Mohon tunggu...
David F Silalahi
David F Silalahi Mohon Tunggu... ..seorang pembelajar yang haus ilmu..

..berbagi ide dan gagasan melalui tulisan... yuk nulis yuk.. ..yakinlah minimal ada satu orang yang mendapat manfaat dengan membaca tulisan kita..

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Hapus Garis "Halulistiwa" dengan Pembinaan Ideologi Pancasila

4 Juli 2020   13:55 Diperbarui: 5 Juli 2020   02:22 262 49 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hapus Garis "Halulistiwa" dengan Pembinaan Ideologi Pancasila
Kopral Subagyo dan spanduknya Solo, 11 Mei 2015 (Bram Selo Agung/Tempo)

Dalam pelajaran geografi, Indonesia disebutkan terbentang pada namanya garis Kathulistiwa, yaitu garis imajiner 0°, yang membagi bumi belahan utara dan belahan selatan. 

Indonesia juga ternyata dihinggapi kelucuan-kelucuan dalam kesehariannya. Saking banyaknya kelucuan tak terperikan, saya berpikir, jangan-jangan ada garis imajiner lain yang melintasi, yaitu Garis Halulistiwa. Haha

Ayo, kita lihat secuil kelucuan-kelucuan yang masih hangat.

Presiden Jokowi selalu dinyinyirin

Hanya di Indonesia ini, Presiden dinyinyirin terus. Presiden nya diam-diam dibilang tidak tegas. Presiden bekerja dinyinyirin juga. Presiden marah baru-baru ini pun dinyiyirin. Haha. 

Presiden menarik penguasaan Inalum dari pihak Jepang. Lalu setelah menjadi holding BUMN, Inalum pun menguasai Freeport dan Vale (dulu Inco). Bukan hal mudah, dan ini pun bukan dianggap prestasi. Banyak suara miring dan tetap saja nyinyir.

Bahkan saat Ibunda Presiden wafat di Solo, malah ada yang tega menghina juga. Orang macam apa ini.

Presiden memarahi para pembantunya, para Menterinya juga disoal. Apa sih, memangnya Pemimpin dilarang memarahi anak buah? Memangnya salah misalnya kita memarahi pembantu di rumah karena tidak becus kerja?

Apa lebih memilih pemimpin yang kerjanya senyam senyum, sibuk menata kata, saat ada yang salah, sibuk untuk menyalahkan pendahulu, atau menyalahkan lembaga lain atas ketidakmampuan nya bekerja?

Menteri yang sibuk bekerja malah dicerca

Entah mengapa Menteri yang bekerja dan berupaya keras untuk kepentingan negara selalu dicerca. Malah menteri yang diam-diam, entah kerja atau tidak, sehingga media bingung mau meliput apa dari kinerjanya. Ya malah tidak disorot, atau diminta dipecat. Lucu kan ini.

Misalnya Erick Tohir, bahkan sebelum menjadi Menteri sudah ada yang berani menyuarakan menolak. Pas udah jadi Menteri, suara itu hilang, tidak berani lagi. Pas Presiden marah kemarin, langsung ada tagar ErickOut. Apa-apaan ini? Periuk nasi terusik ya? Haha

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x