Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola, Penulis Biasa nan Sederhana (PBS), dan berharap selalu dapat menginspirasi dan terinspirasi. Cinta Indonesia. Segala tulisan selalu tak luput dari kekhilafan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Mengapa Juventus Tetap Dominan di Serie A Musim Ini?

19 April 2019   14:13 Diperbarui: 20 April 2019   21:21 0 1 0 Mohon Tunggu...
Mengapa Juventus Tetap Dominan di Serie A Musim Ini?
Selebrasi gol Juventus. (Cbc.ca)

Pertanyaan ini bisa mengemuka, karena melihat rentetan juara Juventus terus berlanjut bahkan sampai di musim ini. Walau belum resmi dinyatakan juara, siapapun pasti sudah dapat melihat bahwa Juventus pasti juara. Selisih poin yang begitu besar* dapat membuat Juventus akan kembali merayakan scudetto---sebutan juara liga di Serie A.

Lalu, apakah benar Juventus berjaya karena kualitas mereka adalah yang terbaik? Atau, sebenarnya para rival yang tidak memiliki kualitas yang sejajar dengan Juventus?

Jika melihat secara permainan, Juventus memang lebih baik. Selain itu, mentalitas untuk memenangkan pertandingan terlihat selalu tinggi. Termasuk ketika berduel dengan para rival.

Seperti saat melawan AC Milan, Juventus berhasil menang di dua pertemuan Serie A. Melawan Inter Milan, Chiellini dkk menang di pertemuan pertama (pertemuan kedua belum digelar). Begitu pula saat melawan runner up sementara, Napoli. Skuad Bianconerri sukses memenangkan dua pertemuan di musim ini. Artinya, tidak ada yang mampu menghentikan laju Juventus di musim ini (lagi).

Begitu pula ketika melihat performa Juventus di kompetisi Eropa. Hanya Juventus yang mampu tampil lebih baik. Karena Inter Milan, AS Roma, dan Napoli tidak mampu berbuat banyak. Bahkan nama terakhir harus mengikuti jejak Juventus, tersingkir dari UEFA Europa League. Artinya, dua tim terbaik Serie A saat ini memiliki nasib yang sama. Terkhusus pada Napoli, yang mana mereka adalah satu-satunya harapan dalam upaya menjegal laju Juventus di Serie A musim ini.

Harapan ini bukan tanpa sebab. Karena, Napoli kini dilatih oleh salah seorang pelatih Italia terbaik, Carlo Ancelotti. Bermodalkan banyak pengalaman melatih klub Italia dan Eropa, tentunya Don Carletto diharapkan dapat membawa Napoli untuk menyaingi Juventus secara ketat. Namun, harapan tinggal harapan, yang terjadi saat ini tetap seperti apa yang terjadi di musim-musim sebelumnya. Tidak ada yang mampu menghentikan laju impresif Juventus. Baik itu klub papan atas maupun klub kuda hitam.

Di satu sisi, ini adalah suatu hal yang menguntungkan bagi Juventus apalagi bagi pendukungnya. Namun, di satu sisi, ini dapat berimbas pada kualitas sepakbola Italia secara keseluruhan.

Apalagi jika melihat permainan tim-tim Italia saat berlaga di kompetisi Eropa. Cara mainnya tidak lebih dari klub-klub peringkat 4-6 dari wakil Liga Inggris, ataupun klub-klub kuda hitam dari Belanda dan Jerman. Padahal status mereka di Serie A adalah tim papan atas.

Salah satu contohnya adalah Napoli
Contoh pertandingan yang paling segar adalah saat Napoli bermain di Liga Europa dan bertemu dengan peringkat keenam Liga Inggris musim lalu, Arsenal. Sebelum melangkah pada hasil akhirnya, kita perlu melihat kembali bagaimana permainan Napoli baik di leg pertama maupun di leg kedua. Tidak jelas!

Memang di leg pertama permainan Napoli lebih bagus. Mereka lebih berani keluar menyerang dan cukup tajam dalam mengancam pertahanan dan gawang Arsenal. Namun di leg kedua, performa Napoli justru terlihat cepat kehilangan arah. Frustrasi! Bahkan pemandangan ini sudah terlihat jauh sebelum gol semata wayang Arsenal dari Alexandre Lacazette tercipta. Napoli benar-benar terlalu cepat kehilangan arah.

Inilah yang terlihat aneh. Karena, mengingat mereka tampil di kandang sendiri dan memiliki pelatih yang seharusnya sangat faham dengan cara main klub asal Inggris. Namun, prakiraan itu tidak terjadi di pertandingan 8 besar ini. Mereka justru seperti terlihat sedang 'belajar menyerang', karena tidak banyak ancaman yang tepat sasaran.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN