Politik

Perhelatan Politik

15 November 2017   00:17 Diperbarui: 15 November 2017   00:19 150 0 0

Tidak di desa apalagi di kota, politik menjadi makhluk paling seksi.

Dari mulai warung kopi,tempat biasa nongkrong,tukang becak,bahkan para nelayan  sudah mulai asyik memperbincangkan perhelatan politik dalam negeri.

Tidak hanya itu, bahkan mereka-mereka dengan hebatnya mulai asyik menelaah suhu politik luar negeri. Hebat memang.

Kalau dipikir-pikir tidak ada yang salah memang. Itukan politik. Komunikasi.

Setiap warga negara, memang wajib mengerti apa itu politik. Apalagi politik dalam negeri, politiknya demokrasi. Dimana,semua warga dengan mudahnya pasti mengerti apa itu politik. Ya,anda menjalin komunkasi itulah politik. Kira-kira begitu tafsiran politik rakyat.

Politik memamg alat yang sangat ampuh untuk melakukan sebuah peribaha . Tanpa kita berpolitik maka hak kewenangan untuk melakukan suatu perubahan sangatlah minim. Jangankan yang tidak berpolitik yang berpolitik saja gerak untuk melakulan perubahannya masih terbatas.

Nah, karena di negeri ini berasaskan demokrasi. Maka,semua warga negara pun dengan mudahnya mengerti politik bahkan dengan nonton berita di tv,membaca kora,dan berita online warga pun pasti mengerti alur dan arah politik pemerintahan. Pun, mudahnya masyarakat belajar politik itu sendiri.

Agama

Belajar agama,tidak semudah belajar politik. Kalau berpolitik salah, paling kita dibully,dicaci. Tapi,kalau belajar agama  memang harus betul-betul dari guru mumpuni bidang agamanuya karena kalau salah maka berdosa.

Ya,minimallah dia lulusan Timur Tengah. Sebab kalau salah guru,mengajar bahkan mengamalkannya pun hasil akan salah.

Itulah sebabnya, kalau berpolitik semua orang bisa tapi kalau beragama tidak semau orang pandai dan faham hukum beragama.

Akan tetapi, politikus yang menghasilkan perubahan yang baik ialah politikus berfondasi ke islaman yang kuat.

Namun halnya,perlu diingat, isu-isu politik jangan selalu dibenturkan dengan agama. Karena politik,aqidahnya bisa berubah-rubah. Sesuai dengan kebutuhan politikus masing-masing.

Sedangkan islam, aqidahnya tidak bisa diubah. Sifatnya sudah menetap, ajarannya  suda diataru oleh Al quran dan Hadis.

Nah,jadi isu-isu politik terlalu murah kalau harus dibenturkan dengan islam. Agama islam itu mulia dan mahal.

Harusnya setiap isu politik yang  membuat gaduh masyarakat,itu harus diredam dengan agama. Karena dengan agama permasalahan politik bakal terselasaikan. Jangan sebaliknya. Apa-apa harus dibenturkan dengan islam sehingga agama cendrung menjadi tumbal kegaduhan politik.

Pada akhirnya, biar aroma islam semerbak islam dimasa Nabi. Maka,kuatkan politik dengan agama sehingga nantinya para politikus dengan mudahnya bakal tobatunnasuha jika hendak berniat ingin korupsi.