Keamanan

Contingency Plan untuk WNI yang Kembali dari Suriah

17 Mei 2018   18:50 Diperbarui: 17 Mei 2018   19:18 821 17 10
Contingency Plan untuk WNI yang Kembali dari Suriah
instagramakunketansusu

Indonesia sedang dalam darurat teroris. Entah kenapa tahun ini terjadi beberapa kali insiden yang sangat menyedihkan. Entah apa yang melatarbelakangi kejadian ini.

Beberapa kali terjadi insiden yang terduga teroris. Bom bunuh diri di beberapa tempat bahkan penyerangan beberapa markas kepolisian. Hal ini sudah sangat meresahkan masyarakat.

Banyak isu hoaks yang berdatangan di media sosial terkait isu bom ini. Masyarakatpun menjadi sangat takut akan keluar rumah. Apalagi teror ini selalu dikaitkan dengan orang-orang bercadar, jenggotan dan Islami sekali.

Terutama saat ini menurut Kepala Kepolisian RI Tito Karnavian memperkirakan ada lebih dari 1.100 orang yang berangkat ke Suriah. Dari jumlah tersebut, 500 di antaranya masih berada di sana. Adapun 500 orang lainnya sudah dideportasi kembali ke Indonesia, sementara 103 lain dilaporkan meninggal di sana. Suriah yang selalu dikaitkan dengan kejahatan terorisalias sumber teroris berada.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pemerintah tengah menyiapkan rencana untuk menangani warga Indonesia yang kembali dari Suriah. Sejumlah orang yang kembali dari sana diduga terlibat tindakan terorisme.

Moeldoko menyatakan kebijakan itu akan dibahas dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Saya akan rapatkan dengan Menteri Luar Negeri, Menteri Hukum dan HAM (Hak Asasi Manusia), jajaran kepolisian, serta BIN (Badan Intelijen Negara). Rencananya, pertemuan akan digelar pekan ini.  (tempo.co)

Moeldoko juga berniat membahas payung hukum untuk rencana tersebut, termasuk mekanisme dari kebijakan ini. Salah satunya berkaitan dengan penyebaran data warga negara Indonesia.

Menurut Moeldoko, rencana yang dirancang itu berkaitan dengan pencegahan terorisme. Bagaimana menyiapkan contingency plan menghadapi orang-orang kita yang ada di Suriah yang pulang ke Indonesia.

Diharapkan orang Indonesia yang pulang dari Suriah tidak mencurigakan dan tidak terlibat unsur terorisme. Diharapkan pemerintah Indonesia lebih ketat lagi dalam penjagaan warga negara yang bepergian ke Suriah.

Paham radikalisme yang dianut oleh Suriah diharapkan tidak sampai masuk dan mendoktrin orang-orang Indonesia yang berada disana maupun yang sudah kembali. Demi keamanan Indonesia.

Diharapkan WNI lebih baik untuk tidak bepergian keSuriah karena itu sangat rentan akan dugaan teroris. Sebaiknya menghindari untuk jadi terduga teroris agar Indonesia tetap aman dan tentram.

Lebih baik saling cinta damai dan saling mengasihi sesama Indonesia, seperti Bhinneka Tunggal Ika. Walaupun berbeda-beda namun tetap satu jua. Bersatu dalam melawan terorisme di Indonesia.