Mohon tunggu...
Boby Hermawan Arifin
Boby Hermawan Arifin Mohon Tunggu... Ilmuwan - Mahasiswa Magister - Universitas Paramadina

Mahasiswa Magister - Universitas Paramadina

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Agenda Setting dalam Studi Kasus Jiwasraya

19 Januari 2020   18:36 Diperbarui: 19 Januari 2020   18:39 8496
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
dokumentarsi @deddysitorus dari twitter

Kritik dalam teori ini sebenarnya cukup banyak dipublikasikan. Diantaranya adalah bertolak belakang dengan teori limited effect theory yang artinya media memiliki keterbatasan dalam mempengaruhi penontonnya yang memiliki perbedaan intelektualitas, agama, norma, dan nilai-nilai lainnya. Selain itu teori agenda setting juga menjadi lemah jika dibandingkan dengan realitas masyarakat saat ini yang juga memiliki perbedaan minat sehingga mempengaruhi pula pilihan media yang menurut mereka paling sesuai.

Di Indonesia sendiri tergolong Negara dengan tingkat intelektualitas, agama dan kebuayaan yang cukup heterogen. Artinya setiap masyarakat memiliki perbedaan tingkat pendidikan, perbedaan keyakinan, dan perbedaan cara pandang terhadap sebuah kasus. Hal ini tak serta merta dapat membuat teori agenda setting dapat diterapkan oleh media-media di Indonesia. Namun untuk menganalisisnya lebih jauh,berikut ini adalah beberapa analisis yang dapat digunakan dalam teori agenda setting dalam studi kasus Jiwasraya.

Agenda Setting Theory -- McQuail & Windahl

[4]

Ada dua cara untuk mengetahui Agenda Setting, yakni dalam definisi luas dan sempit. Pertama, dalam definisi yang luas Agenda Setting berhubungan dengan tiga agenda yang saling berhubungan dalam teori-teorinya yakni agenda media, agenda publik dan agenda kebijakan pemerintah. Agenda media adalah seperangkat topik atau isu yang dibahas oleh media (televisi, radio, koran, dan lain-lain). Agenda publik adalah seperangkat topik atau isu yang dianggap penting oleh publik.

Sementara agenda kebijakan merupakan topik atau isu-isu yang diyakini oleh para pembuat keputusan (DPR atau mereka yang berpengaruh dalam proses legislasi) sebagai isu yang menonjol. Kedua, Agenda Setting dalam definisi yang sempit adalah proses dimana berita media menuntun publik dalam menetapkan hal-hal penting yang bersifat relatif untuk melihat beragam isu publik. Agenda Setting mempengaruhi publik bukan dengan mengatakan "isu-isu ini penting" secara terang-terangan, namun lebih dengan memberikan ruang dan waktu kepada publik untuk menganggap isu-isu itu penting.

Masing-masing dari tiga agenda dalam definisi luas Agenda Setting merupakan variabel yang terpisah dan dependen, namun saling memiliki hubungan. Meski ada yang mengatakan bahwa agenda media yang mempengaruhi munculnya agenda publik atau sebaliknya, tapi kesimpulan yang muncul setelah penelitian McCombs dan Shaw's menggarisbawahi bahwa agenda media dan agenda publik memiliki hubungan yang lebih

Analisis agenda setting dalam kasus Jiwasaraya

Disini saya mencoba menganalisis kasus Jiwasraya dalam studi komunikasi massa teori agenda setting menurut Maxwell McCombs & Donalds Shaw [5] :  

Analisis Berdasarkan Teori Agenda Setting

1. Media mempengaruhi hal-hal mana yang menonjol dalam agenda publik

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun