Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Penulis - Content Writer

Penyuka Sepak Bola. Segala tulisan selalu tak luput dari kesalahan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Agen Perubahan dan Moda Transportasi Umum Terbatas untuk Net-Zero Emissions 2060

15 Oktober 2021   21:32 Diperbarui: 15 Oktober 2021   21:36 530
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pemandangan jalan ke arah Kota Malang dari perbukitan di Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sumber: Dokumentasi Penulis

Di sinilah muncul potensi merusak kesehatan tubuh. Pola makan tidak teratur, istirahat juga tidak teratur--karena menonton film lewat streaming sangat menyenangkan, dan tentunya makin tidak kenal dengan berolahraga.

Biasanya, mereka baru akan sadar kalau sudah pernah 'mengisi buku presensi' sebagai pasien di rumah sakit. Ini pun belum seratus persen jaminan. Tetapi, minimal, akan ada orang-orang yang mulai peduli dengan pola hidupnya pasca naik kelas.

Jika sudah begitu, mereka bisa mulai menjadi agen perubahan terhadap pola hidup yang tepat. Karena, basis mereka sudah jelas, yaitu faktor pengalaman. Dewasa ini, orang masih banyak didengar karena pengalamannya bukan pengetahuannya.

Meski faktanya semiris itu, saya masih mensyukuri keberadaan mereka. Dan di sisi lain, sebenarnya, menjadi agen perubahan terhadap pola hidup yang tepat tidak semata-mata dibebankan ke orang kaya dan orang yang baru kaya yang kemudian berbasis pengalaman hidupnya.

Ada faktor penting lain yang bisa mendorong seseorang untuk menjadi agen perubahan tanpa terikat oleh faktor ekonomi dan status sosial. Faktor penting itu adalah kesadaran.

Ketika seseorang sudah sadar dirinya melakukan sesuatu, entah yang benar atau salah, di situlah ada letak potensi untuk menjadi agen perubahan, terutama untuk pola hidup yang berkaitan dengan sumbangsih terhadap 'emisi nol-bersih' di masa depan.

Saya pun yakin, orang seperti saya yang secara status sosial dan ekonomi masih berada di golongan menengah-bawah dapat menjadi bagian dari upaya Indonesia mencapai 'emisi nol-bersih' di masa depan.

Mungkin, yang saya lakukan tidak bisa bertahan sampai 2060, karena usia adalah misteri. Maka, saya ingin menyampaikan apa saja yang sudah dan yang belum saya lakukan untuk mendukung Indonesia menuju Net-Zero Emissions pada 2060--yang akan dipantau sejak 2045, kemudian mungkin mulai terlihat matang selepas 2075.

Praktik pertama yang sudah saya lakukan adalah masih terbiasa berjalan kaki jika jarak tempuh masih ramah untuk pejalan kaki, terutama saya sendiri.

Sebelum pandemi, sering berjalan kaki, minimal 500-an meter sehari. Sumber: Dokumentasi Penulis
Sebelum pandemi, sering berjalan kaki, minimal 500-an meter sehari. Sumber: Dokumentasi Penulis

Praktik kedua, sejak pandemi, dengan ekonomi yang sedang turun, saya sudah mulai menghemat nyala lampu, dan biasanya menggunakan lampu LED untuk menerangi kegiatan saya di depan laptop.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun