Mohon tunggu...
Danu Supriyati
Danu Supriyati Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis lepas

Ibu rumah tangga yang tadinya berprofesi sebagai guru formal. Memilih resign untuk menjadi madrasah bagi anak - anak di rumah dan menekuni dunia literasi.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Boarding School sebagai Alternatif Pendidikan Anak

8 September 2022   20:44 Diperbarui: 8 September 2022   21:04 166 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Boarding school (sekolah berasrama) tumbuh menjamur dalam wajah pendidikan Indonesia. Sekolah model asrama seperti ini tengah menjadi alternatif di samping pesantren. Penulis akan memaparkan boarding school dari sudut pandang pribadi secara optimal.

Apakah perbedaan boarding school dan pesantren?

Boarding school menyediakan fasilitas belajar sekaligus tempat tinggal untuk para siswanya. Pendidikan formal ditempuh sama seperti sekolah formal pada umumnya. Aktivitas pendukung lainnya dibatasi oleh ruang dan waktu sesuai aturan boarding school yang bersangkutan. Usia dan syarat akademik untuk masuk ke sistem boarding school pun ditentukan ketika seleksi awal.

Pesantren sama-sama menyediakan fasilitas tempat tinggal untuk para santrinya. Hanya saja pendidikan agamis lebih ditekankan di pesantren. Waktu pembelajaran pun (kadang) tidak terbatas apalagi yang menyangkut ibadah atau kegiatan keagamaan dan pembentukan karakter akhlak para santrinya. Pesantren pun ada yang menyediakan fasilitas pendidikan formal (terpadu) dan ada yang hanya khusus pendidikan non formal keagamaan.

Alasan orang tua memilih boarding school antara lain :

  • Memberikan pendidikan maksimal untuk anak-anaknya. Meski pendidikan umum (tanpa boarding) pun juga sama baiknya.
  • Dari segi kesibukan orang tua yang kedua-duanya bekerja tentu menjadi pilihan alternatif agar pemantauan terhadap tumbuh kembang anak dapat terorganisir dengan baik. Dalam hal ini guru atau pengurus asrama ikut andil dalam hal tanggung jawab terhadap para siswanya.
  • Untuk membatasi penggunaan handphone (hp) dan gadget yang berlebihan yang dapat merusak mental anak-anaknya.
  • Untuk membatasi pergaulan bebas yang sangat merisaukan dan mengancam masa depan.
  • Membentuk karakter anak yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab dan berjiwa sosial.

Kelebihan boarding school :

  • Manajemen waktu dan jadwal pembelajaran lebih tertata.
  • Waktu senggang diisi dengan kegiatan asrama yang menarik dan menyenangkan
  • Siswa tidak dibebani dengan tugas-tugas berat. Sekedar piket atau bersih-bersih kamar pribadi atau toilet itu adalah hal wajar.
  • Banyak kegiatan yang memupuk kerja sama sehingga komunikasi terjalin lancar dan akrab.
  • Dari segi logistik dan kesehatan tentu lebih terpantau.

Kelemahan boarding school :

  • Kegiatan yang monoton, ruang gerak dan hiburan terbatas akan memicu kejenuhan.
  • Dari segi biaya tentu lebih mahal dibanding sekolah umum tanpa asrama.
  • Terkadang masih timbul kesenjangan sosial apalagi selepas kunjungan orang tua. Bekal yang diberikan dan aneka rupa buah tangan yang berbeda dapat menimbulkan perasaan kurang nyaman antar siswa.

Tips memilih boarding school yang dapat digunakan sebagai pertimbangan orang tua antara lain:

  • Selektif ketika visit awal ke berbagai boarding school. Orang tua dapat mencari sumber informasi secara dari masyarakat sekitar, internet ataupun berkunjung langsung. 
  • Memantau antusiasme warga dilihat dari jumlah siswa.
  • Melihat bangunan fisik sekolah, kelengkapan fasilitas.
  • Jaminan hak sepenuhnya terhadap siswa dari pihak sekolah.
  • Mengkalkulasi biaya sebanding atau tidaknya dengan fasilitas dan hak siswa.
  • Jaminan keamanan dan kenyamanan.
  • Akses ke fasilitas publik mudah dijangkau.
  • Yang paling utama adalah kesiapan sang anak ketika harus berpisah dengan orang tua. Secara fisik dan mental harus diperhatikan masak-masak. Jangan sampai menjadi boomerang. Harus ada kesepakatan antara anak dan orang tua sebelum memutuskan ke boarding school.

Sekarang ini sedang viral adanya kasus penganiayaan bahkan hingga menelan korban nyawa. Sebagai orang tua yang anaknya sedang di asrama atau nyantri tentu ikut panik dan was-was. Masyarakat pun jadi berpikir dua kali kelak jika ingin menyekolahkan anak ke boarding school.

Agar kepercayaan masyarakat terhadap hukum dapat kembali sebaiknya pemerintah bersama aparat bekerja sama untuk :

  • Mengusut tuntas awal mula terjadinya penganiayaan, pelecehan dan tindakan kriminal yang menghilangkan nyawa seseorang.
  • Memberi sangsi tegas secara sosial maupun yuridis bagi pelaku, pendukung atau pelindung yang bersangkutan.
  • Menekankan kejujuran tentang kronologi kejadian sehingga tidak menodai kredibilitas almamater tempat terjadinya tindak kriminal.
  • Memberi dukungan dan jaminan hukum terhadap keluarga korban.

Kejadian memalukan tersebut telah mencoreng wajah pendidikan negara kita. Sedikit banyak menggiring opini publik ke sisi negatif terhadap boarding school.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan