Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola, Penulis Biasa nan Sederhana (PBS), dan berharap selalu dapat menginspirasi dan terinspirasi. Cinta Indonesia. Segala tulisan selalu tak luput dari kekhilafan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Usamah dan Pentingnya Percaya dengan Orang Muda

3 Mei 2021   19:56 Diperbarui: 3 Mei 2021   19:56 466 20 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Usamah dan Pentingnya Percaya dengan Orang Muda
Ilustrasi generasi muda. Sumber: Shutterstock/TRIAWANDA TIRTA ADITYA /via Kompas.com

Dulu sewaktu SD, saya pernah membaca buku tentang Usamah. Buku itu saya pinjam dari perpustakaan sekolah.

Setelah membaca kisahnya, saya merasa terinspirasi dan terus mengingatnya. Beberapa hal terasa mirip dengan hidup saya, walau tentu kadar kesulitan dan kondisinya tidak sama.

Namun, ternyata ketika saya sudah bertambah usia, kisah tentang Usamah masih melekat sampai saat ini. Walaupun, saya tahu bahwa dia tidak sebesar nama Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib, Umar bin Khattab, hingga Khalid bin Walid.

Tetapi kisah Usamah cenderung bisa terkait dengan apa yang saya rasakan tentang kehidupan. Soal karakter, saya pikir Usamah juga masih ada di tengah, alias tidak terlalu keras juga tidak terlalu lembut.

Dia cukup taktis dan realistis. Berbeda dengan Umar yang idealis dan Khalid yang sangat berapi-api.

Selain itu, saya membaca kisah tentang Usamah juga untuk mengetahui pola pikir Nabi Muhammad saw terhadap pengemban amanah. Apakah selamanya harus menempatkan orang-orang yang berpengalaman tinggi mengemban tugas berat, atau juga berani merekrut orang-orang yang masih muda.

Menurut saya, mengetahui contoh tindakan yang dilakukan Nabi Muhammad terhadap Usamah akan menjadi landasan penting dalam menghadapi kenyataan. Maksud saya, kenyataan selalu identik dengan perjalanan waktu.

Waktu akan mengubah tatanan kehidupan dan sudut pandang. Dua hal itu kemudian selalu melibatkan orang-orang yang sesuai dengan zaman yang sedang berlangsung.

Itulah yang juga terjadi dalam penunjukan Usamah oleh Nabi Muhammad sebagai panglima perang, walau masih muda. Faktor usia yang masih muda, membuat banyak orang, termasuk yang dekat dengan Nabi Muhammad tidak setuju.

Mereka berpikir lebih baik memercayai orang yang lebih tua dari Usamah. Landasan pengalaman mungkin menjadi tolok-ukurnya.

Tetapi, Nabi Muhammad seperti melihat orang bukan hanya dengan pengalaman, melainkan potensi. Bukan hanya karena Usamah adalah putra Zaid yang merupakan sahabat Nabi Muhammad, melainkan juga adanya potensi serupa, bahwa Usamah juga punya kepribadian yang bagus.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN