Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Penulis - Content Writer

Penyuka Sepak Bola. Segala tulisan selalu tak luput dari kesalahan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Balap Artikel Utama

KTM, Pabrikan Bontot yang Lebih Inovatif di MotoGP

1 Januari 2021   20:53 Diperbarui: 2 Januari 2021   04:09 1189
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Perayaan juara seri oleh KTM (Brad Binder) di MotoGP Styria 2020. Gambar: Motogp.com

Faktor ketiga adalah inovasi. Setelah melakukan eksperimen dengan 4 pembalap penguji, kini KTM melakukan inovasi bersama dua pembalap penguji, Mika Kallio dan Dani Pedrosa.

Memang, sejak Pedrosa tiba di paddock KTM pada 2019 lalu, perkembangan motor KTM seperti langsung melejit. Tetapi, ini tidak hanya karena sumbangsih Pedrosa, melainkan juga Kallio.

Dua mantan pembalap MotoGP itu bekerja sama sebagai pembalap penguji KTM yang dapat menghasilkan 6 manfaat kepada timnya. Apa saja?

1. Mengurai kelebihan dan kekurangan motor.
2. Membuat setelan standar pada motor, yang mencakup titik pengereman, kecepatan, dan setelan berdasarkan postur/ukuran tubuh pembalap.
3. Membantu proses adaptasi pembalap reguler.
4. Menjadi perantara antara pembalap dan tim.
5. Memberikan pengaruh pada motor tim satelit.
6. Mengembangkan mesin baru untuk setiap musim baru.

Berdasarkan 6 tugas itu, memang akan menjadi ideal jika dikerjakan oleh lebih dari satu pembalap penguji. Inilah yang kemudian dilakukan oleh KTM. Terbukti, mereka tetap mempertahankan dua pembalap pengujinya untuk mengarungi musim 2021.

Langkah ini tergolong langka, karena semua tim pabrikan biasanya hanya merekrut satu pembalap penguji. Terkecuali Yamaha yang sebenarnya memiliki satu pembalap penguji khusus, yaitu Katsuyuki Nakasuga, selain Cal Crutchlow.

Nakasuga ditempatkan untuk pengembangan mesin di Jepang. Sedangkan, Crutchlow ditempatkan untuk pengujian motor di Eropa. Sebenarnya ini cukup bagus, tapi langkah ini tidak seefektif yang dilakukan KTM.

KTM lebih efektif, karena pengembangan dan pengujian dilakukan di Eropa, yang mana memang menjadi pusatnya kompetisi MotoGP. Dua pembalap pengujinya juga merupakan pembalap yang sarat pengalaman di Eropa, sehingga mereka tahu cara untuk membuat setelan motor sesuai karakteristik sirkuit di Eropa.

Ini yang membuat langkah KTM terlihat lebih baik daripada Yamaha, yang cenderung seperti ada kontradiksi antara tim Eropa dengan tim Jepang-nya.

Kallio dan Pedrosa menjadi salah satu kunci penting progres KTM. Gambar: Kolase Motogp via Otorace.gridoto.com
Kallio dan Pedrosa menjadi salah satu kunci penting progres KTM. Gambar: Kolase Motogp via Otorace.gridoto.com
Faktor keempat alias yang terakhir adalah kerja keras. Memang, semua tim di MotoGP melakukan poin terakhir ini, tetapi KTM terlihat lebih intensif dibandingkan tim-tim lain.

Ada kemungkinan karena KTM memang tim baru, sehingga perlu terus banyak melakukan pekerjaan yang lebih besar agar bisa segera memangkas jarak dengan tim-tim lama. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Balap Selengkapnya
Lihat Balap Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun