Mohon tunggu...
Dayu Rifanto
Dayu Rifanto Mohon Tunggu... Dosen - Tinggal di Kota Sorong. Mari berteman dengan saya di IG @DayRifanto

Tinggal di Sorong, Papua Barat. Alumni UAJY dan Undip. Mengelola perpustakaan anak yang terbuka untuk umum bernama @PinjamPustaka di Sorong sejak Januari 2021. Surel dayurifanto@gmail.com | linktr.ee/dayrifanto

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Membaca Nyaring dan Kekaguman Seorang Penyair

2 November 2021   17:46 Diperbarui: 4 November 2021   19:45 136 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Dokumentasi pribadi (Dayu Rifanto)

Membaca Nyaring dan Kekaguman Seorang Penyair.

"Seorang anak yang gemar membaca anak menjadi orang dewasa yang gemar berpikir"

"Menarik sekali membaca cerita e" begitu ucap Pak Guru Gody, seorang penyair sekaligus pengelola sebuah kelompok belajar di Keerom, merefleksikan apa yang ia lihat. 

Kak Farida dari komunitas Read Aloud Manokwari baru saja mencontohkan proses membaca nyaring. 

Pak Guru Godi, baru aja pulang mendapat kesempatan menjadi salah satu peserta yang terlibat dalam Ubud Writers and Reader Festival di Bali, beberapa waktu yang lalu.

Di sana, mereka juga belajar menulis cerita anak. Rasanya, ini yang membuat Pak Guru ikut memperhatikan betul dampak membaca nyaring. Kekaguman itu saya perhatikan betul, ia mencatat dengan khusuk pengamatan yang ia dapatkan. 

Kebetulan saya duduk persis di sebelahnya saat mengikuti sebuah penguatan kapasitas komunitas literasi di Jayapura, yang diselenggarakan oleh Badan Bahasa dan Perbukuan beberapa waktu lalu.

Memang benar, Kak Farida Sinurat, dari komunitas Read A Loud -- Manokwari, membawakan sesinya dengan begitu menyenangkan. 

Dan melalui sesi tersebut, ia berhasil membangun interaksi dengan para peserta, yang diharapkan bisa mendapat gambaran bagaimana sebuah proses membaca nyaring dilakukan.

Membaca nyaring adalah sebuah kegiatan yang begitu sederhana, sekaligus menjadi memberikan fondasi kecintaan anak pada membaca. Kegiatan ini mudah dilakukan, memberikan teladan bagi anak, dan memupuk kesenangan membaca seumur hidup.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan