Mohon tunggu...
Deni I. Dahlan
Deni I. Dahlan Mohon Tunggu... WNI

Warga Negara Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Abang Bakso yang Lewat di Depan Pak Cik

5 Agustus 2020   02:18 Diperbarui: 5 Agustus 2020   02:36 8 3 0 Mohon Tunggu...

Dari jauh, tapi tak sejauh Neptunus dengan Pluto
Aku melihat seorang Pak Cik, duduk di pinggir jalan ramai akan lalu lalang
Matanya melirik ke kanan dan ke kiri, ke atas juga ke bawah
Menikmati secuil kue pelangi kehidupan

"Tok tik tok tik tok"
Suara kentongan abang bakso nyaring terdengar
Mengantar Pak Cik pulang ke desa kenangan silam
Saat menjadi abang penjual bakso, di kampung yang lebih kampung

Matahari menjadi teman setianya kala itu
Kadang diganti tetesan hujan, dingin yang membawa berkah
Saat dingin, orang cari hangatnya bakso
Saat ingin, orang cari bakso Pak Cik

Semangkok kuah hangat dan bulatan daging, menjadi urusannya
Segepok rupiah dan sesimpul senyum, mengantar pulangnya
Hidupnya tak berlimpah, dan ia limpahkan hidupnya untuk itu
Sampai waktu menyalipnya

Kini ia tak berdagang bakso lagi
Dirinya sudah terlalu pantas, dan masih banyak lainnya yang menuju pantas
Sekarang Pak Cik berurusan dengan hati, apa saja yang ia lakoni selama ini?
Kemana perginya semangat meraup pundi, dan kenapa semua tak ada yang abadi
Adalah jarum yang kadang menusuk pelipisnya, membuatnya sesak dan agak kelimpungan

Pergilah ke pemakaman, maka keabadian akan sirna
Datanglah ke pusat kota, maka akan selalu menggelora
Pak Cik sudah merasakan semua, tapi rasanya tetap dikenang selamanya

Detak jam yang amat lirih kau teliti
Klakson truk di samping kuping kau abai
Mungkin kupingnya agak tuli
Atau telinganya sudah tak peduli
Karena hatinya terlalu asyik memungut rasa yang tertinggal di desa kenangan silam

Abang bakso tak lagi terlihat
Pak Cik masih menonton yang lewat
Aku juga melihatnya sedang lewat

VIDEO PILIHAN