Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola dan Penulis Gadungan, Cinta Indonesia. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Salah Ketik yang Dimaafkan akan Menjadi Kebiasaan

13 Juli 2019   18:28 Diperbarui: 13 Juli 2019   18:33 0 4 1 Mohon Tunggu...
Salah Ketik yang Dimaafkan akan Menjadi Kebiasaan
Ilustrasi mengetik. (Herworld.co.id)

Manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Sebesar dan sekecil apapun, itu pasti ada di dalam segala praktik kehidupan manusia. Tidak peduli pula apa gelar yang tersemat pada manusia, kesalahan akan tetap mengikuti segala gerak-geriknya.

Begitu pula pada para penulis. Mereka juga akan selalu tak lepas dari kesalahan. Salah satu kesalahan yang selalu membayangi tindakan para penulis, adalah salah ketik ataupun juga disebut salah tulis. Kalau dulu, tulisan banyak yang masih diwujudkan dengan goresan tinta dan gerakan (ayunan dan geseran) dari tangan. Namun, kini sudah berbeda. Tulisan sudah dapat dihasilkan melakukan ketukan jemari pada keyboard (di gadget) dan menghasilkan tulisan. Bahkan, kini tulisan itu tidak perlu dicetak (printed) namun juga cukup dengan dipublikasikan melalui media online (uploading) ataupun juga dibagikan melalui perpesanan (chatting) antar orang/kelompok.

Inilah yang membuat kesalahan tulis mulai disebut salah ketik (saltik) -berasal dari aktivitas mengetik di gadget (pc/mobile). Saltik bahkan sering dijumpai pada aktivitas chatting. Baik itu di grup maupun dalam obrolan personal antar satu orang dengan satu orang lainnya.

Mungkin mau latihan wushu perlu mandi dulu ya? (Brillio.net)
Mungkin mau latihan wushu perlu mandi dulu ya? (Brillio.net)
Karena, masih dalam ranah bersantai, maka saltik di dalam chatting tidak terlalu dipermasalahkan. Antar individu bahkan saling memahami dan justru menjadikan saltik sebagai bahan lelucon untuk mencairkan suasana obrolan. Menarik, namun pada akhirnya ini menjadi kebiasaan.

Mengapa orang bisa saltik?

Pertanyaan ini tepat diungkap. Meski jawabannya akan sangat variatif, sesuai dengan keuletan orangnya dalam menciptakan alibi terhadap tindakan yang sebenarnya tak disengaja itu. Ada yang mengatakan bahwa saltik bisa disebabkan karena jempol kebesaran (hehehe). Memangnya, seberapa besar jempol kita?

Jawaban pertama itu masih dapat digolongkan sebagai lelucon. Karena, tentu bukan itu yang membuat saltik terjadi. Toh, di zaman now, perangkat gadget kita semakin lebar. Betul? Jika tidak percaya, coba bandingkan ponsel Anda di masa sekarang dengan ponsel Anda beberapa tahun lalu.

Ponsel masa kini. (Ikeni.net)
Ponsel masa kini. (Ikeni.net)
Begitu pula pada keyboard-nya. Dulu dan sekarang, jelas berbeda. Bahkan, beberapa perangkat ponsel dapat menyediakan fitur menulis cepat (dengan adanya kamus ataupun keyword). Bahkan, jika Anda pengguna tablet, Anda akan mendapatkan fitur menulis dengan gerakan tangan seperti menulis manual (dengan dan tanpa pen-tab atau stylus). Di situ peluang untuk saltik akan sedikit dapat diminimalisir. Bahkan untuk alasan jempol kebesaran, sudah tidak berlaku bukan?

Lalu, apa yang sebenarnya membuat orang (tanpa sengaja) menghasilkan tulisan saltik?

Ada dua hal yang mendasari salah ketik.
Pertama adalah kecepatan menulis. Kedua adalah si penulis tidak membaca saat sedang menulis.

Produk gadget sekarang sudah banyak yang touchscreen-able. (Blog.unnes.ac.id)
Produk gadget sekarang sudah banyak yang touchscreen-able. (Blog.unnes.ac.id)

Faktor pertama memang pasti akan terjadi dan itu sangat wajar. Karena, dengan gadget (khususnya ponsel) masa kini yang 90% produknya adalah touch screen, maka jemari kita akan sangat leluasa (tanpa kontrol) untuk mengetik dibandingkan ketika masih berwujud keyboard fisik.

Selain itu, ketika masih dalam tindakan chatting, maka, keinginan kita adalah harus segera merespon chat orang lain. Sehingga, mengetik cepat adalah suatu keharusan. Begitu pula jika harus mengetik panjang, maka, sangat diharuskan untuk mengetik lebih cepat dengan harapan agar cepat tuntas. Inilah yang membuat hasil tulisan (selalu) tidak bisa luput dari saltik.

Faktor kedua adalah suatu ironi jika memang hal ini terjadi. Namun, bukan berarti, mata kita seratus persen tak membaca apa yang kita sedang tulis. Namun biasanya bukan soal mata kita yang tidak membaca, melainkan fokus kita yang bermasalah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
KONTEN MENARIK LAINNYA
x