Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Penulis - Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola, Penulis Biasa nan Sederhana, dan berharap selalu dapat menginspirasi dan terinspirasi. Cinta Indonesia. Segala tulisan selalu tak luput dari kekhilafan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

3 Hobi ini Sangat Tepat untuk Ngabuburit

20 Mei 2019   23:31 Diperbarui: 20 Mei 2019   23:33 16 4 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi kegemaran. (Novitamaharani17.blogspot.com)

Berbicara tentang hobi, setiap orang pasti memiliki hobi, dan terkadang tidak hanya satu hobi, namun bisa lebih dari satu bahkan lebih dari dua. Termasuk penulis. Penulis kali ini ingin berbagi sedikit tentang hobi atau kegemaran yang biasanya dilakukan khususnya saat menunggu waktu berbuka.

Dimulai dari menonton film atau koleksi tv serial manca yang ada di gadget (PC/ponsel). Biasanya menonton film ini akan diukur dengan durasi yang dimiliki film tersebut dengan durasi yang sesuai dengan waktu berbuka. Biasanya durasi film yang dipilih tidak akan mencapai 2 jam. Cukup 1,5 jam untuk menonton film/tv serial.

Mengapa harus demikian?
Karena, tidak akan mungkin penulis terus menonton sampai adzan maghrib berkumandang sedangkan makanan dan minuman untuk berbuka belum ada. Maka, biasanya penulis akan memulai menonton selepas Ashar, sekitar pukul 16.00-17.00. Jika di pukul 17.00 belum selesai, maka dipastikan akan dijeda dan penulis memilih untuk pergi mencari takjil dan menu berbuka.

Namun, biasanya, penulis juga pernah memilih untuk menonton film/tv serial sampai adzan berkumandang ketika menu berbuka sudah didapatkan sejak pukul 16.00. Maka, penulis tidak merasa ada tanggungan yang mengganjal ketika kebutuhan yang terpenting sudah terpenuhi.

Meski kegiatan menonton adalah kegemaran yang ditempatkan di urutan pertama, namun secara pribadi, penulis tidak menyarankan kegemaran ini dijadikan aktivitas rutin saat ngabuburit. Karena, waktu yang dibutuhkan untuk menonton terlalu banyak. Oleh karena itu, ada pilihan kedua yang dapat dilakukan oleh penulis untuk mengisi waktu luang dalam menunggu waktu berbuka. Yaitu, menulis.

Sudah banyak artikel di Kompasiana yang menyinggung kegiatan ini sebagai kegemaran para penulis di Kompasiana. Suatu hal yang wajar. Karena, memang itulah yang biasanya dilakukan oleh orang-orang yang sedang berupaya menasbihkan dirinya sebagai penulis. Maka, penulis pun melakukan hal yang sama.

Khusus di Ramadan tahun ini, penulis mengisi waktu ngabuburit dengan menulis konten yang dapat diunggah di Kompasiana dan biasanya untuk mengikuti tantangan samber THR yang diadakan oleh Kompasiana. Jika ingin mengetahui kapan, penulis menulis konten itu, maka, jawabannya adalah ketika ngabuburit penulis melakukannya. Waktu 1-1,5 jam sangat cukup untuk memikirkan, mencari bahan, dan menulis, serta merevisi tulisan tersebut.

Ketika tulisan itu jadi, biasanya jika tidak sehabis berbuka, maka setelah pukul 20.00, penulis akan mengunggah tulisan tersebut. Secara pribadi ini adalah kegiatan yang bisa disebut kegemaran namun juga tanggung jawab. Karena, ketika sudah berniat mengikuti event Ramadan ini, maka, penulis juga harus berupaya untuk selalu 'melunasi' tanggung jawab tersebut.

Pilihan ketiga untuk kegemaran yang cocok dilakukan ketika ngabuburit adalah berada di masjid. Seperti yang penulis sudah singgung di beberapa artikel tentang samber THR dengan tema-tema sebelumnya, bahwa menunggu waktu berbuka dengan berada di masjid itu adalah kegiatan yang sangat menarik dan secara pribadi ini adalah kegemaran yang spesial.

Spesial, karena hanya dilakukan ketika Ramadan saja, dan biasanya akan menjadi suatu hal yang dirindukan ketika hal ini tidak lagi dilakukan seperti tahun ini. Secara pribadi hal ini bisa menjadi sebuah kegemaran yang sangat positif ketika dilakukan saat ngabuburit. Karena, tak hanya mencari takjil gratis, namun juga mendapatkan ilmu yang bermanfaat tentang agama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Kisah Untuk Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan