Mohon tunggu...
Danu Supriyati
Danu Supriyati Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis lepas

Ibu rumah tangga yang tadinya berprofesi sebagai guru formal. Memilih resign untuk menjadi madrasah bagi anak - anak di rumah dan menekuni dunia literasi.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Larva

1 Oktober 2022   15:55 Diperbarui: 1 Oktober 2022   16:00 42 6 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Larva // Danu Supriyati


Dua sobat
Terkadang akur
Tak jarang juga berseteru
Satu sisi benci
Sisi yang lain mencari

Satu paket
Sering jahil
Sering usil
Saling berempati
Saling bertoleransi

Ada rezeki
Masih berebut
Tidak ada kata mengalah
Tidak ada istilah menyerah
Walau akhirnya berbagi juga

Sekawanan perusuh datang
Dihalau bersama
Tempat adalah tahta
Makanan adalah nyawa
Musuh harus binasa

Ada kalanya menyebalkan
Ada waktunya menggemaskan
Menuai tawa karena tingkah jenaka

Benarkah larva senyata itu?
Memiliki jiwa dan rasa
Mempunyai pikir dan akal

Apakah larva sekedar boneka?
Dikemas dalam bentuk gambar bergulir
Berperan sesuai titah sutradara

Tontonan bocah tidak asal dibuat
Asa syarat makna didalamnya
Itulah sebab orang tua harus mendampinginya

Hidup penuh liku
Seperti peran larva di layar kaca
Manusia pun dibekali cipta, rasa dan karsa
Tridaya untuk mempertahankan hidupnya

Kebumen, 18 Juli 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan