Mohon tunggu...
Dede Nurul Hidayat
Dede Nurul Hidayat Mohon Tunggu... Mahasiswa Biasa

Gens Una Sumus (Kita Semua Keluarga)

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Dewi dan Segelas Kopi

1 April 2021   06:06 Diperbarui: 1 April 2021   06:16 94 9 0 Mohon Tunggu...


Di kedai kopi awal kita berjumpa. 
Matanya sayu berkacamata. 
Tersenyum ramah saat disapa. 
Menandakan hatinya lembut bak sutra. 

Dewi, wajah ayu bagai bidadari. 
Pribadi yang riang dan baik hati. 
Saat tertawa membuat orang terpesona, 
Bagaikan seorang putri di istana. 

Segelas kopi kebutuhannya di malam hari. 
Sepiring kentang tak dapat dia hindari. 
Dengan diiringi suara pengamen yang bernyanyi, 
Aku pun berdiskusi dengannya dari hati ke hati. 

Aku mengerti dia sudah ada yang memiliki. 
Aku pun berjanji tak akan pernah menyakiti. 
Jika saja aku mengenalnya dari jauh-jauh hari, 
Mungkin aku akan menjadikannya permaisuri. 

Aku fikir ini hanyalah sebatas kagum belaka. 
Tak ada rasa yang datang secara tiba-tiba. 
Siapalah aku yang lancang berkata cinta, 
Hanya seorang pria yang tak pandai merangkai kata.

Cukup sebatas kedai kopi kenangan kita. 
Dengan segelas kopi pertanda aku pernah mencinta. 
Pergilah. . Kejarlah impianmu bersamanya. 
Akan ku do'akan semoga kamu bahagia. 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x