Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola, Penulis Biasa nan Sederhana (PBS), dan berharap selalu dapat menginspirasi dan terinspirasi. Cinta Indonesia. Segala tulisan selalu tak luput dari kekhilafan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Timnas Indonesia Menang dengan Taktik Praktis ala British

26 Maret 2019   16:24 Diperbarui: 26 Maret 2019   17:08 430 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Timnas Indonesia Menang dengan Taktik Praktis ala British
Skuad timnas di laga uji coba melawan Myanmar (25/3). (Bola.kompas.com)

Kemenangan Indonesia terhadap Myanmar di laga persahabatan (25/3) kemarin adalah suatu hal yang menarik bagi pecinta sepak bola nasional. Layaknya sedang bermain roller coaster, pendukung timnas merasakan sensasi turun dan naik kala melihat hasil pertandingan timnas sepakbolanya. Di level U-23, publik Indonesia (bisa dikatakan sedang) berduka. Namun, selang sehari kemudian, publik Indonesia (kembali) bersuka-cita.

Karena, timnas senior sukses mengandaskan tim tuan rumah, dalam laga persahabatan di kalender FIFA. Bermain di Myanmar (Mandalay), skuad asuhan Simon McMenemy ini sudah cukup berhasil menunjukkan tajinya dengan skor 2-0. Gol dua penyerang naturalisasinya, Greg dan Spaso, mengantarkan sang Garuda 'terbang lagi'.

Memang, ini hanya pertandingan persahabatan. Namun, pertandingan yang digelar di kalender FIFA, atau disebut jeda internasional ini, bisa dijadikan sebagai langkah positif bagi timnas untuk dapat mencari poin di klasemen FIFA. Hal inilah yang membuat kemenangan timnas Indonesia bisa disebut penting dan spesial.

Penting, karena ada sangkut-pautnya dengan perolehan poin. Spesial, karena ini laga debut Simon sebagai pelatih timnas Indonesia di laga 'resmi' dalam kalender FIFA. Kemenangan ini bisa menjadi awal dari upaya membangun optimisme terhadap prospek timnas di tahap selanjutnya. Yaitu, membangun pondasi kuat nan solid untuk berkompetisi di Piala AFF 2020 nanti.

Selain itu, pertandingan ini juga menunjukkan kinerja Simon sebagai pelatih asing yang berani eksperimen dan memberikan kesempatan kepada pemain-pemain lama dan pemain-pemain baru (yang dipanggil timnas tahun 2018). Artinya, ada upaya kombinasi untuk mencari formula yang ideal bagi timnas. Minimal untuk jangka satu-dua tahun ke depan.

Kita bisa melihat bagaimana kembalinya pemain-pemain seperti Manahati Lestusen, Rizky Pellu, Yanto Basna, dan bahkan muncul nama pemain senior Yustinus Pae untuk dapat mengisi skuad timnas di laga persahabatan ini. Pemain-pemain ini berbaur dengan pemain-pemain timnas yang sudah rutin berada di timnas dalam 2-4 tahun terakhir. Seperti Stefano Lilipaly, Andritany, dan Hansamu Yama.

Selain itu, Greg Nwokolo yang lama tak mengenakan seragam timnas, akhirnya kembali tampil dengan seragam berlambang Garuda. Penampilannya juga tetap enerjik, mobile, dan bahkan berhasil mencetak gol, sekaligus berselebrasi salto---aksi yang sudah cukup lama tak terlihat lagi di pemain Madura United ini.

Kembali dipanggilnya Greg memang karena pemain ini mulai mendapatkan menit bermain yang konsisten di klub dan kondisi kebugarannya juga sudah stabil dibandingkan beberapa waktu lalu. Artinya, timnas Indonesia kembali memiliki banyak pemain yang skill-full di posisi winger. Keberadaan Greg di laga ini juga membuat konsentrasi pemain lawan cukup terganggu, karena, timnas Indonesia tidak hanya mengandalkan Riko Simanjuntak dan Lilipaly, namun juga ada Greg di sana.

Jika melihat komposisi pemain di laga ujicoba ini, timnas terlihat sudah cukup ideal. Karena, sudah terlihat seimbang antara kekuatan di starting-eleven dengan pemain di bangku cadangan. Tinggal melihat situasi pemain ketika sudah memasuki musim kompetisi secara penuh di 2019 ini dan 2020 nanti. Apakah mereka masih mampu menjaga standar maksimal permainan mereka atau tidak.

Selain itu, laga ini juga memperlihatkan permainan timnas yang tidak banyak melakukan praktik possession football, melainkan permainan praktis yang cepat dan fleksibel---perpindahan posisi pemain dan tidak tidak bertumpu pada satu-dua pemain saja dalam membangun serangan. Ini menjadi sinyal bagus bagi timnas yang di 2018 kemarin kehilangan bentuk permainannya secara mendadak. Artinya, keberadaan Simon sudah dapat membangunkan para pemain timnas untuk dapat bermain dengan taktik yang jelas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN