Mohon tunggu...
Deby Windayani Pohan
Deby Windayani Pohan Mohon Tunggu... Informasi mengenai perbankan

Semoga bermanfaat

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

DAMPAK SUKUK RITEL TERHADAP PEREKONOMIAN NASIONAL DI TENGAH WABAH COVID-19

3 Agustus 2020   20:35 Diperbarui: 12 Agustus 2020   23:37 109 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
DAMPAK SUKUK RITEL TERHADAP PEREKONOMIAN NASIONAL DI TENGAH WABAH COVID-19
images-jpeg-5f321019d541df4b11149de2.jpg

Nama        : Deby Windayani Pohan

Jurusan    : Perbankan Syariah

Nim           : 0503196236

Bursa efek syariah menjadi sumber modal bagi kebutuhan suatu industri. tidak terkecuali adalah Negara yang membutuhkan sejumlah dana guna membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Guna memenuhi kebutuhan tersebut negara menawarkan Obligasi Syariah (Sukuk) kepada masyarakat yang memiliki kelebihan dana untuk menginvestastasikan kepada negara melalui Sukuk. Kata Sukuk memiliki arti sertifikat atau dokumen, yang berasal dari kata ‘sakk’, dalam peristilahan ekonomi jamak dari kata sakk berarti legal instrument, deed atau check. Saat ini sukuk yang banyak diterbitkan berdasar pada akad ijarah atau sewa, dimana hasil investasi akan dihasilkan berdasarkan arus arus pembayaran sewa tersebut. Tidak hanya itu saja  sukuk diterbitkan dalam bentuk akad syariah. Sukuk diterbitkan oleh Special Purpose Vehicle (SPV). Akad yang digunakan untuk sukuk biasanya menggunakan akad ijarah, mudharabah, murabahah, musyarakah, istishna, dan juga salam.


Keadaan seperti saat ini, dengan adanya pandemi covid19 berimbas juga pada penerbitan sukuk. Dapat diketahui covid19 merupakan virus RNA strain tunggal positif, berkapsul dan tidak bersegmen. Corona virus tergolong Ordo Nidovirales, keluarga Coronaviridae. struktur corona virus membentuk struktur seperti kubus dengan protein S berlokasi di permukaan virus. Protein S atau spike protein  merupakan salah satu protein antigen utama virus dan merupakan struktur utama untuk penulisan gen. Protein S ini berperan dalam penempelan dan masuknya virus kedalam sel host (interaksi protein S dengan reseptornya di sel inang). Corona virus bersifat sensitif terhadap panas dan secara efektif dapat diinaktifkan oleh desinfektan mengandung klorin, pelarut lipid dengan suhu 56℃ selama 30 menit, eter, alkohol, asam perioksiasetat, detergen non-ionik, formalin, oxiding agent dan kloroform.Klorheksidintidak efektif dalam menonaktifkan virus.


Dengan adanya virus ini, sukuk mengalami penurunan terbukti dari penarikan lelang SBSN atau sukuk yang dilakukan oleh pemerintah. Dari lelang tersebut pemerintah mendapatkan dana sebesar 6,6 triliun. Hal tersebut masih kurang dari target yang ditetapkan namun angka ini cukup tinggi mengingat kelesuan ekonomi yang terjadi saat ini. Dana yang terkumpul dari lelang itu akan dipegang pemerintah untuk kemudian disalurkan ke dunia usaha melalui kredit khusus yang dibuat semurah mungkin. Hal ini bertujuan untuk mengurangi PHK yang banyak terjadi akibat perusahaan kekurangan cashflow dan likuiditas keuangan. Dari pemaparan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sukuk cukup berpengaruh bagi perekonomian saat terjadi pandemi covid19 mengingat investasi sukuk memiliki resiko yang kecil. Hal ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat memahami pentingnya sukuk negara bagi ketermanfaatan bagi pembangunan maupun penanganan virus corona.


Sukuk secara etimologi berasal dari bahasa arab, suku bersal dari kata ‘sakk’ yang artinya sertifikat atau dokumen. Kegiatan transaksi dan laporan yang terjadi dicatat dalam buku disebut dengan sakk. 

Menurut syaria standard No. 17  tentang investmen sukuk, Acounting and Auditing Organizing for Islamic Institution (AAOIFII) mendefinisikan sukuk sebagai surat berharga yang dapat dibuat bukti kepemilikan atas aset berwujud.


Menurut Peraturan Badan Pengawasan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) Nomor IX.A.13  mendefiniskan sukuk ialah efek syariah berupa sertifikat atau sertifikat yang memiliki nilai yang sama dan mewakili bagian yang tidak tetentu (tidak terpisahkan atau tidak terbagi) atas : aset berwujud, nilai manfaat atas aset berwujud dan jasa.


Menurut Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) No. 32/DSN-MUI/IX/2002 surat berharga syariah adalah surat berharga jangka panjang berdasrkan prinsip syariah yang dikelurakan oleh emiten kepada pemegang sukuk rintel yang mewajibkan emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang sukuk.


Menurut Fatwa DSN-MUI No. 69/DSN-MUI /VI/2008 Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara adalah surat berharga negara yang dikelurkan berdasarkan prinsip syariah, yang digunakan sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap asset SBSN baik dalam valuta asing maupun rupiah.
Dalam Fiqih, Sukuk Al-Intifa’ merupakan sukuk berbasis wakaf. Penerbitan sukuk akan berdasar pada asset wakaf yang digunakan. Dimana sukuk sebagai bukti hak milik suatu asset yang tidak dibagikan atas suatu asset atau kepemilikan atas proyek tertentu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN