Dany Mifta
Dany Mifta Wiraswasta

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Liberty City

13 Juni 2018   18:58 Diperbarui: 13 Juni 2018   18:56 153 0 0

Seorang pria keturunan afrika-amerika yang berusia sekitar 30 tahun bernama carl johanson terlihat sedang sibuk memasukkan kopernya di alat pendeteksi metal yang ada di bandara Francis international airport, itu adalah satu-satunya bandara keberangkatan yang ada di kota liberty. Sembari mengangkat kopernya dengan berbisik mengatakan

"Sudah saatnya kembali pulang setelah tinggal di kota liberty selama lima tahun".

Bergegas carl johanson menuju ke seberang jalan untuk mencari taksi, setelah mendapatkan taksi, lalu masuk dan duduk di samping pengemudi taksi dan mengatakan

"Kota los santos, jalan groove"

Pengemudi taksi mengangguk menandakan telah mengerti tujuan penumpangnya, beberapa saat kemudian Carl menerima sebuah panggilan telepon dari saudaranya yang berada di kota los santos. Sweet johanson namanya. Saudaranya itu mengatakan bahwa ibu mereka sudah meniggal. 

Ketika Carl telah berada kira-kira berjarak satu blok dari rumahnya, taksinya di hentikan oleh sebuah mobil polisi yang di dalamnya ada tiga anggota kepolisian. Orang yang pertama kali keluar dari dalam mobil polisi tersebut berpenampilan garang dan di tangannya memegang pistol. 

Dia bernama Frank Tenpenny, ia sebagai kepala kepolisian, menyusul pria yang kedua berkulit putih bersih namun juga terlihat garang, bernama Eddie Pulasky. 

Dan yang terakhir keluar adalah Jimmy Hernandez, tubuhnya agak sedikit pendek dan berkulit hitam dengan membawa borgol di tangan kirinya. Ketiga anggota kepolisian ini tergabung dalam unit C.R.A.S.H. yaitu suatu badan ysng bekerja di bawah departemen kepolisian daerah Los santos khusus untuk menangani semua yang berhubungan dengan geng geng di wilayah Los santos

Carl keluar dari taksi dengan tanganya berada di atas kepala dan berhadapan dengan tiga anggota kepolisian itu. Opsir Tenpenny menyuruh Carl tiarap di tanah, sementara Eddie dan Jimmy memborgol kedua tangan Carl johanson.