Mohon tunggu...
Daniel Suharta
Daniel Suharta Mohon Tunggu...

www.daniest.com email : datasolusindo@yahoo.co.id

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Artikel Utama

Mbah Kung Endy : Petouring Petarung yang Rendah Hati

5 Agustus 2015   10:32 Diperbarui: 5 Agustus 2015   17:33 1213 4 2 Mohon Tunggu...

Kebanyakan orang akan menghadapi sebuah situasi yang serba menurun saat usia telah menapaki usia senja dan usia purnatugas atau pensiun, menurun baik dalam aktifitas fisik maupun aktifitas lain sehingga kadang menjadi sebuah hal yang wajar bila dalam keseharian semua kehidupannya menjadi sebuah rutinitas yang hanya membosankan saja, tanpa ada sebuah letupan energi yang bisa menggerakkan semangatnya. Sebuah kehidupan “post activity syndrom” yang memang sebenarnya selalu banyak dikhawatirkan bahkan oleh orang yang baru mau memasuki masa tersebut sehingga kekhawatiran kekhawatiran tersebut justru semakin membuat sebuah akumulasi pemikiran yang menutup sebuah peluang bahwa usia purnatugas atau pensiun adalah sebuah usia atau masa yang menyenangkan karena telah mempunyai sebuah kebebasan untuk berkegiatan atau aktifitas pilihan apapun tanpa harus dibatasi tugas tugas lain saat masih bekerja. Tapi yang mempunyai pemikiran seperti itu tidaklah banyak dan itu adalah sebuah contoh yang saya coba ulas melalui tulisan saya berikut, dimana sosok yang saya ulas berikut ini sangat mempunyai aktifitas yang sangat dinamis, aktifitas melawan kemundururan fisik dan psikis.
Beliau atau sosok tersebut adalah seorang petouring; petouring yang juga petarung, namun petarung yang rendah hati.
Siapakah beliau dan apa aktifitas menarik beliau berikut juga filosofi apa yang dapat kita ambil manfaatnya dibalik aktifitas beliau tersebut, silahkan ikuti wawancara yang langsung saya rangkum dalam bentuk sebuah tulisan berikut ini :

Terlahir di Tulungagung pada tanggal 28 Agustus 1952 atau saat ini sudah berusia 63 tahun dengan nama lengkap Mochammad Masykur Effendy, seorang pensiunan PT. POS INDONESIA (PERSERO) di tahun 2010 adalah seorang yang mempunyai aktifitas olahraga layaknya bukan seorang yang seusia lebih dari setengah abad.
Sosok yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Kung Endy baik di media sosial maupun kegiatan kemasyarakatan kesehariaannya memulai hobi atau kesukaan olahraga bersepeda sebenarnya belum lama yaitu sekitar tahun 2011 atau sekitar 1 tahun paska purnatugas.

Karena saat bekerja alat transportasi keseharian mbah Kung Endy adalah dengan mobil pribadi atau kadang sepeda motor dan barulah setelah pensiun lebih sering menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi, karena disamping untuk menghemat keuangan juga untuk kegiatan/aktifitas olahraga.

Aktifitas bersepeda mbah Kung Endy dengan sepeda selain untuk digunakan sebagai sarana transportasi keseharian juga digunakan untuk kegiatan berbagai macam olahraga sepeda diantaranya yang pernah dilakukan adalah : Road Bike, Mountain Bike/Uphill, dimana uphill ini sampai saat ini masih sering dilakukan dengan tujuan untuk menyemangati kamunitas yang pernah didirikan oleh mbah Kung Endy pada tanggal 22 Oktober 2012 dengan nama BCC ( Basec Cycling Club) yang hingga saat ini anggotanya ada 116 orang. Selain itu juga Bike Adventure (Touring), dwnhill (hanya sekali coba dan jatuh terus kapok, sehingga karena banyaknya kegiatan tersebut di rumah mbah Kung Endy mempunyai tidak kurang dari 5 jenis sepeda termasuk seli (sepeda lipat). Dan diantara semua kegiatan tersebut yang paling disukai mbah Kung Endy adalah Touring (Bike Adventure )

Mbah Kung Endy sering bersepeda sendirian menjelajahi perbukitan/pegunungan, susur pantai disekitar Jogjakarta dengan jarak tempuh rata rata sekitar 100 KM dalam perjalanan sehari. Dalam kesendirian dengan jarak yang cukup jauh tentu memakan waktu yang cukup lama, tapi justru lebih nyaman bila dibanding bersama teman/rombongan karena bisa melakukan apa saja sesuai rencana maupun keinginan spontan dijalan dengan leluasa tanpa terikat dengan yang lain; dan meskipun sendiri itu tidak membuat kesepian karena di sepanjang perjalanan sering bertemu dan bertegur sapa sehingga interaksi tersebut sudah cukup dianggap sebagai teman berbincang, lebih dari itu dalam kesendirian justru bisa hikmat dlam berdialog dengan Yang Maha Pencipta, bisa juga melalui penikmatan alam ciptaanNya

Sebagai seorang yang suka touring adalah wajar bila dalam perjalanan pernah atau bahkan sering menemukan kendala atau tantangan namun menurut mbah Kung Endy beliau belum pernah menemui kendala yang berati baik sepeda maupun kesehatan, selain kedinginan sehingga takut mandi air dingin, namun tantangan yang paling berat bagi mbah Kung Endy adalah melawan kebosanan, masalah cuaca maupun kontur jalan (tanjakan/turunan dll) masih sangat mudah diatasi.

Disamping tantangan, kejutanpun sering ditemui yang nampaknya sangat sederhana tapi penuh kekuatan penyemangat misalnya, Like (gambar Jempol) di medsos maupun komen sekedar satu kata pada saat upload info perjalanan; juga, kadang ada anak anak muda yang menghadang menyapa dan minta foto bersama, kadang ada yang meberi tisu basah, ada juga yang meminta mampir sekedar minum teh; dan pernah juga beberapa kali makan di warung dan tidak mau dibayar dengan alasan sebagai ungkapan rasa simpati dan bangga melihat mbah Kung Endy bersepeda dengan penuh semangat, bahkan pernah ada yang menyewakan wisma untuk menginap, ada juga yang datang semata mata mendoakan agar diberi keselamatan selama perjalanan; dan masih banyak lagi ...

Ah, sebuah pengalaman yang cukup mengesankan ya ...

Mengenai manfaat yang didapat selama melakukan touring banyak sekali diantaranya mbah Kung Endy menjabarkannya secara rinci sebagai berikut :

Fisik : karena semua anggota tubuh bergerak dengan teratur maka metabolisme dalam tubuh menjadi lebih sempurna sehingga hasilnya menjadi sehat.

Psikis : dengan bersepeda mata sering melihat obyek yang berganti, apa saja yang diewati tentu akan menimbulkan kesan dan pesan tertentu yang dapat mempengaruhi jiwa kita sehingga semakin segar serta membuat semangat yang dinamis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN