Mohon tunggu...
Deni I. Dahlan
Deni I. Dahlan Mohon Tunggu... WNI

Warga Negara Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen: Sang Penunggang Ikan

18 Mei 2021   17:54 Diperbarui: 18 Mei 2021   18:14 112 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cerpen: Sang Penunggang Ikan
Sang penunggang ikan. (Sumber Ilustrasi: Pixabay)

Lereng itu curam. Ada beberapa pohon kecil yang tumbuh di sana. Mereka berbaris dengan acak, mengisi tanah agar tak begitu kesepian. Di samping pohon, tampak si pemuda sedang tidur. Ia memeluk sebuah botol berisi air. Tanpa sengaja, saat ia membenarkan posisi tubuhnya, botol itu terlepas dari dekapannya. Botol itu perlahan menggelinding, lalu jatuh ke dalam sungai kecil.

"Plung!"

Mendengar suara itu, si pemuda terperanjat dan tahu kalau botol itu tercebur.

"Oh, tidak!"

Ia pun segera terjun ke sungai untuk mencari botol itu. Ia berenang kesana -- kemari, namun botol itu tak ditemukannya. Sampai ia melihat sebuah cahaya redup di kejauhan. Ia mendatangi cahaya itu. Semakin lama semakin terang. Saat ia berada di dasar sungai, tampak banyak makhluk sungai berkumpul.

"Ayo!" kata seekor kecebong.

Di belakangnya ada beberapa ikan wader. Mereka bersorak, "Cepat mulai!"

Si pemuda mendekati kerumunan itu. Ia melihat di tengah keramaian, ada empat orang yang menunggangi ikan. Keempat orang itu berbaris di belakang sebuah garis. Rupanya disana ada sebuah pertandingan balap ikan. Seekor kura -- kura memegang bendera di depan. Lalu ia memberi aba -- aba kepada para pembalap.

"3.. 2.. 1..!!!" teriaknya, lalu menyembunyikan tubuhnya ke dalam cangkangnya saat para pembalap itu melesat melewatinya.

Si pemuda melihat balapan itu, dan melihat botolnya ada di tengah lintasan. Ia berenang kesana untuk mengambil botol itu. Namun dari arah berlawanan, seekor ikan melaju dengan kecepatan tinggi. Membuat keduanya bertubrukan dan terpental ke pinggir arena.

"Ah, padahal tinggal sedikit lagi!" gerutu seekor ikan wader.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x