Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola, Penulis Biasa nan Sederhana (PBS), dan berharap selalu dapat menginspirasi dan terinspirasi. Cinta Indonesia. Segala tulisan selalu tak luput dari kekhilafan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Dari Ibu, Saya Mendengar Nama Maradona

27 November 2020   15:31 Diperbarui: 28 November 2020   15:24 402 47 10 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Dari Ibu, Saya Mendengar Nama Maradona
Diego Armando Maradona bersama timnas Argentina. Gambar diolah dari: AFP via tribunnews.com

Entah, ada yang percaya atau tidak, bahwa saya bisa mengetahui tentang Maradona karena ibu saya. Tentu, bukan karena ibu saya mantan atlet bola, tetapi karena wawasannya.

Ibu saya suka membaca koran dan majalah, menonton berita, dan tentunya kini cukup lihai menggunakan ponsel pintarnya. Atas dasar itu, dulu ketika saya masih kecil, telinga saya akrab dengan dongeng darinya.

Selain hal-hal umum, ada hal-hal khusus yang ibu bagikan. Salah satunya adalah tentang bola.

Sepertinya saya pernah mengguratkan sekalimat-dua kalimat tentang kesukaannya terhadap Francesco Totti. Namun, selain nama Totti, ibu juga mengungkapkan nama Maradona.

Benar, dari ibu, saya bisa mengetahui nama Maradona, Mario Kempes, Ruud Gullit, dan tentunya Pele. Bahkan, sebenarnya juga tersisipkan nama Michael Jordan (legenda basket).

Sungguh, kalau ibu saya muda saat ini, pasti akan menjadi primadona di tengah penggemar olahraga/bola. Walau di sisi lain, saya tahu bahwa kesukaan ibu dengan bola tidak seadiksi orang kebanyakan.

Dia tahu batas. Itulah yang kemudian menular ke saya, sedikit.

Salah satunya, tidak fanatik pada satu klub. Bahkan, sampai saat ini saya kurang tahu klub apa yang ia suka, dan saya memang tidak ingin menanyakannya.

Hal itu yang membuat saya terinspirasi. Bukan soal menyembunyikan klub jagoannya, melainkan membuat klub yang bukan idaman juga dapat tempat di dalam proses mengapresiasi pertandingan.

Hal ini yang menurut saya jarang terjadi. Banyak orang masih mengedepankan klub idola jika harus berurusan tentang puji-memuji. Padahal, itu hal sepele.

Tinggal bilang cantik saja kenapa susah, jika memang cantik? Terlepas dari suka atau tidak, kalau memang cantik alangkah baiknya dikatakan demikian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN