Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola, Penulis Biasa nan Sederhana (PBS), dan berharap selalu dapat menginspirasi dan terinspirasi. Cinta Indonesia. Segala tulisan selalu tak luput dari kekhilafan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Kita Dapat Belajar Tata Krama dari Prabowo

13 Juli 2019   15:31 Diperbarui: 13 Juli 2019   17:06 812 10 4 Mohon Tunggu...
Kita Dapat Belajar Tata Krama dari Prabowo
Pertemuan dua putra bangsa Indonesia. | Sumber: Setkab.go.id

Sudah banyak tentunya artikel yang lebih dekat dengan ranah politik dan pemerintahan yang mengulas tentang pertemuan antara Presiden RI Joko Widodo dengan politikus sekaligus capres dua periode berturut, Prabowo Subianto. Pertemuan ini dapat diartikan kebanyak hal bagi setiap orang, begitu pula bagi penulis.

Melalui berbagai analisis pasca membaca beberapa berita tentang pertemuan tersebut, penulis lebih tertarik menyoroti pertemuan tersebut sebagai hal yang bersangkut-paut pada sosial dan budaya. Dewasa ini, dunia sosial sudah terbagi menjadi dua, yaitu sosial media dan sosial nyata.

Hal ini tak lepas dari perkembangan teknologi komunikasi yang semakin canggih dan praktis, membuat semua orang mulai tidak lagi berpatokan pada satu dunia sosial saja. Jika dulu, orang-orang masih sangat mengoptimalkan pertemuan langsung dan dapat bertatap muka. Maka kini, orang-orang sudah memiliki alternatif dalam mengupayakan adanya pertemuan.

Melalui keberadaan sosial media, orang-orang tidak harus selalu direpotkan untuk dapat saling bertatap muka. Apalagi jika mendesak, maka pertemuan melalui sosial media sudah cukup. Toh, ada video calling, bukan?

Namun, bagi beberapa orang, hal itu tidak sepenuhnya bagus. Atau lebih tepatnya, ada pertimbangan tertentu untuk dapat memilah-milah kapan harus bersosial media dan kapan harus bertatap muka.

Prabowo dan Jokowi berbincang. (Sumutkota.com)
Prabowo dan Jokowi berbincang. (Sumutkota.com)

Ada dua pertimbangan yang mendasari keberadaan dua dunia sosial itu, yaitu, kecepatan dan kehormatan. Bagi yang membutuhkan kecepatan, maka sosial media adalah jembatan yang bagus untuk dapat membangun komunikasi antar pihak yang terkait. Sedangkan, bagi orang-orang yang saling menghargai dan menghormati. Maka, pilihan bertatap muka adalah hal yang rasional dan penting untuk dikedepankan.

Inilah yang dapat mendasari apa yang dilakukan dua putra terbaik bangsa yang berani menjadikan dirinya sebagai tameng utama negara dalam dua periode pemilihan presiden (pilpres) beruntun tersebut. Bisa dibayangkan oleh masing-masing tentang apa yang terjadi di pertemuan tersebut. Entah, apa pula (motif) yang mendasari terjadinya pertemuan tersebut.

Keduanya tetap berjabat erat. (Tirto.id)
Keduanya tetap berjabat erat. (Tirto.id)

Satu hal yang pasti adalah keduanya masih mampu memberikan contoh yang tepat, sekaligus menjadi pengingat kepada masyarakat di masa kini. Bahwa, keputusan dalam berinteraksi harus melalui pertimbangan terlebih dahulu. Jangan sampai hanya berpatok pada satu sisi; keuntungan, namun juga harus memikirkan sisi lainnya, yaitu etika.

Kekurangan masyarakat masa kini di luar dari kepandaiannya yang semakin membahana, adalah etika. Kode etik yang sebenarnya selalu membayangi (tersirat) di setiap tindak-tanduk kita dalam bertindak dan berinteraksi, acapkali terabaikan. Karena kita sudah semakin dimanjakan dengan kecepatan dan tanpa perlu basa-basi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN