Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola dan Penulis Gadungan, Cinta Indonesia. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Liverpool Berada di Antara Premier League dan Liga Champions

22 April 2019   09:05 Diperbarui: 22 April 2019   09:24 0 4 2 Mohon Tunggu...
Liverpool Berada di Antara Premier League dan Liga Champions
Selebrasi pemain Liverpool. (Theguardian.com)

Seperti seorang gadis yang dipinang dua orang laki-laki yang berbeda karakter. Satunya royalis, satunya lagi loyalis. Jika ingin memiliki yang royalis, hidup akan terasa menyenangkan. Karena apa saja akan dituruti dengan mudah. Namun, siap-siap untuk cemburu jika mengetahui si laki-laki ternyata melakukan hal yang sama kepada orang lain. 

Begitu pula dengan si loyalis. Si dia akan tetap bersama sang gadis pujaan meski berada di kondisi apapun. Namun, terkadang sosok loyalis juga susah untuk maju secara ekonomi. 

Karena mindset seorang loyalis juga memperlakukan cara yang sama dalam bekerja. Dia akan tetap bekerja di tempat yang sama meski gajinya tidak seberapa dibandingkan bekerja di tempat lain. Selain itu juga sedikit susah untuk multitasking.

Si gadis dilema.

Sama seperti apa yang mungkin terjadi di Liverpool.
Mereka tentu ingin sekali juara Premier League untuk pertama kalinya di era yang baru. Mereka ingin segera mendekati torehan 20 gelar yang dimiliki Manchester United yang juga semakin sulit untuk menambah pundi-pundi gelar Premier League di waktu yang dekat.

Namun, di sisi lain, Liverpool dihadapkan pada peluang untuk dapat kembali ke final Liga Champions dan menggapai asa juara. Secara logika, Liga Champions memiliki prestis yang besar. Menjadi juara di Liga Champions sama halnya menjadi klub terbaik di Eropa selama satu musim tersebut. Namun, benarkah menjadi juara Liga Champions akan membuat Liverpool dianggap yang terbaik di Eropa?

Atau, benarkah juaranya Liverpool di Liga Champions akan membuat nama mereka tidak lagi diremehkan di Premier League?

Satu hal yang menjadi pertanyaan yang sebenarnya adalah mindset terhadap status juara Liga Champions. Apakah dapat menjadi prioritas bagi klub Liga Inggris, atau mereka memilih untuk realistis dan kembali fokus ke Liga Inggris?

Jika itu penulis, mungkin juara Liga Champions lebih penting bagi Liverpool. Selain bonus juara tertinggi di Eropa, nama mereka juga akan terpahat sebagai salah satu klub Inggris yang besar di Eropa. Tidak hanya di Inggris. Karena, sebenarnya tanpa titel Premier League, nama Liverpool tetap besar untuk tahun ini, tahun depan, bahkan lima tahun kemudian, Liverpool masih merupakan tim besar. Hal ini bisa didasarkan pada performa mereka yang mampu konsisten berada di dua besar dalam dua musim terakhir liga.

Namun, ada sisi kekurangan jika Liverpool kembali gagal juara Premier League. Mentalitas. Mentalitas dalam bertarung jangka panjang tentu hanya bisa didapatkan dalam kompetisi sepanjang musim di Premier League. Sehingga, ketika sebuah tim mampu menjadi juara di sana, maka, secara tak langsung mereka juga memiliki kemampuan untuk bertarung di kompetisi lainnya.

Akan tetapi, gaya bertanding di Liga Inggris dengan Liga Champions tentu perlu pendekatan yang berbeda. Liga Inggris memiliki kultur bermain yang nyaris sama---yang membedakan adalah filosofi taktik pelatihnya. Sedangkan di Liga Champions kultur bermainnya sangat variatif. Apalagi jika harus kembali melihat kebangkitan sepakbola di Belanda dan Portugal. 

Maka, tim asal Inggris perlu untuk belajar bermain taktik menghadapi tim yang super kolektif dan tidak gentar untuk menghadapi tim bernama besar. Ini yang menjadi perbedaan dan seharusnya perlu dikedepankan oleh Liverpool, alih-alih mengikhlaskan perjalanan mereka hanya sampai di semifinal.

Namun, ada satu ganjalan ketika Liverpool tidak memilih Liga Champions sebagai prioritas. Yaitu, ketika kembali lagi ke Premier League, mereka akan dihadapkan pada pertempuran sengit antara mereka dan Manchester City yang sedang terluka di Liga Champions. Mereka perlu mewaspadai persaingan alot dengan Manchester City, termasuk mewaspadai kejutan-kejutan dari klub-klub papan tengah dan papan bawah yang ingin bertarung habis-habisan menjelang garis finish.

Lalu, bagaimana dengan pilihan Liverpool?

Bagaimana dengan pilihan si gadis yang sedang dipinang dua laki-laki yang berbeda karakter? Mampukah untuk memilih salah satunya? Atau, malah tidak memilih keduanya?



Malang, 22 April 2019
Deddy Husein S.