Mohon tunggu...
Dean Ruwayari
Dean Ruwayari Mohon Tunggu... Bukan siapa-siapa.

Penikmat bacaan, musik dan film.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Seperti Binatang Lainnya, Homo Sapiens Membutuhkan Teman

18 Mei 2020   11:55 Diperbarui: 18 Mei 2020   12:05 23 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Seperti Binatang Lainnya, Homo Sapiens Membutuhkan Teman
Ilustrasi (medium.com)

Saya bingung harus memilih kategori apa pada saat posting nanti, "Cerpen" atau "Humaniora"? Mau diabaikan tapi tentu saja tidak bisa. Seberapa kerasnya usahaku menekan tombol "Tayang" untuk memposting tanpa memilih kategori, jendela pop-up selalu mengingatkan: "www.kompasiana.com says"   "Kolom kategori, judul dan konten wajib diisi". 

Jadi, saya berencana pilih salah satu dan mengandalkan editor yang lebih mengerti, masuk kategori apa artikel ini yang penting terposting dulu. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, biasanya kategori akan disesuaikan editor berdasarkan isi artikel, dengan asumsi artikel layak untuk di-highlight.

Tapi kategori adalah masalah nanti, jangan dulu dipikirkan, hanya akan menimbulkan stres yang kadang muncul tanpa direncanakan. Kan, saya sedang membuat tulisan ekspresif untuk menghilangkan stres. Sekarang tarik nafas lalu biarkan emosi dan memori terhubung kembali untuk memproses isi tulisan sampai selesai. Saya optimis.

Stres : gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang disebabkan oleh faktor luar; ketegangan

Sebuah kutipan dari KBBI itu cukup menggambarkan keadaan saya sepekan ke belakang dan saya sangat meragukan bahwa kondisinya sudah berakhir. Saya jarang begitu sadar betapa pentingnya sosial bagi saya sebagai anggota geng Homo sapiens

Menyebalkan menjadi manusia sekarang. Saya lebih suka menjadi jaguar di saat-saat seperti ini. Jadi, saya tidak perlu kewalahan menjaga jarak dengan manusia lain. 

Mereka akan melakukan pekerjaan itu untuk saya, dan menjaga jarak ketika bertemu saya. Tapi toh tidak apa-apa, mereka juga sudah jarang berkeliaran akhir-akhir ini. Saya jadi bisa lebih leluasa menangkap buruan. Dan hore...Covid-19 bukan penyakit jaguar.

Tapi kita manusia bukan jaguar. Kita adalah singa dalam hal berbangga diri, tidak normal jika tidak menjadi raja dalam hutan heterogen spesies. Atau gajah dalam hal berkawanan, menjadi tidak normal ketika dibiarkan sendiri, terutama di saat krisis, cacat, kesehatan buruk, sampai gangguan mental.

Bicara tentang kesehatan buruk dan gangguan mental, saya kenal seorang dokter yang merupakan satu-satunya teman seorang lelaki. Ia melihatnya secara teratur tetapi tidak terlalu sering. Lelaki itu sakit jiwa, takut pada orang-orang, tetapi bahkan ia membutuhkan teman. 

Bahkan petapa membutuhkan satu koneksi ke petapa lain. Pasti saya yang belum masuk kategori sakit jiwa pun membutuhkan teman. Itu penjelasan paling masuk akal kenapa stres saya berubah dari jangkar besi menjadi bulu, ringan dan terangkat tertiup angin sepoi beranda rumah, hanya dengan pembicaraan ringan sore kemarin tentang rencana berkebun hari ini dengan Romeo, sepupuku. Kami bahkan tidak membicarakan metode atau teknik manajemen stres.

Saya sudah mendengarnya berulang kali, kalau pembicaraan ringan mampu menyembuhkan stres. Tapi tidak benar-benar mengerti kenapa bisa terjadi hubungan pembicaraan ringan-stres ini. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN