Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Penulis - Content Writer

Penyuka Sepak Bola. Segala tulisan selalu tak luput dari kesalahan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Berpulangnya Sang Penginspirasi

7 Juli 2019   10:59 Diperbarui: 7 Juli 2019   16:53 42
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Jokowi dan Sutopo. (Dream.co.id)

Mungkin bagi beberapa orang akan turut merasakan kehilangan dan beberapanya lagi akan mengatakan bahwa penulisan ini adalah tulisan klise. Benar atau tidak, penulis akan menyampaikan sedikit tentang "behind the scene" dari terciptanya tulisan ini.

Memang, penulis hanya merupakan orang jauh yang tidak pernah bertemu dengan Pak Sutopo Purwo Nugroho atau yang juga dipanggil Sutopo BNPB. Beliau memang bekerja di BNPB (sebagai Humas), sehingga dipanggil demikian. 

Namun, bukan soal pekerjaannya yang membuatnya menjadi figur yang penulis ketahui saat itu -dan dikenal masyarakat Indonesia, melainkan karena tagar yang trend di salah satu media sosial saat itu.

Tagar itu berkaitan antara Pak Sutopo dengan salah satu penyanyi terkenal Indonesia, Raisa. Melalui tagar itu pula penulis mencoba mencari tahu tentang beliau. Tidak ketinggalan pula untuk menjadi follower-nya demi dapat mengetahui update terbaru dari akun tersebut.

Pada saat itu penulis dapat melihat sosok beliau sebagai orang yang dapat menjalankan kegiatannya dengan profesionalitas yang tinggi. Beliau tahu kapan kerja dan kapan berbagi kisah di balik kehidupannya yang terkadang tertangkap oleh kamera itu. Apalagi sejak trending tagar tersebut, nama Sutopo menjadi figur baru yang selalu dinantikan cuitan-cuitan inspiratifnya.

Kebersamaan Sutopo dengan Jokowi. (Dream.co.id dan Instagram/Jokowi)
Kebersamaan Sutopo dengan Jokowi. (Dream.co.id dan Instagram/Jokowi)

Luar biasanya Pak Sutopo adalah beliau tetap mampu bekerja meski sudah tidak bisa lagi disebut sehat. Bahkan beliau seringkali menyatakan jika dirinya selalu memerlukan infus pra dan pasca kegiatan. Beliau juga menceritakan bahwa saat sakit, segalanya menjadi sulit untuk dilakukan. Seperti bercuit di akunnya (mengetik di ponsel), maupun menulis biasa.

Meski penulis bukan orang terdekatnya, namun penulis cukup dapat berempati dengan beliau. Bukan karena sakitnya, namun karena kerja kerasnya dalam membagi kapasitas tubuhnya untuk melawan penyakit dan tetap bekerja. 

Apalagi, beliau juga sering menjadi pembicara di seminar-seminar. Sehingga, itu bukanlah aktivitas yang biasa bagi orang yang seharusnya sudah berbaring di ruang perawatan secara intensif.

Inilah yang membuat penulis merasa terinspirasi meski pada akhirnya sulit juga untuk mengikuti jejaknya. Dari sini, penulis menganggap Pak Sutopo adalah salah satu sosok spesial yang mampu membukakan mata masyarakat bahwa kehidupan orang itu sama. Setiap orang punya masalahnya masing-masing, namun, bagaimana orang itu mampu tetap menjaga profesionalitasnya saat berada di ruang umum.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun