Media Pilihan

Program Acara TV dan Permasalahannya

15 September 2018   07:55 Diperbarui: 15 September 2018   09:20 439 2 0

Bermacam program Acara Televisi indonesia telah berkembang pesat saat ini, itu dapat dilihat dari banyaknya program acara yang muncul dengan berbagai jenis. Ada yang dinamakan dengan infotainment, dimana program Acara ini mengenai selebriti atau orang-orang terkenal di layar kaca seperti aktor, aktris, bintang iklan, komedian, penyanyi, dan lain sebagainya. 

Di Indonesia, kita tentu tidak asing lagi dengan acara infotainment karena sudah banyak program yang khusus menayangkan berita sejenis ini, bahkan sehari bisa beberapa kali tayang. Ada juga Program Berita Televisi, yang khusus menyiarkan berita terbaru dari seluruh dunia dan ditayangkan dengan sesegera mungkin supaya infomasi penting tersebut dapat cepat diketahui masyarakat, lalu ada program acara Talk Show berisi tentang Perbincangan para narasumber dengan pembawa berita mengenai hal-hal yang sedang menjadi topik hangat di masyarakat, ada juga sinetron, Jenis program yang memiliki kepanjangan sinema elektronik ini memang sering kita dapati tayang setiap hari di berbagai televisi, yang memiliki alur ceritanya masing-masing dan biasanya mengangkat kisah dari fenomena yang sedang ramai di masyarakat. 

Selain sinetron buatan dalam negeri, tentu kita juga sering mendapati sinetron dari luar seperti Amerika Latin (yang biasanya disebut telenovela), drama Turki, India, dan lain sebagainya.  FilmBox Office, atau layar lebar yang sebelumnya telah ditayangkan di bioskop dan setelah beberapa waktu akhirnya ditayangkan juga di televisi. Biasanya televisi menjadi media yang paling akhir dalam menayangkan film layar lebar tersebut, setelah ditayangkan perdana di bioskop dan beredar secara komersil dalam bentuk VCD serta DVD di masyarakat luas. Ada juga Game Show, Suatu program yang melibatkan sejumlah orang baik secara individual/ kelompok yang bersaing dalam menjawab pertanyaan untuk mendapatkan hadiah.

Dari beberapa program seperti itu terkadang menimbulkan permasalahan baru di masyarakat, terlepas dari unsur kesengajaan / tidak. karena program acara Tv tersebut melanggar peraturan perundang undangan yang telah di tetapkan oleh lembaga penyiaran. (KPI), adapun pelanggaran yang di maksudkan adalah program acara tersebut memuat konten-konten kekerasan, kata-kata kasar, pornografi, tidak ramah anak, hingga untuk kepentingan kelompok tertentu.

Pada saat itulah KPI selaku pengontrol program acara Tv akan bertindak menurut prosedur yang berlaku. Namun tindakan KPI ini terkadang juga tidak mendapatkan Respon yang baik dari Stasiun tv yang bersangkutan, karena penghentian suatu tayangan mengakibatkan industri kehilangan biaya produksi yang didapat dari iklan. Pemasukan yang mandek itu mengganggu industri televisi. Mengingat Tv swasta dananya juga di ambil dari iklan. 

Ketua KPI pernah menyebutkan penghentian suatu tayangan dalam satu hari saja, diestimasi bisa rugi hingga Rp2 miliar. Secara terperinci, konsep pembiayan yang digunakan adalah dari pengiklanan, pelisensian (cukai), langganan, dan sebagainya. Secara global, sumber pendapatan stasiun TV berkisar antara 45—50% dari pengiklanan, 40—45% dari biaya langganan, dan 10% dari pembiayaan swasta.

Solusi

Dari permasalahan tersebut dapat di terapkan solusi terbaik dengan menggunakan semacam infrastruktur yang mumpuni dan ditunjang teknologi tinggi. Beberapa negara di dunia bahkan sudah otomatis mengunci kata-kata tertentu dengan langsung disensor ketika dikeluarkan saat siaran televisi berlangsung.

Teknologi seperti ini sudah seharusnya dimiliki Indonesia, lantaran pelanggaran yang paling sering dilakukan oleh televisi saat ini adalah ketika siaran langsung biasanya terdapat kata-kata dan tindakan dari artis kadang tak bisa diawasi. pemberian peringatan, teguran dan penghentian juga belum efektif. seharusnya ada pemberian sanksi berupa denda jika terjadi pelanggaran. Peraturan itu sudah diterapkan di Turki. Melalui sistem denda itu, setiap keuntungan yang didapat dari iklan akan dipotong sekian persen untuk negara.

"Misalnya, jumlah keuntungan dari iklan Rp5 miliar, nanti 5 persen atau 6 persen masuk ke APBN negara.

Dan untuk masyarakat sendiri agar tidak terpapar oleh dampak buruk program acara Tv hal yang perlu di lakukan adalah adanya kontrol dari orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dikeluarga. Peran keluarga sangat penting dalam membentuk karakter anak menjadi baik. Hal inilah yang menjadi tanggung jawab setiap orang tua untuk menjaga anak agar selalu dalam didikan yang baik.

 Yang kedua, Membatasi jam menonton televisi, 

berikutnya Pilihlah acara yang benar-benar sesuai dengan kita, Memberikan pengertian pada anak tentang program acara yang di tonton.Dan yang terakhir, Atur jadwal menonton televisi.