Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Penulis - Content Writer

Penyuka Sepak Bola. Segala tulisan selalu tak luput dari kesalahan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Besarkah Peluang Timnas Indonesia Menjuarai Piala AFF 2020?

26 November 2021   14:41 Diperbarui: 28 November 2021   10:44 835
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Timnas Indonesia melakukan pemusatan latihan di Turki menjelang Piala AFF 2020. Sumber: Dokumentasi PSSI/via Kompas.com

Pertanyaan itu terasa berat untuk dijawab. Bahkan, bagi pengamat sepak bola Indonesia yang sudah sarat pengalaman, mereka mungkin akan lebih suka ditanya siapa yang akan menjuarai Liga Champions musim ini.

Itu dikarenakan, timnas Indonesia sudah beberapa kali nyaris juara dengan beragam prospeknya. Dan di sisi lain, terkadang timnas kita memang seharusnya belum saatnya juara. Loh, kenapa?

Ada kekhawatiran jika timnas sudah juara Piala AFF, maka sepak bola kita berhenti untuk menggelora. Memang, idealnya target timnas akan meningkat, yaitu menaikkan standar kompetitifnya di level Piala Asia. Tetapi, bagaimana kalau tidak begitu?

Kemudian, seperti yang sudah kita ketahui, bahwa timnas Indonesia belum kunjung juara meski sudah bongkar-pasang pelatih. Dari yang kualitas pelatihnya masih patut dipertanyakan sampai ke pelatih yang bisa dikatakan bagus untuk timnas Indonesia.

Salah satunya adalah Shin Tae-yong. Bahkan, pelatih ini levelnya sudah Piala Dunia. Dia mampu mengantarkan Timnas Korea Selatan berlaga di fase grup Piala Dunia 2018, Rusia.

Memang, langkah Korsel saat itu tidak sejauh Jepang yang berhasil menembus babak 16 besar dan merepotkan Belgia di fase tersebut. Jika pelatih timnas Jepang, Akira Nishino kemudian berlabuh ke Thailand, sedang Shin Tae-yong ke Indonesia.

Bedanya, Akira Nishino harus dipecat karena terlihat gagal mengalahkan Indonesia di pertemuan kedua fase grup pra-kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Sedangkan, Shin Tae-yong masih dipertahankan.

Tentu, ada alasan di balik Shin Tae-yong bertahan melatih Evan Dimas dkk sampai level U-19. Alasan itu adalah progresivitas timnas.

Shin Tae-yong gantikan posisi Simon McMenemy di tim nasional Indonesia. Sumber: Dokumentasi PSSI/via Kompas.com
Shin Tae-yong gantikan posisi Simon McMenemy di tim nasional Indonesia. Sumber: Dokumentasi PSSI/via Kompas.com

Timnas Indonesia di bawah asuhannya menjadi terlihat lebih berdaya juang tinggi. Secara teknik permainan, memang belum terlalu berkembang, tetapi secara keinginan untuk bertarung habis-habisan di lapangan sangat terlihat.

Ini yang membedakan "timnas-nya Shin Tae-yong" dengan "timnas-nya" pelatih-pelatih terdahulu. Bahkan, di masa kepelatihan (alm.) Alfred Riedl, timnas Indonesia tidak bisa menyerupai level kerja keras timnas saat ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun