Mohon tunggu...
Dean Ruwayari
Dean Ruwayari Mohon Tunggu... Human Resources - Geopolitics Enthusiast

Belakangan doyan puisi. Tak tahu hari ini, tak tahu esok.

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Setelah Diakuisisi Elon Musk, Twitter Hadapi Masalah Utang?

9 November 2022   00:04 Diperbarui: 20 November 2022   09:35 1048
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi akun Twitter Elon Musk dengan handle @elonmusk. (sumber: via kompas.com) 

Platform berkicau lagi kacau akhir-akhir ini. PHK massal Elon musk tidak berjalan sesuai rencana. Minggu lalu Bos baru Twitter itu memecat hampir 50 persen Tenaga Kerja. 

Beberapa dari mereka dipanggil kembali. Beberapa platform berita ternama lagi hangat-hangatnya melaporkan kekacauan di media sosial berlogo burung biru tersebut.

Majalah Fortune melaporkan kalau diam-diam pejabat Twitter menghubungi beberapa mantan karyawan untuk merekrut mereka kembali. Ada lusinan mantan karyawan yang dihubungi Twitter.

Jadi tiba-tiba Twitter menyadari kalau perusahaan masih butuh karyawannya. Setelah semua pemecatan, kenapa Twitter tiba-tiba memanggil kembali karyawannya? apa yang salah?

Ada beberapa penjelasan. Jadi ada karyawan yang salah diberhentikan karena perusahaan masih sangat membutuhkan tenaga mereka. Sisanya lagi mungkin hanya korban dari strategi pemberhentian yang buruk.

Jadi Musk ingin menambahkan beberapa fitur baru sehingga manajemen menyadari kesalahannya memecat karyawan yang bisa merealisasi keinginan bos.

Pada ajang Baron Funds Conference tanggal 5 November, musk bilang kalau PHK ini perlu dilakukan karena "Twitter sedang mengalami tantangan pendapatan yang cukup serius sebelum pembicaraan akuisisi itu dimulai. Dan perusahaan mana pun yang bergantung pada periklanan mengalami kesulitan. 

Twitter saat ini lebih rentan daripada perusahaan lain terhadap iklan karena sebagian besar pengiklan utama adalah pengiklan merek besar dibandingkan dengan sponsor langsung."

Dalam lanjutannya, Musk menjelaskan bahwa pengiklan tidak yakin tentang rencananya. Sejak minggu lalu, banyak stakeholder utama telah bertemu musk secara pribadi. Dalam kesempatan tersebut Chief Twit belum bisa meyakinkan para pengiklan utama.

Platform berita asal New York, Adweek, melaporkan daftar panjang kekhawatiran para pengiklan pada wajah baru Twitter, namun Musk tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Musk tidak dapat menjelaskan pendekatannya terhadap moderasi konten yang sering dibicarakannya berulang kali.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun