Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola, Penulis Biasa nan Sederhana (PBS), dan berharap selalu dapat menginspirasi dan terinspirasi. Cinta Indonesia. Segala tulisan selalu tak luput dari kekhilafan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Arteta, Si Kacang yang Tak Lupa dengan Kulitnya

5 Juli 2020   13:37 Diperbarui: 6 Juli 2020   02:21 151 23 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Arteta, Si Kacang yang Tak Lupa dengan Kulitnya
Arteta memberikan instruksi ke para pemain Arsenal di markas Wolverhampton (4/7). Gambar: Twitter.com/@ARSENAL

Setelah laga "pembuka" Premier League era new normal yang menyajikan pertemuan antara Manchester City vs Arsenal, tersiar kabar bahwa Mikel Arteta masih berkomunikasi dengan Pep Guardiola. Bahkan, si pelatih Arsenal itu dikabarkan masih meminta saran kepada Pep.

Awalnya, belum ada ketertarikan untuk memikirkan apa yang diperbincangkan antara keduanya. Namun, ketika Arsenal membuat penampilan yang berbeda di dua laga terakhir (vs Sheffield Utd. dan Norwich City), mulai muncul pemikiran tentang apa ouput dari saran yang diberikan Pep kepada Arteta.

Apakah formasi 3-4-3 adalah salah satu saran yang diberikan Pep kepada Arteta? Apakah ini yang akhirnya diformulasikan Arteta ketika berkomunikasi dengan Pep?

Sejak kekalahan beruntun saat restart Premier League 2019/20, Arsenal kemudian bangkit. Mereka mengalahkan Southampton (2-0), meyingkirkan Sheffield di Piala FA (2-1), menahan Norwich untuk tidak lepas dari degradasi (4-0), dan yang terbaru adalah kemenangan atas Wolverhampton (2-0).

Formasi Arsenal sebelum bertemu dengan Sheffield di Piala FA. Gambar: diolah dari Google-com/Premier League
Formasi Arsenal sebelum bertemu dengan Sheffield di Piala FA. Gambar: diolah dari Google-com/Premier League
Hanya laga melawan Soton, Arsenal bermain tanpa formasi 3-4-3. Namun, permainan Arsenal sudah cukup berbeda. Mereka tidak takut untuk gagal mendominasi maupun tidak merangkai skema permainan yang bagus secara konstan.

Permainan Dani Ceballos dkk. justru fokus pada bagaimana untuk solid dalam bertahan. Mereka juga harus mampu mengisi ruang tengah dengan banyak pemain, dan melancarkan serangan dengan cepat nan efektif.

Pemandangan ini juga terlihat saat Arsenal menghadapi Sheffield dan Norwich. Dua klub itu juga terkadang terlihat seperti dibiarkan oleh Arsenal untuk menguasai bola, lalu dengan itu Aubameyang dkk. membuat pressure tanpa bola.

Baca juga: Arsenal Bantai Norwich City

Memang, seperti yang diakui oleh Arteta bahwa permainan itu bukan tanpa risiko. Tetapi jika melihat hasil akhirnya, terasa worth it.

Hal ini kemudian dipertahankan ketika harus bertandang ke Mollineux Stadium, markas Wolves. Ini bisa dikatakan duel sesungguhnya untuk musim ini, karena secara klasemen sementara Wolves (6) sedang berada di atas Arsenal (7).

Artinya, untuk mampu mendekati posisi zona Eropa, Arsenal harus mengalahkan si tuan rumah. Bahkan syarat ini susah untuk ditawar. Karena laga ini adalah kesempatan yang akan sulit dicari gantinya, jika mengingat tinggal ada 5 laga sisa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x