Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola, Penulis Biasa nan Sederhana (PBS), dan berharap selalu dapat menginspirasi dan terinspirasi. Cinta Indonesia. Segala tulisan selalu tak luput dari kekhilafan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Warna-warni Pekan 21 Liga 1 2019

29 September 2019   09:47 Diperbarui: 29 September 2019   10:37 41 5 1 Mohon Tunggu...
Warna-warni Pekan 21 Liga 1 2019
21 pekan telah berjalan, sudahkah ada prediksi tim mana yang akan sukses di musim ini? | Merdeka.com

Liga 1 2019 ternyata sudah berjalan hingga pekan 21. Meski cukup banyak pertandingan yang harus tertunda, seperti laga Persib Bandung vs Arema FC di pekan 21 ini, kita dapat melihat bahwa jalannya kompetisi Liga 1 masih menarik untuk diikuti. Karena, semakin ke sini kita mulai dapat melihat laju dan potensi dari setiap klub dalam upaya mencapai hasil akhir yang paling maksimal.

Ada beberapa klub yang mulai menunjukkan progres yang baik di paruh kedua, ada pula yang mulai terlihat mengendur. Beberapa klub yang mulai terlihat memiliki momentum terbaiknya di paruh kedua ini adalah Borneo FC dan Persipura Jayapura. Dua klub yang berasal dari 2 pulau yang berbeda itu terlihat mampu menyodok ke papan atas secara bertahap.

Dilatih Mario Gomez, Borneo FC mampu tampil cukup konsisten. (Bola.com)
Dilatih Mario Gomez, Borneo FC mampu tampil cukup konsisten. (Bola.com)
Borneo FC yang masih setia bersama (pelatih) Mario Gomez memang tidak terlihat seperti Bali United, Madura United, bahkan tim kejutan paruh pertama Tira-Persikabo. Mereka cenderung lebih tenang, dikarenakan secara hitung-hitungan poin mereka cukup konsisten. 

Namun, usaha tersebut juga tidak terlihat mudah meski pada akhirnya kita dapat memperhitungkan kiprah mereka khususnya pasca menjalani laga di pekan 21.

Klub berwarna oranye dan bermarkas di Stadion Segiri Samarinda itu berhasil menaklukkan sesama klub oranye, Persija Jakarta dengan skor tipis 1-0. Hasil itu sudah cukup untuk mengantarkan mereka untuk sementara berada di zona 4 besar, alias posisi favorit klub asal Liga Inggris, Arsenal (hehehe). Kemenangan yang diraih ini membuat Borneo FC mulai diperhitungkan di papan atas, khususnya untuk bersaing memperebutkan posisi dua besar.

Memang, tidak ada kata mustahil untuk juara. Namun, dengan jarak (12 poin) antara mereka dengan tim pemuncak klasemen sementara, Bali United, rasanya perlu keajaiban dan di sisi lain perlu mengharapkan juga adanya fase buruk yang dialami klub asal Bali tersebut. Kunci mereka sampai sejauh ini adalah konsistensi dan upaya keras untuk meraih poin (kandang dan tandang). Melalui dua hal tersebut -tanpa harus mencetak banyak gol- Lerby dkk sudah dapat disebut sebagai tim yang sangat berbahaya.

Inilah yang perlu diwaspadai oleh para rival yang biasanya kesulitan untuk menjaga konsistensi apalagi harus terus menjaga raihan poin di setiap laga termasuk di laga kandang -idealnya selalu menang di kandang. Namun, prinsip permainan ini ternyata tidak hanya dilakukan oleh Borneo FC, karena Persipura juga melakukan hal yang sama.

Persipura awalnya terlihat kurang meyakinkan di awal musim. Namun kembalinya Jacksen F. Tiago dapat membangkitkan Boaz dkk. (Bola.com)
Persipura awalnya terlihat kurang meyakinkan di awal musim. Namun kembalinya Jacksen F. Tiago dapat membangkitkan Boaz dkk. (Bola.com)
Tim yang berjuluk Mutiara Hitam itu berhasil memperbaiki permainan mereka pasca pergantian pelatih dari Leandro ke Jacksen F. Tiago. Bahkan, (prediksi) kebangkitan Persipura sudah dinantikan, meski Boaz dkk sempat dikalahkan oleh Persebaya di laga pertama bersama pelatih baru rasa lama tersebut.

Memang, Jacko baru bergabung ke Persipura ketika Liga 1 2019 sudah berjalan sekitar seperempat musim. Namun, pelatih asal Brazil yang sudah lama tinggal di Indonesia itu adalah pelatih yang sudah pernah memberikan gelar juara kepada Persipura. Sehingga, keberadaan Jacko di Persipura seperti orang hilang yang kembali pulang.

Keberhasilan Persipura memulangkan Jacko juga pada akhirnya dapat disebut membuahkan hasil. Memang, mereka tidak serta-merta menjadi kandidat juara. 

Namun, setidaknya mereka mulai berada di habitatnya sebagai salah satu tim papan atas dengan benar-benar menghuni posisi yang tak jauh dari puncak klasemen.

Atmosfer positif tersebut semakin terlihat ketika mereka berhasil mengalahkan PSM Makassar dengan skor meyakinkan 3-1. Hasil itu membuat mereka berada di posisi kelima sekaligus menahan laju PSM yang juga dapat disebut sebagai tim yang ingin kembali berada di zona papan atas. Artinya, kemenangan Persipura di pekan 21 tersebut adalah kemenangan ganda.

Jika 2 klub itu dapat disebut sebagai tim yang sedang memasuki tren positif, maka ada pula klub-klub yang justru mulai menurun atau berada di situasi yang mengkhawatirkan. Mereka adalah Tira-Persikabo, PSS Sleman, Bhayangkara FC, dan Kalteng Putra.

Tira-Persikabo awalnya sangat mengejutkan banyak orang karena mampu berada di puncak klasemen sebelum akhirnya digusur Bali United. (Detik.com)
Tira-Persikabo awalnya sangat mengejutkan banyak orang karena mampu berada di puncak klasemen sebelum akhirnya digusur Bali United. (Detik.com)
Tira-Persikabo memang masih berada di posisi kedua klasemen sementara. Namun, mereka bukannya mampu memangkas jarak ataupun menjaga jarak di sekitaran 5 poin -dengan Bali United, melainkan kehilangan banyak poin. Jarak mereka dengan Bali United pun akhirnya sampai menyentuh 9 poin. Sialnya, Bali United masih memiliki 2 laga yang belum dimainkan. 

Rinciannya, 1 laga di pekan 21 yang baru akan dihelat hari ini (29/9) dan 1 laga tunda. Artinya, jika Fadil Sausu dkk berhasil memenangkan 2 laga itu, mereka akan berjarak 15 poin dengan Tira-Persikabo.

Inilah yang membuat Tira-Persikabo dapat disebut sebagai klub yang sedang menurun performanya. Situasi ini juga membuat tim-tim lain yang awalnya berjarak cukup jauh dengan mereka menjadi semakin dekat dan bahkan memiliki peluang untuk menggusur posisi tim asuhan Rahmad Darmawan itu.

Situasi itu tidak lepas dari kegagalan mereka meraih hasil maksimal di 5 laga terakhir. Mereka hanya mampu mengemas 4 poin. Sedangkan, Bali United mampu meraih 11 poin. 

Ditambah dengan Madura United yang berhasil meraih 8 poin, Borneo FC 9 poin, dan Persipura 10 poin. Artinya, Tira-Persikabo sedang di situasi yang berbahaya -jika mereka masih ingin berada di posisi 2 besar.

PSS Sleman memang masih bagus performanya secara garis besar, mengingat mereka adalah tim promosi. (Bola.com)
PSS Sleman memang masih bagus performanya secara garis besar, mengingat mereka adalah tim promosi. (Bola.com)
Klub kedua yang mengalami situasi serupa adalah PSS Sleman. Klub asal DI Yogyakarta itu memang tetap konsisten berada di posisi 10 besar. Namun, di awal musim mereka mampu bolak-balik mengisi slot 5 besar dan kalaupun turun tak akan jauh-jauh dari posisi tersebut. 

Namun, dengan 2 kekalahan dari 5 laga terakhir membuat mereka perlu segera meraih kemenangan kembali dan berada di peringkat 5 besar lagi.

Sebagai tim promosi, PSS Sleman memang sangat menyita perhatian di paruh pertama. Karena, tim asuhan Seto Nurdiyantoro itu selalu tampil berani dalam menghadapi klub besar nan berpengalaman di Liga 1. 

Namun, dalam beberapa laga terakhir yang dilalui PS Sleman, ketika mereka gagal bermain kompak, kekalahan selalu menjadi hasil akhirnya.

Hal ini juga terlihat kala PSS Sleman dikalahkan Arema FC. Mereka memang mampu meladeni permainan Arema dengan tetap keluar menyerang -khususnya di babak pertama. Namun, permainan mereka cenderung kurang kompak, khususnya ketika bola dipegang Brian Ferreira. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x