Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola, Penulis Biasa nan Sederhana (PBS), dan berharap selalu dapat menginspirasi dan terinspirasi. Cinta Indonesia. Segala tulisan selalu tak luput dari kekhilafan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Empat Modal Penting Bali United untuk Juarai Liga 1 2019

31 Agustus 2019   19:05 Diperbarui: 31 Agustus 2019   19:26 97 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Empat Modal Penting Bali United untuk Juarai Liga 1 2019
Skuad Bali United 2019. (Baliutd.com)

Liga 1 sudah bergulir di musim ketiganya. Pada dua musim sebelumnya, kompetisi tertinggi di persepakbolaan Indonesia tersebut telah menghadirkan dua jawara. Bhayangkara FC berpesta di musim 2017 dan Persija merayakan gelar juaranya di musim 2018.

Memang, tidak ada nama Bali United di sana -sebagai juaranya. Namun, klub asal Pulau Bali itu adalah satu-satunya klub yang tetap konsisten berada di zona papan atas. Hal ini dapat dibuktikan dengan keberadaan mereka di papan klasemen pada dua musim tersebut. Mereka finish sebagai runner-up di musim 2017 dan sempat kembali menjadi kandidat juara di paruh pertama di musim 2018 --namun finish di posisi ketujuh.

Ini memperlihatkan bahwa Bali United konsisten berada di level atas. Artinya, hanya menunggu waktu bagi Bali United untuk dapat tampil lebih hebat dan berhasil keluar sebagai jawara. Situasi pun mendukung Bali United untuk meraihnya di musim 2019 ini. Karena, mereka saat ini berada di puncak klasemen sementara Liga 1.

Stefano Lilipaly dkk sukses mengungguli Tira-Persikabo dengan jarak sementara 8 poin. Perolehan ini banyak dipengaruhi oleh keberhasilan mereka memenangkan duel dengan Tira-Persikabo yang kemudian mengantarkan langsung Bali United ke puncak klasemen. Setelah Tira-Persikabo kesulitan meraih hasil maksimal di beberapa laga selanjutnya, Bali United pun dapat menjauhkan jarak -kini resmi menjadi juara paruh musim.

Klasemen sementara Liga 1 2019 di pekan ke-17/paruh musim. (Screenshot/Google/Liga12019)
Klasemen sementara Liga 1 2019 di pekan ke-17/paruh musim. (Screenshot/Google/Liga12019)

Melihat perjalanan musim yang masih panjang, maka, tidak mengherankan jika persaingan untuk gelar juara masih terbuka lebar bagi beberapa tim apalagi untuk dua tim teratas saat ini (Bali United dan Tira-Persikabo). Dua tim itulah yang saat ini digadang-gadang akan menjadi salah satu pemenang Liga 1 2019.

Namun, jika melirik pada perjalanan Liga 1 sebelumnya, maka Bali United lebih diunggulkan untuk juara -dibandingkan Tira-Persikabo. Karena, secara pengalaman, mereka telah membuktikan berhasil konsisten di zona atas. Tinggal menunggu pembuktian mereka di perjalanan menuju akhir, khususnya di separuh akhir musim. Apakah mereka akan seperti di musim 2017 atau mengulangi nasib di musim lalu -yang berujung mundurnya Widodo C. Putro.

Biasanya dengan terbukanya jendela transfer pemain paruh musim, beberapa klub dapat menemukan momentum kebangkitan. Inilah yang akan membuat posisi Bali United akan rawan digoncang oleh para rivalnya. Bahkan, jika menilik progres beberapa klub, ada yang sudah mengontrak pemain-pemain baru untuk mengarungi putaran kedua musim 2019.

Lalu, apa yang membuat Bali United masih dapat diunggulkan untuk juara di musim 2019 ini?

Pertama, konsistensi Bali United diwujudkan dalam bentuk skuad. Skuad inti Bali United hampir tidak mengalami perombakan besar selama tiga musim ini. Dimulai dari kiper utama yang masih ada Wawan Hendrawan. Lini tengah masih ada M. Taufik, Fadil Sausu, Stefano Lilipaly, dan Irfan Bachdim. Pemain-pemain inilah yang masih mampu diandalkan Bali United meski mereka mengalami pergantian pelatih.

Kedua, keberadaan pelatih yang mampu membawa sebuah klub menjadi juara Liga 1, Stefano "Teco" Cugurra. Bersama Persija, Teco tahu bagaimana caranya menjadi juara, termasuk mengelola tim untuk dapat bertarung di beberapa kompetisi dalam satu musim. Inilah yang membuat Bali United tidak gentar dengan jadwal padat yang diselenggarakan seperti Liga 1 yang kemungkinan akan segera disusul oleh pengguliran Piala Indonesia 2019.

Ketiga, kedalaman skuad Bali United. Berkaitan dengan keberadaan Teco, Bali United di musim ini tergolong sebagai klub yang memiliki kedalaman skuad yang bagus. Lini belakang mereka memiliki tiga-empat bek tengah yang selalu siap mengisi starting line-up; Willian Pachecho, Leonard Tupamahu, Haudi Abdillah dan Gunawan Dwi Cahyo.

Begitu pula di tengah. Ketika Irfan Bachdim absen, masih ada Stefano Lilipaly. Ketika tidak ada Fadil Sausu, maka masih ada M. Taufik dan Brwa Nouri. Bahkan kreator serangan bisa diemban oleh Paulo Sergio yang dapat bergantian peran dengan Fadil, Lilipaly ataupun Irfan Bachdim. Memang, bencana akan datang ketika pemain-pemain ini cedera -mengembalikan performa pemain untuk tim bukan pekerjaan mudah. 

Situasi ini jelas berbeda dibandingkan pemain-pemainnya absen karena panggilan timnas -ketika kembali ke klub masih ada kemungkinan dapat langsung dimainkan.

Sedangkan di depan, mereka ada Ilija Spasojevic dan Melvin Platje. Dua pemain ini bisa bermain bersama ataupun bergantian. Teco tentu akan memperhitungkan strategi matang untuk membuat dua pemain ini dapat berkontribusi maksimal untuk tim. Selain itu, dengan beberapa pemain yang memiliki kemampuan sama bagusnya (di berbagai lini), dapat membuat Teco tidak kawatir harus memilih untuk memainkan pemain yang mana.

Baca juga: Bali United Kalahkan Tira-Persikabo

Ini dapat dilihat dari contoh laga melawan Tira-Persikabo (15/8) dan Arema FC (24/8). Di laga itu, Teco tahu benar apa yang harus dilakukan Bali United berdasarkan keberadaan pemain yang dimiliki di laga itu. Teco tahu bagaimana potensi Ricky Fajrin dan Michael Orah (bek kiri). Teco juga tahu bagaimana tim ini bermain dengan atau tanpa Melvin Platje di depan.

Begitu pula dengan pilihan bek tengah, apakah ingin memainkan Gunawan, Haudi, atau Tupamahu untuk diduetkan dengan Willian Pachecho. Bahkan Bali United tidak gentar ketika harus bermain tanpa Pachecho di lini belakang. Karena, Teco berhasil mendatang Gunawan sebagai bek tengah yang kebetulan merupakan sesama eks Persija (bersama Teco dan Orah).

Ini yang membuat Bali United tidak begitu panik ketika timnas Indonesia sedang memanggil pemain-pemain Liga 1. Hal ini yang berbeda dibandingkan rival-rivalnya, khususnya Tira-Persikabo dan Arema FC. Kedua rival ini cenderung sulit mengimbangi permainan Bali United ketika mereka kehilangan pemain-pemain yang on fire.

Sebut saja Osas Saha (Tira-Persikabo) yang dipanggil timnas Indonesia. Lalu Arema FC yang kehilangan Dedik Setiawan karena cedera. Kebetulan, kedua pemain itu adalah pemain yang sangat diandalkan dalam menjebol gawang lawan. Sehingga, ketika pemain ini absen, kedua tim ini seperti kehilangan taji dalam menjebol gawang lawan, khususnya ketika berhadapan dengan tim yang cara bermainnya tidak gugup seperti Bali United.

Belum dipanggilnya Spaso untuk memperkuat timnas Indonesia juga memberikan cukup keuntungan untuk Bali United di beberapa laga terakhir. (Baliutd.com)
Belum dipanggilnya Spaso untuk memperkuat timnas Indonesia juga memberikan cukup keuntungan untuk Bali United di beberapa laga terakhir. (Baliutd.com)
Inilah yang membuat Bali United untuk saat ini cukup di atas para rivalnya. Mereka juga memiliki satu poin terakhir (keempat) yang dapat menunjang keberhasilan tim ini membangun dan mengembangkan tim pasca perginya Widodo C. Putro di musim lalu. Yaitu, kinerja tim manajemen.

Meski di musim lalu (khususnya di paruh akhir musim) sempat dicerca oleh pendukungnya sendiri karena tim manajemen membiarkan Widodo C. Putro hengkang dan menjadi salah satu alasan Bali United akhirnya terpuruk dan tersalip oleh klub lain. Kini, tim manajemen sepertinya berhasil mengevaluasi kinerja mereka dengan menuruti apa yang diinginkan Teco.

Hal ini dapat dibuktikan dengan keberadaan eks Persija seperti Gunawan dan Orah (sebenarnya termasuk Willian Pachecho). Memang mereka tidak seperti Ismed, Andritany, ataupun Marko Simic yang selalu menyegel skuad utama di musim lalu. Namun, terbukti dengan keberadaan dua pemain ini, Bali United bisa dikatakan cukup seimbang sebagai sebuah tim yang ingin konsisten di papan atas liga.

Selain itu keberadaan Paulo Sergio (eks Bhayangkara FC) juga membuat kinerja Stefano Lilipaly, Irfan Bachdim, dan Fadil Sausu semakin ringan dalam membangun serangan Bali United. Karena ketiga pemain inilah yang awalnya menjadi kreator serangan Bali United. Namun, ketika ada Paulo Sergio, ketiga pemain ini lebih bebas dan ini dapat dilihat di laga melawan Tira-Persikabo dan Arema FC.

Pergerakan Stefano Lilipaly menjadi lebih bebas (free row). Begitu pula dengan Fadil Sausu yang selalu dinantikan umpan-umpan jeniusnya yang dapat memanjakan target man seperti Spaso. Situasi ini akan sulit terjadi jika Bali United tidak memiliki sosok seperti Paulo Sergio.

Spaso yang kembali menemukan kepercayaan dirinya untuk dapat menjebol gawang lawan. (Baliutd.com)
Spaso yang kembali menemukan kepercayaan dirinya untuk dapat menjebol gawang lawan. (Baliutd.com)

Dari perekrutan-perekrutan pemain inilah, tim manajemen Bali United dapat disebut sebagai salah satu faktor yang menyebabkan Bali United masih mampu mempertahankan konsistensi mereka di papan atas Liga 1 -khususnya di musim ini. Tinggal mereka mampu membuktikannya dengan menjadi jawara atau tidak di akhir musim.

Baca juga: Persija Rekrut Xandao

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x