Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola dan Penulis Gadungan, Cinta Indonesia. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Kisahuntukramadan Pilihan

Surat Terbuka untuk Rakyat Kreatif Indonesia di Hari Kemenangan

4 Juni 2019   20:17 Diperbarui: 4 Juni 2019   20:20 0 7 5 Mohon Tunggu...
Surat Terbuka untuk Rakyat Kreatif Indonesia di Hari Kemenangan
Ilustrasi kreatif. (Kumparan.com)

Saya tidak mampu mengkhususkan surat ini kepada kaum tertentu. Misalnya, hanya kepada penulis di Kompasiana, pembaca setia Kompasiana yang biasanya juga merupakan penulis di Kompasiana. Atau misalnya kepada orang-orang khusus penikmat dan pelaku sastra, orang teater, orang musik, orang pelukis, bahkan juga beberapa teman saya yang berprofesi sebagai komikus misalnya.

Namun, surat ini saya tujukan kepada orang-orang yang merasa dirinya kreatif. Orang-orang yang masih berkenan menggali potensi di dalam dirinya, mengasah kemampuan berpikirnya, termasuk menghasilkan berbagai hal yang positif bagi dirinya, orang sekitarnya termasuk negeri tercinta ini; Indonesia.

Jika Anda merasa diri Anda merupakan salah satu orang kreatif tersebut, maka, tersenyumlah, karena Anda telah mendapatkan 'surat cinta' ini di masa menyambut hari kemenangan yang telah hadir di depan pintu rumah kita keesokan hari (5/6). Kapanpun Anda membaca surat terbuka ini, harapannya Anda tidak sedang berada di perjalanan apalagi sambil menyetir sendiri kendaraan Anda. Anda harus sangat rileks.

Surat ini tidak mengajak Anda untuk semakin kreatif, karena Anda semua sudah pasti merupakan orang kreatif---jadi tidak perlu dimotivasi. Sehingga, surat terbuka kali ini hadir untuk mengajak Anda semua untuk tidak pernah menyerah dalam memperkenalkan kekreatifan Anda kepada orang lain. Jangan sampai kekreatifan Anda tenggelam hanya karena orang di sekitar Anda tidak tahu apa potensi Anda dan juga tidak tahu apa pentingnya dari tindakan kreativitas Anda.

Dewasa ini, mendapati adanya profesi sebagai full-time blogger, part-time blogger, jurnalis online, komikus online, novelis online, hingga yang paling booming adalah menjadi youtuber akan sedikit mengernyitkan dahi bagi beberapa orang di sekitar Anda yang terkadang tidak mampu mempercayai kemampuan Anda di bidang tersebut.

Saya mencermati hal ini bukan karena bidang-bidang tersebut sulit untuk menghasilkan uang. Namun lebih ke arah kesanggupan Anda tentang seberapa tahan Anda tetap berada di bidang tersebut ketika pendapatan di bidang tersebut tidak semapan pendapatan pegawai kantoran---apalagi ASN. Sehingga, keraguan seringkali muncul ketika orang di sekitar Anda telah mengetahui apa yang Anda kerjakan dan mereka biasanya akan menganggap Anda tidak akan bisa meraih kesuksesan (materi) dengan pekerjaan yang sedemikian rupa.

Sebenarnya pandangan ini tidak dapat dipungkiri begitu saja, karena berada di bidang semacam itu, kita tidak hanya dituntut untuk menyiapkan waktu sesuai jam kerja yang dibutuhkan selayaknya profesional. Namun juga kekayaan dari ide-ide yang dapat Anda munculkan dan itulah yang nanti akan menjadi bahan bakar pembuatan karya-karya (hasil kerja) di bidang tersebut.

Artinya, menjadi pekerja di dunia kreativitas itu tidaklah mudah. Bukan karena persaingannya yang semakin banyak. Bukan pula pada pendapatannya yang tidak menentu. Namun pada seberapa banyak ide-ide yang dapat Anda keluarkan? Seberapa jauh kekreatifan Anda menentukan besar-kecilnya apresiasi dari orang lain? Seberapa banyak petualangan Anda? Serta seberapa berani Anda membuat inovasi-inovasi dari karya-karya yang sudah ada?

Sampai tahap yang krusial adalah seberapa besar keteguhan Anda untuk tetap berada di bidang tersebut? Sanggupkah mencukupi kebutuhan makan-minum dengan uang hasil part-time blogger? Sudah balikkah modal piutang untuk bayar listrik demi dapat mengomik digital? Seberapa besar pula jaringan ngopi (numpang wifi) Anda untuk dapat menjadi youtuber yang harus selalu unggah video menarik dan tentunya membutuhkan akses internet besar (byte-nya) dan cepat (mbps-nya)?

Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang sebenarnya akan mengiringi loyalitas Anda sebagai bagian dari rakyat kreatif yang tak takut untuk tidak menyentuh dunia pekerjaan formal yang sebenarnya jauh lebih menjanjikan dibandingkan pekerjaan-pekerjaan seperti itu.

Di akhir surat ini---sebagai penutup, saya mengharapkan bahwa Anda semua dan mungkin termasuk saya (kita), seharusnya mulai sekarang dapat terus memberikan pengertian dan pembuktian kepada orang-orang di sekitar kita termasuk orang-orang yang sangat peduli dengan keberlangsungan hidup kita---seperti orangtua. Biasanya letak dilematis rakyat kreatif maupun yang ingin kreatif adalah menaklukkan pemahaman yang dimiliki oleh para orangtuanya.

Mereka harus tetap dirangkul sebagai bagian dari proses kreativitas Anda dan upaya untuk menggapai kemenangan yang sejati. Yaitu, kebahagiaan hidup dengan menjalani karir yang sesuai dengan potensi dan minat pribadi. Sehingga jalan Anda di saat ini, bukan karena teman, lingkungan, keluarga, termasuk orangtua. Namun murni dari pilihan yang dapat Anda tentukan, pertahankan, dan kembangkan.

Selamat menyambut dan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H, sebagai orang kreatif---milik Indonesia---yang tetap berupaya keras untuk hidup meski tidak dengan kemapanan yang mutlak. Semoga kehidupan Anda semua selaku rakyat kreatif Indonesia dapat menjalani kebahagiaan dan merasakan kemenangan dengan saling mengintropeksi diri, serta tidak gentar untuk menunjukkan jati dirinya sebagai orang kreatif yang siap menjanjikan THR di masa depan. Aamiin...


Tulungagung, 4 Juni 2019
Deddy Husein S.