertukar pikiran.

Tiga puluh dua orang responden terlibat dalam kegiatan penelitian ini. Semua responden merupakan mahasiswa jurusan fisika Universitas Indraprasta PGRI yang sedang memprogram mata kuliah pendidikan fisika yang sedang diampu oleh peneliti utama.Responden sebagian besar merupakan mahasiswa tahun 2014 baik regular dan ekstensi .

Angket yang di gunakan dalam kegiatan penelitian ini disebar secara tertulis. Mahasiswa memiliki kesempatan untuk memberikan respon iya maupun tidak. Mahasiswa memiliki kesempatan untuk merespon atau tidak dengan menggunakan angket tersebut. Mahasiswa dapat mengisi angket tersebut dengan membaca dan menjawab setiap pertanyaan yang tertulis. Mahasiswa memerlukan waktu 10 menit untuk mengisi angket  tersebut dan tidak ada batasan waktu atau tempat untuk mengisi angket tersebut . Akhirnya,30 responden telah memberikan respon terhadap angket yang telah diberikan secara tertulis.

Wawancara di lakukan sepuluh orang terpilih. Keterpilihan responden berdasarkan pandangan awal mereka terhadap kegiatan pembelajaran blendedyang dilakukan sebelum kegiatan perkuliahan. Responden mewakili kelompok mahasiswa lainnya , kegiatan wawancara ini bersifat Focus Group Discussion (FGD) dengan dipimpin langsung oleh peneliti dalam kegiatan diskusi tersebut. Responden memilih hak penuh untuk berpendapat secara terbuka terhadap pertanyaan dari pewawancara atau berpendapat terhadap pendapat pendapat temannya yang juga menjadi responden pada penelitian ini.

Kegiatan observasi merupakan salah satu metode pengumpulan data yang digunakan. Tim peneliti dibantu tiga orang pembantu lapangan melakukan pengamatan terhadap kegiatan perkuliahan. Observasi menggunakan model terbuka sebagai catatan lapangan untuk merekam semua fenomena yang dianggap menarik oleh pengamat selama kegiatan perkuliahan.Hasil pengamatan ini nanti akan dijadikan sebagai bahan pengaya hasil penelitian yang telah diperoleh pada angket dan wawancara. Kegiatan observasi ini dilakukan pada perkuliahan penelitian yang bersifat presentasi dan mahasiswa/responden memliki kesempatan untuk menilai penampilan teman sejawatnya.

  • HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

        Penelitian ini menunjukan hasil yang menarik. Responden yang telah diberikan respon baik melalui angket maupun wawancara memberikan balikan yang positif terhadap penerapan kegaiatan perkuliahan dengan menggunakan sarana Whatsapp. Hasil yang begitu mengejutkan diteukan melalui angket tertulis yang sudah disebarkan melalui lembaran formulir. Seratus persen mahasiswa merasa terbantu dengan penggunaan Whatsapp sebafgai sarana komunikasi dalam kegiatan pembelajaran. Responden juga menyatakan bahwa Whatsapp bermanfaat untuk berdiskusi , komunikasi,dan menanyakan permasalahan kuliah dengan teamn sejawat maupun dosen. Komentar mahasiswa terhadap terlaksanaan diskusi dengan menggunakan Whatsapp dapat dilihat pada table 1 dibawah ini.

  • Tabel  1: komentar responden terhadap pengunaan wahastsapp dalam kegiatan perkuliahan.

No
Komentar dari
1.



















































Berdasarkan kometar pada table 1 tersebut, dapat disimpulkan penggunaan whastsapp dalam perkuliahan dapat membantu proses komunikasi. Mahasiswa tidak hanya terbatas belajar dikelas dan dalam waktu tertentu. Mahasiswa dapat berkomunikasi lebih mudah dengan dosen untuk bertanya maupun berdikusi baik secara umum di grup kelas maupun dengan dosen secara pribadi kemudahan berkomunikasi dan penyampaian informasi ini juga terekam dalam kegiatan wawancara. Mahasiswa peserta wawancara menyatakan semua akan mengaplikasikan penggunaan whastsapp pada perkuliahan lain dan ketika mengajar fisika nanti jika memungkinkan.

Diskusi antara mahasiswa pun dapat berlangsung dengan beik karena mahasiswa dengan bebas dapat memberikan pertanyaan terhadap dosen maupun mahasiswa dalam grup. Diskusi dalam grup kelas dapat dilihat pada gambar 1. Ketika berdikusi dan menemui permasalahan, mahasiswa dapat berlangsung bertanya kepada dosen maupun berkomentar terhadap jawaban dosen (lihat gambar 2)





Kesempatan diskusi yang semakin luas dengan optimalisasi penggunaan whastsapp ini dapat meningkatkan semangat belajar mahasiswa. Mahasiswa dapat langsung bertanya jika terdapat kekurangan pahaman 

dalam topic tertentu.

Gambar 2. Diskusi mahasiswa dengan dosen dalam kegiatan perkuliahan.

Dosen juga dapat memberikan pengumuman terbaru melalui whastsap. Pengumuman terbaru ini dapat memberikan notifikasi langsung kepada mahasiswa sehingga mereka dapat langsung mengetahui informasi terbaru dalam kegiatan perkuliahan. Penggunaan dalam informasi ini dapat dilihat pada gambar 3. Pengunaan whastsapp untuk memberikan informasi terbaru ini juga respon yang bagus dari responden karena menghindarkan ke salah pahaman dan memberikan kemudahan dalam mengikuti dalam perkuliahan berikutnya.

            Gambar 3. Penggunaan whastsapp sebagai tempat untuk memberikan pengumuman perkuliahan terbaru

Optimalisasi penggunaan whastsapp untuk berbagai bahan ajar secara daring juga mendapat sambutan yang bagus dari mahasiswa. Semua mahasiswa setuju dengan pengunggahan bahan ajar atau sumber belajar secara darling. Kemudahan memperoleh bahan ini diharapkan responden (berdasarkan hasilwawancara) untuk terus dilanjutkan untuk mempermudah belajar dimanapun dan kapanpun. Komentar mahasiswa dalam penggunaan whastsapp dalam berbagai buku dan file lain yang terkait dalam kegiatan perkuliahan penilaian pendidikan fisika .

Tersedianya pilihan untuk berbagi materi perkuliahan ini dapat meningkata kesempatan belajar dan berdiskusi bagi mahasiswa dimana pun dan kapanpun. Contoh file sumber belajar yang di unggah di whatsapp dapat di lihat pada gambar 4. Kemudahan memperoleh bahan materi perkuliahan ini dapat meningkatkan motivasi bagi mahasiswa dalam belajar dan meningkatkan potensi dalam berkembang [1],[4].

Komentar dari responden pada table 2 dapat memberikan gambaran respon mahasiswa terhadap perluasan kesempatan belajar mahasiswa dengan berbagi materi perkuliahan. Mahasiswa sebagai secara garis besar dapat memperoleh kemudahan untuk mengakses bahan ajar serta lebih mudah untuk berdiskusi dan belajar

Gambar 4. Penggunaan whatsapp sebagai tempat berbagi bahan dan sarana pendukumg proses perkuliahan.

Pengoptimalan penggunaan whatsapp juga dapat dilakukan dalam kegiatan penilaian teman sejawat. Mayoritas responden menunjukan respon positif terhadap pelaksanaan teman sejawat dengan menggunakan whatsapp. Hanya 1 responden yang tidak setuju untuk menggunakan whatsapp sebagai bahan penilain teman sejawat karena terkendala sinyal , sisa nya merasa terbantu dengan menggunakan whatsapp sebagai alat penilaian teman sejawat untuk meningkatkan konsentrasi dan perbaikan kualitas pembelajaran. Hasil wawancara juga menunjukan whatsapp dalam peilaian teman sejawat membantu mahasiswa dalam menilai dan memudahkan untuk melihat hasil penilaian. Berdasarkan pengamatan ketika kegiatan perkuliahan, penggunaan whatsapp terlihat efektif membantu mahasiswa belajar dengan menggunakan penilaian sejawat. Mahasiswa pada awal penerapan masih terlihat binggung dalam melakukan kegiatan,

namun semakin meningkat keefektifan kegiatan penilain teman sejawat dengan berjalannya waktu. Perbaikan pembelajaran denagn menggunakan whatsapp di lakuakn pada ketemuan kedua setelah terdapat masukan dari pengamat terhadap kegiatan perkuliahan. Perbaikan berupa pemberian waktu tunggu oleh pengampuh perkuliahan untuk melihat hasil penilaian teman sejawat sehingga mahasiswa dapat membaca penilaian teman sejawatnya. Contoh penilaian teman sejawat dapat di lihat pada gambar 4 .temuan ini sejalan dengan [11] yang juga melakukan penelitian dengan menggunakan whatsapp sebagai fasilitas penilai teman sejawat secara daring penelitian tersebut menunjukan adanya peningkatan motifasi belajar serta perbaiakn calon guru fisika.





Gambar 5. Penggunaan Whatsapp sebagai media pembelajaran menunjukan respon positif serta bermanfaat dalam kegiatan pembelajaran .

Keepektifan ini disebabkan oleh mudahnya mengakses Whatsapp serta pesan bersifat instan . Penelitian lebih lanjut mengenai penggunaan Whatsapp ini dilakukan dengan mempokuskan peranannya dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswa .

  • Kesimpulan dan Saran
  • Penelitian mengenai pengoptimalan penggunaan Whatsapp sebagai sarana pendukung proses perkuliahan menunjukkan beberapa peran positif dalam perkuliahan dalam Pendidikan Fisika. Penggunaan Whatsapp dalam perkuliahan dapat membantu mahasiswa berdiskusi dengan sesamanya maupun dengan dosen pengampuh perkuliahan. Kesempatan belajar maupun mengakses materi perkuliahan dapat berjalan lebih efektif serta dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Penggunaan Whatsapp juga dapat dilakukan untuk melakukan pengiriman hasil presentasi dalam pembelajaran materi berikutnya . Sehingga kita bisa belajar dan membacanya dengan mudah .
  • Saran
  • Bagi mahasiswa
  • Kecanggihan teknologi memang memudahkan kita dalam hal apapun terutama dalam kegiatan berkomunikasi. Aplikasi WhatsApp sebagai alat komunikasi termasuk dalam kategori cukup efektif. Tetapi sebenarnya masih bisa ditingkatkan menjadi efektif jika dilakukan evaluasi pada pengguna itu sendiri.

2).  Bagi peneliti selanjutnya

                Setelah melakukan penelitian ini, peneliti menyarankan bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti suatu masalah yang tidak jauh berbeda, maka akan lebih baik jika menggunakan variabel-variabel lain yang lebih bervariasi.

Daftar Pustaka

Kaware, S. S., & Sain, S. K. ICT Application in Education: An Overview.International Journal of Multidisciplinary Approach &Studies, vol. 2, no. 1, 2015, pp. 25-32.

Brun, M., & Hinostroza, J. E. Learning to become a teacher in the 21st century: ICT integration in Initial Teacher Education in Chile.Educational Technology & Society, vol. 17, no. 3, 2014, pp. 222-238.

Megeid,  N.  S.  A.  E-learning  versus  blended  learning  in

accounting courses. Quarterly Review of DistanceEducation, vol.15, no. 2, 2014, p. 35.

Wang, T. Designing for designing: Information and communication technologies (ICTs) and professional education. International Journal of Art & DesignEducation, vol.30, no.2, 2011, pp.188-199.

Adeyemo, S. A.. The Impact of Information and Communication Technology (ICT) On Teaching and Learning of Physics. International Journal of Educational Research andTechnology, vol.1, no.2, 2010, pp.48-59.

Lee, S. M., Brescia, W., & Kissinger, D. (2009). Computer use and academic development in secondary schools. Computers inthe Schools, vol.26, no.3, 2009, pp. 224-235.

Chang, C. Y., & Cheng, W. Y. (2008). Science Achievement and Students' Selfconfidence and Interest in Science: A Taiwanese representative sample study. International Journal ofScience Education, vol.30, no.9, 2008, pp.1183-1200

Voogt, J. IT and Curriculum Processes: Dilemmas and Challenges. In J. Voogt& G. Knezek, Eds., International Handbook of Information Technology in Primary and Secondary Education, 2008, pp. 117--132.

Delen,  E.,  &  Bulut,  O.  (2011).  The  Relationship  between

Students' Exposure to Technology and Their Achievement in

Science and Math. TOJET: The Turkish Online Journal ofEducational Technology, vol.10, no.3, 2011, pp. 311-317

Aina, J. C. (2013). Integration of ICT into Physics Learning to

Improve  Students'  Academic  Achievement:  Problems  and

                                 

Solutions. Open Journal of Education, vol.1, no.4, 2011, pp. 117-121.