Mohon tunggu...
Dea Rizqia P S
Dea Rizqia P S Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Universitas Ahmad Dahlan

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Konvergensi Media

15 April 2021   22:45 Diperbarui: 15 April 2021   23:23 84 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Konvergensi Media
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Konvergensi media merupakan hasil bergabungnya atau menyatunya perantara keluar (outlet) komunikasi massa seperti pada media cetak, televisi, radio, dan internet dengan teknologi portabel dan interaktifnya dari berbagai macam media digital.

Menurut Preston (2001) konvergensi media adalah output dari tiga unsur new media atau yang lebih sering dikenal sebagai 3C yaitu Computing (teknologi informasi), Communication (komunikasi), dan Content (konten media). Konvergensi media mengangkat pada konsep meleburnya layanan-layanan informasi kedalam satu alat informasi dan menciptakan digitalisasi yang tidak dapat dihalangi lagi arus informasinya. Dampak dari konvergensi sendiri menyebabkan perubahan radikal dalam penanganan, penyediaan, distribusi dan pemrosesan seluruh bentuk informasi baik audio, visual, data, dan lain-lain.

Istilah gampangnya adalah, konvergensi media merupakan menyatunya berbagai bentuk old media (media konvensional) dengan new media (media baru) yang berbasis internet dan komputer dan sehingga tercipta suatu media dengan format, struktur, maupun kultur terbaru. 

Beberapa contoh dari konvergensi media adalah smartphone atau telepon pintar (mengkonvergensi internet, kamera, musik, buku digital, dan media lainnya), radio online (mengkonvergensi radio dengan internet), e-book (mengkonvergensi buku dengan teknologi digital/internet), laman web, dan aplikasi.

Konvergensi media mempunyai tiga tipe utama yaitu :

  1. Kovergensi Teknologi
    • Konvergensi teknologi adalah ketika teknologi baru tercipta dari teknologi terdahulu dan sistem operasionalnya tetap sama namun teknologinya lebih maju daripada sebelumnya. Contoh dari konvergensi teknologi adalah ketika orang-orang biasanya mendengarkan musik melalui radio namun untuk sekarang, konvergensi teknologi telah berkembang dan kebanyakan orang lebih memilih mendengarkan lagu melalui telepon masing-masing. Contoh lainnya yaitu tentu saja internet.
  2. Konvergensi Ekonomi
    • Seperti halnya dengan definisi umum dari konvergensi ekonomi yang mengusulkan beberapa negara yang memiliki GDP (Gross Domestik Product) atau PDB (Produk Domestik Bruto) rendah untuk terus berkembang lebih cepat dari negara dengan GDP tinggi, konvergensi media ekonomi mengijinkan perusahaan untuk menargetkan kelompok kepentingan yang lebih besar dengan melalui berbagai jenis media. Contoh dari hal tersebut adalah : 
      1. Dalam konvergensi ekonomi, perusahaan besar menggunakan media konvensional dan media baru untuk membantu mereka dalam memasarkan produk yang mereka ciptakan.
      2. Contoh lainnya yaitu penggabungan beberapa perusahaan entertainment seperti Sony, AOL, dan Time Warner yang sekarang telah mengembangkan beberapa produk yaitu film, TV, buku, games atau permainan, internet, industri musik, dan lain sebagainya.
  3. Konvergensi Budaya
    • Konsep dari konvergensi media terjadi ketika dua atau lebih kebudayaan saling mengadopsi sifat satu sama lain sehingga menjadi sangat mirip. Peningkatan dari kesamaan masing-masing budaya tidak dibatasi oleh kepercayaan dari konsumen suatu produk dan media. Beberapa bentuk utama dari konvergensi media kebudayaan adalah :
      1. Akulturasi : Adalah suatu proses sosial dimana suatu kelompok yang terdiri dari beberapa orang dengan kebudayaan tertentu bertemu dengan kebudayaan lain yang memiliki unsur kebudayaan asing. Kebudayaan asing tersebut akhirnya mulai diterima dan diolah dengan tidak menghilangkan unsur kebudayaan asli kelompok. Contoh : seni bangunan candi yang merupakan akulturasi dari kebudayaan Indonesia dengan India.
      2. Asimilasi : Adalah suatu proses pembauran antara dua kebudayaan yang diikuti dengan hilangnya identitas dari kebudayaan asli sehingga membentuk suatu kebudayaan baru. Contoh : Orang etnis Tionghoa yang bertempat tinggal di Indonesia.

Keuntungan dari konvergensi media adalah sebagai berikut :

  1. Konvergensi media dapat mengubah tata cara komunikasi, pelaporan berita, dan jurnalisme seperti jurnalisme media.
  2. Konvergensi media mengarah terhadap lintas media sebab kebanyakan konten media sekarang dapat diakses melalui perangkat portabel. Contohnya perusahaan berita saat ini tidak lagi menggunakan media cetak dalam penyebarluasan informasi.
  3. Banyak sekali bentuk media baru yang lahir seperti podcast, portal berita, blog, situs web, dan aplikasi pada smartphone.
  4. Konvergensi media menyediakan tempat untuk mengarsip postingan secara online serta menyertakan komentar dan links pada suatu tempat yang disediakan.

Konvergensi media telah terbukti memiliki beberapa manfaat di era digital seperti saat ini yaitu:

  1. Keberadaan berita yang instan serta konten berbasis momen merupakan salah satu keuntungan utama dari konvergensi media antara media konvensional dan media baru.
  2. Pencipta suatu konten tertentu dapat secara khusus menargetkan sekelompok orang atau audien terbaik yang mereka tuju dengan mengunggah suatu konten yang telah disesuaikan.
  3. Dengan adanya konvergensi media, audien juga dapat berpartisipasi dalam penciptaan konten. Seperti saat memosting status pada media sosial hingga mengunggah gambar meme, konvergensi media sangat bermanfaat untuk menyatukan audien dari seluruh dunia.
  4. Konvergensi media dapat memperluas adanya keterbatasan dari media konvensional dengan cara memadukannya dengan media baru sehingga tetap tersedia konten yang instan dan terkini hingga pada tingkat internasional.
  5. Selain itu, dengan adanya konvergensi media yang merupakan konvergensi dari media konvensional dan media baru, proses biaya pemasaran digital menjadi lebih terjangkau sehingga membuat proses tersebut menjadi sangat menguntungkan dan terjangkau.

Sedangkan, kelemahan dari konvergensi media adalah :

  1. Adanya kesulitan dalam memberi tanggapan dari reaksi konsumen karena konten yang telah tersebar ke berbagai media yang terkonvergensi.
  2. Audien merasa terbebani karena banyaknya informasi yang didapatkan tanpa henti.
  3. Beberapa orang berusia lanjut dan memiliki kecacatan dalam tubuhnya merasa kesulitan dalam menggunakan berbagai jenis media.
  4. Daerah yang kesulitan dalam mendapatkan akses internet akan merasa terbebani dalam penggunaan media internet.
  5. Dapat terjadi serangan online saat sedang menggunakan internet.

Sebagai warga milenial, sudah pasti saya sering menggunakan hasil dari konvergensi media yaitu smartphone. Didalam smartphone sudah banyak sekali fitur-fitur yang dapat dan mudah sekali untuk dioperasikan. Bahkan semua orang hampir menggunakannya untuk membantu kegiatan sehari-hari. Didalam smartphone sendiri kita bisa mendapatkan banyak informasi apabila sedang terhubung dengan internet, dan yang pasti kita bisa mendapatkan hiburan jikala bosan.

Namun, terkadang adanya konvergensi media ini memberikan dampak yang buruk bagi sebagian orang. Contohnya adalah kecanduan dalam bermain smartphone. Yang lebih buruknya lagi adalah ketika anak kecil yang harusnya fokus pada pelajaran di sekolah namun malah memilih untuk bermain smartphone karena didalamnya terdapat game online. Dan terkadang kita lupa bahwa kebiasaan buruk anak telah lahir dari tingkah laku di lingkungan sekitar. Maka dari itu kita sebagai orang dewasa harus membiasakan diri untuk tidak bergantung pada salah satu produk konvergensi media seperti smartphone dan kita harus memberikan contoh yang baik terhadap anak kecil dengan tidak terlihat sering menggunakan smartphone saat sedang berada di sekitar mereka. Pada kenyataannya memang sangat sulit untuk menghilangkan ketergantungan dalam menggunakan smartphone, apalagi seperti di waktu pandemi seperti saat ini karena mau tidak mau kita harus lebih menjaga diri di rumah dan memanfaatkan smartphone dan internet agar terus terhubung dengan dunia luar. Namun kita tetap bisa berusaha untuk melepas ketergantungan itu pelan-pelan dan mulai melakukan aktivitas lain seperti berkebun, membaca buku, dan lain-lain.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN