Film Pilihan

"John Wick: Chapter 3 - Parabellum", Sekuel Aksi Keanu Reeves dan Hadirnya Dua Aktor Indonesia

15 Mei 2019   10:47 Diperbarui: 15 Mei 2019   13:10 223 1 0
"John Wick: Chapter 3 - Parabellum", Sekuel Aksi Keanu Reeves dan Hadirnya Dua Aktor Indonesia
dokpri

Pada Selasa, 14 Mei 2019, saya beruntung mendapat undangan screening dan press conference Film "John Wick: Chapter 3 - Parabellum" di Plaza Indonesia XXI, sebuah film bergenre action thriller produksi Lionsgate karya sutradara Chad Stahelski dan penulis Derek Kolstad, Shay Hatten, Chris Collins, Marc Abrams ini melanjutkan kisah film kedua, John Wick: Chapter 2 (2017), seri ketiga akan bercerita tentang John Wick yang kini dalam pelarian setelah melakukan hal terlarang. Dengan imbalan 14 juta dolar AS bagi siapa saja yang bisa membunuhnya, John menjadi target utama bagi para pemburu bayaran di seluruh dunia.

Ada sejumlah bagian yang menggetarkan dalam "John Wick: Chapter 3 - Parabellum" dengan banyak adegan penuh aksi yang menegangkan  - ketika sepertinya para pembuat film ini bermaksud ingin menciptakan sebuah karya yang lebih inspiratif, penuh gaya dan visi - yang datang dari tokoh kita, pembunuh bayaran John Wick (Keanu Reeves), berada di Perpustakaan Umum New York untuk menemukan buku yang sangat spesifik ketika dia terganggu oleh salah satu dari sekitar 11 juta orang yang akan berusaha membunuhnya selama dua jam ke depan waktu film. Akhirnya John membunuhnya dengan memanfaatkan buku yang dipegangnya sebagai senjata. Bagian itu hebat, tetapi momen berbeda datang berikutnya ketika dia kembali dan mengganti buku di rak tempat dia menemukannya. 

Detail ini berfungsi bukan karena itu lucu, tetapi karena sangat cocok dengan karakternya sehingga hampir aneh jika dia tidak melakukannya. 

Dalam film John Wick yang pertama, diperkenalkan pada sosok John Wick. Dimana pada suatu malam, John dihampiri oleh sekelompok orang bersenjata yang membuatnya babak belur. Ternyata, mereka adalah tiga pemuda yang bertemu dengan John di pom bensin. Mereka lalu mencuri mobil John dan membunuh anak anjingnya. 

John Wick pun marah dan langsung melacak keberadaan mereka bertiga. Dari situlah diketahui bahwa John Wick adalah orang yang sangat berbahaya jika kehidupannya diusik. 

Ia adalah mantan pembunuh bayaran terbaik yang pernah dimiliki oleh sindikat milik ayah dari pemuda yang membunuh anjingnya. Akhirnya, ia pun berniat untuk mengejar para pemuda itu sekaligus menghabisi kelompok mafia Rusia yang pernah menaungi John itu. 

Beragam adegan laga yang melibatkan senjata api ditampilkan secara intens dalam film ini. Bahkan jika kita membandingkannya dengan judul-judul film action lain yang pernah dimainkan Keanu Reeves, John Wick terbilang paling realistis dalam menyajikan berbagai adegan seru tanpa adanya hal-hal berbau fiksi.

Pada film John Wick: Chapter 2 melanjutkan perjalanan sosok John Wick di film prekuelnya. Ketika di seri pertama John Wick merasa perlu membalas dendamnya kepada gangster Rusia, di sekuelnya dia terpaksa berhadapan dengan mafia Italia. 

Di sini, John diminta oleh mafia bernama Santino D'Antonio (Ricardo Scamarcio) untuk menjalankan misi pembunuhan. Padahal, John sudah menyatakan diri pensiun dari pekerjaannya. Dilakukan secara terpaksa, misi itu ternyata membuatnya terjebak pada konspirasi yang membuatnya diincar banyak musuh.

Melanjutkan langsung dari film John Wick: Chapter 2, mantan pembunuh bayaran ini harus diburu oleh seluruh dunia karena kepalanya dihargai dengan nilai yang sangat besar. Jika kedua film sebelumnya, John Wick harus memburu para pembunuh bayaran, kini ia sendirilah yang harus lari dari kejaran para pembunuh bayaran. Hal ini menyebabkan dia ditunjuk sebagai "excommunication" oleh High Table - semua hak-hak istimewanya dilucuti dan kontrak terbuka dikeluarkan dengan imbalan mulai dari $ 14 juta - meskipun rekannya Winston (Ian McShane) memberinya waktu satu jam, sebagian karena persahabatan dan sebagian tampaknya untuk kesenangannya sendiri.

Dari awal film, kita sudah disuguhkan sebuah adegan aksi yang sangat menegangkan tanpa henti seperti di film The Raid - yang disutradarai oleh Gareth Evans dan dibintangi oleh Iko Uwais - adegan long take lumayan banyak dilakukan di setiap adegan action tersebut, bahkan hampir setiap action sequences yang ada memiliki long take-nya masing-masing. 

Tidak hanya itu saja, setiap adegan aksi dibuat tidak membosankan karena koreografinya memanfaatkan segala properti yang ada di sana, tidak hanya melalui baku tembak saja. 

Setiap negara asal para pembunuh bayaran yang memburu John Wick juga memperlihatkan ciri khas gaya bertarung mereka. Tidak hanya menceritakan John Wick yang diburu para pembunuh bayaran saja, film ini juga sedikit mengulik beberapa cerita masa lalu John Wick seperti di mana dulu ia dibesarkan dan hubungannya dengan Sofia.

Memang, ini tidak aneh kedengarannya karena sepertinya semua orang di Wickiverse adalah seorang pembunuh bayaran. Rencananya John Wick menuju ke Casablanca, Maroko dengan harapan melacak pemimpin rahasia High Table untuk membuat tawaran pribadi guna menebus pelanggaran beratnya. 

Meskipun tidak ada seorang pun di organisasi yang seharusnya menawarkan bantuan kepada John Wick, ia memang menerima bantuan dari beberapa orang dari masa lalunya, mentornya yang dulu, The Director (Anjelica Huston) dan Sofia (Halle Berry), seorang pembunuh yang sekarang mengelola hotel The Continental Cabang Maroko dan berutang pada John Wick untuk bantuan masa lalunya. Ketika ia pergi untuk mencari kepala High Table dan melawan semua pendatang, anggota lain dari organisasi, yang hanya dikenal sebagai The Adjudicator (Asia Kate Dillon) tiba di New York untuk membereskan segala sesuatunya dan menghukum Winston dan Bowery King (Laurence Fishburne) karena berani membantu John Wick. 

Untuk membantu melaksanakan ini, mereka meminta bantuan Zero (Mark Dacascos), seorang koki sushi dengan sekelompok petarung mematikan yang tak ada habisnya, yang semuanya tampak pada kemungkinan melawan John Wick yang legendaris.

Tidak lupa bahwa ada dua aktor Indonesia yakni Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman, turut berperan penting di film ini. Lebih lagi, perannya sangat spesial dibanding para pembunuh bayaran lainnya. Penampilan mereka berdua sudah menjadi show stealer pada film ini, terutama bagi penggemar film Indonesia. Keanu Reeves menyebut kedua sosok tersebut, "luar biasa". 

Dalam film laga ini, karakter John Wick berhadapan "dua lawan satu" melawan Cecep dan Yayan yang menggunakan sejumlah jurus silat. Dua bintang silat Indonesia ini menggunakan senjata tradisional karambit, tak seperti lawan lainnya yang lebih banyak menggunakan senjata api.

Pada saat press conference, aktor Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman mengungkap awal mula bisa bergabung dalam film Hollywood, John Wick: Chapter 3 - Parabellum, rupanya, mereka terpilih tanpa melalui proses casting. "Ini jawaban general saja, kita tahu bahwa selain saya dan Kang Cecep, ada yang lebih dulu main film internasional, yaitu Iko Uwais dan Joe Taslim" kata Yayan Ruhian dalam jumpa pers di Plaza Indonesia XXI, Selasa, 14 Mei 2019, malam. "Yang saya tahu, bahwa dari empat orang ini tidak pernah terlibat sebuah film melalui jalur casting. Jadi selalu langsung diminta oleh director. Termasuk kami" sambungnya lagi. Bahkan semenjak memulai debutnya di kancah internasional, Yayan Ruhian memastikan tidak pernah mengikuti proses casting lebih dulu. "Itulah yang saya alami mulai dari Star Wars, kemudian Yakuza Appocalypse. Dan saya yakin film Hollywood, Iko lainnya tidak casting tapi diminta langsung begitu juga keterlibatan kami di John Wick ini, Alhamdulilah kami tidak casting" tutur Yayan Ruhian. Dia menilai pihak produksi mengaku tertarik dengan aktingnya yang menghadirkan pencak silat dalam film The Raid. "Iya mereka melihat portofolio film-film kami sebelumnya, salah satunya apa yang kami persembahkan dalam The Raid" ucap Yayan Ruhian. Seperti diketahui Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman berkesempatan beradu akting secara langsung bersama Keanu Reeves di film John Wick: Chapter 3 - Parabellum. Bahkan ketiganya bahkan berada dalam satu scene yang sama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2