Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola, Penulis Biasa nan Sederhana (PBS), dan berharap selalu dapat menginspirasi dan terinspirasi. Cinta Indonesia. Segala tulisan selalu tak luput dari kekhilafan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com | Alamat surel: deddyhsuryanto@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Menjalani Ramadan dengan Cara Berbeda

14 April 2021   04:15 Diperbarui: 14 April 2021   04:18 246 14 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menjalani Ramadan dengan Cara Berbeda
Sumber: Unsplash/Katerina Kerdi via Kompas.com

Ramadan 2021 akhirnya dapat saya jumpai, dengan keadaan sehat. Suatu rasa syukur di balik banyak hal yang masih menjadi rintangan dalam hidup. Saya pikir, semua orang juga demikian.

Tidak ada kebahagiaan mutlak dalam hidup, tetapi kebahagiaan bisa dirasakan dan dicari. Itulah yang membuat saya masih mensyukuri kehidupan, termasuk ketika saya masih mendapatkan kesempatan bertemu dengan Ramadan.

Walaupun masih dalam keadaan pandemi Covid-19, saya tetap senang bahwa Ramadan 2021 terasa lebih baik daripada sebelumnya. Jika dibandingkan Ramadan 2020, kali ini lebih ramai.

Banyak wajah yang optimis menatap dan menjalani Ramadan 2021 dibanding tahun lalu yang penuh kekhawatiran. Meskipun sama-sama tetap bermasker, sorot mata orang-orang saat ini jauh lebih berseri daripada tahun sebelumnya yang sayu dan terlihat paranoid.

Itu juga yang sebenarnya saya alami. Tahun kemarin, saya cenderung sangat waspada, bahkan masih sangat berhati-hati saat keluar, khususnya mencari makanan selepas maghrib.

Saat itu, rasanya seperti sedang berada di tengah pertempuran. Sekalipun saya tidak tahu rasanya berperang, kecuali saat bermain Counter Strike. Namun, saya sangat merasakan ketakutan, bahwa nanti akan terkena virus dan harus dibawa ke rumah sakit.

Pikiran saya langsung begitu, karena saya tinggal di rumah yang padat orang. Saya juga khawatir dengan faktor penyakit bawaan yang saya miliki, karena itu sangat rentan dengan virus Corona.

Saya tidak bisa membayangkan jika hal itu mampir di tubuh saya. Apakah saya cepat tertolong atau tidak.

Soal usia, menurut saya itu adalah daya tawar terhadap potensi bertahan hidup. Tetapi, faktor ekonomi menurut saya berperan penting dalam upaya bertahan.

Mengingat perawatan bagi penyintas Covid-19 adalah suplemen vitamin dan makanan bergizi. Saya tidak bisa membayangkan siapa dan bagaimana membalas kebaikan orang kalau mereka membantu saya untuk sembuh dari Covid-19.

Itulah kenapa, ketika saya masih sehat hingga Ramadan kedua edisi pandemi datang, saya sangat bersyukur. Rasanya seperti saya diberi kesempatan untuk tetap hidup normal hingga kembali bertemu dengan momen yang indah ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN