David Adam Putra Sianipar
David Adam Putra Sianipar

Hanya seorang Sarjana Hukum biasa yang sedang mencoba belajar untuk menjadi Manusia yang sesungguhnya.

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Pilihan

Pantaskah Selebrasi Buka Baju ala Jonatan Christie?

28 Agustus 2018   23:58 Diperbarui: 25 September 2018   09:53 960 2 2

Selamat atas prestasi Jonatan Christie yang telah menyumbang mendali emas dalam pertandingan Asian Games 2018 cabang bulu tangkis melawan China Taipei 21-18, 20-22, 21-15 (28/8).

Namun, sebagai luapan kegembiraan atas kemenangannya tersebut, pria yang akrab dipanggil Jojo ini pun melakukan selebrasi dengan membuka baju dan memamerkan lekuk tubuh yang ia miliki. Sontak hal ini pun membuat para netizen khususnya kaum perempuan yang seakan terpukau dengan lekukan tubuh Jojo dengan berbagai ekspresi dan tentunya menjadi suatu buah bibir. Kemudian dalam berbagai perbincangan, ada yang menyebut bahwa itu adalah merupakan aksi pornografi, ada juga yang kagum karna keindahan tubuh, dan ada juga yang memandang bahwa itu adalah hal yang biasa dilakukan bagi seorang atlet. Lantas, bagaimana undang-undang melihat hal tersebut?

Pasal 1 angka 1, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi menyebutkan bahwa "Pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat".

Kemudian di pasal 10 Undang-Undang tersebut pun mengatakan bahwa "Setiap orang dilarang mempertontonkan diri atau orang lain dalam pertunjukan atau di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, persenggamaan, atau yang bermuatan pornografi lainnya".

Memang sampai artikel ini ditulis, belum ada teguran dari pihak manapun terkait selebrasi yang dilakukan Jojo. Namun penulis sangat menyayangkan reaksi para netizen yang seakan melecehkan Jojo dengan cuitan-cuitan nyeleneh yang seakan menjadikan tubuh Jojo sebagai suatu objek seksual.

Dalam dunia olahraga, memang tidak dipersoalkan mengenai terbukanya beberapa bagian tubuh dikarenakan beberapa bagian tubuh apabila tertutup maka akan menghalangi gerak dan manuver seorang atlit dalam melakukan aksinya. Achmad Sodiki, salah satu hakim konstitusi pun berpendapat bahwa olahraga bukanlah termasuk ke dalam kategori pornografi. Beliau mengatakan, yang termasuk ke dalam pornografi adalah tayangan gambar, video, film, foto, tulisan, dan ilustrasi.

Chika Noya, seorang aktivis perempuan turut angkat bicara. Tuturnya “Dia (Jojo) atlet. Skillnya dilatih bertahun-tahun. Harusnya skill-nya itu yang dilihat, bukan dia sebagai objek seksualitas. Dia bukan penari telanjang, bukan model yang berolah raga supaya tampak ideal, seperti yang dianggap ideal dalam lingkungan patriarki,”

Aturan mengenai selebrasi kemenangan, pada cabang olahraga bulu tangkis memang tidak diatur secara eksplisit. Namun untuk cabang olahraga tertentu seperti sepak bola misalnya, memang telah diatur oleh FIFA dan dipatuhi secara internasional. FIFA telah melarang dan memberi sanksi bagi para pemain sepak bola yang melakukan selebrasi dengan menutup kepala atau wajah menggunakan baju, membuka baju dan mempertontonkan lekuk tubuh, mendekati bangku penoton apabila dianggap berbahaya bagi pemain atau penonton, dan sebagainya. Namun hal tersebut hanya berlaku bagi para pemain sepak bola. 

Jadi, bagaimana tanggapanmu mengenai selebrasi yang dilakukan Jojo?