Mohon tunggu...
Danthy Margareth
Danthy Margareth Mohon Tunggu... Biasa-Biasa Saja

Dunia dalam Tulisan

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Madame Bovary

25 September 2020   14:46 Diperbarui: 25 September 2020   14:48 49 8 1 Mohon Tunggu...

Lautan kunang-kunang berkilau di jantung Mediterania. Rembulan menepikan dirinya dari keramaian manusia. Di antara hingar bingar gemerlapnya dunia, Madame Bovary bertualang cinta.

Cava sangria, asap rokok, dan pertunjukan lampu panggung megah. Gaun mini perak menyala membungkus tubuh gitar spanyol yang indah. Tangan kokoh mengembara di setiap lekuknya. Bibir tebal dan janggut tipis menggelitik daun telinga, mengecup tengkuk sewangi jeruk bergamot yang tumbuh di Calabria.

Madame Bovary menggeliat dalam euforia. Jutaan bintang di langit Ibiza bermain mata. Jantungnya berdegup secepat hentakan bas dari musik yang dimainkan di atas meja.

Disimpannya cincin emas putih di dalam tas tangan mungil, bersama sebuah foto gadis manis kecil. Dikuburkan jati diri ibu muda. Malam ini ia adalah Cinderella, penguasa lantai dansa bersama pangeran muda.

Malam berlalu. Rembulan yang jenuh menyaksikan manusia berpesta, sirna dari angkasa. Mentari menggantikannya dengan bersahaja.

Sepasang kelopak mata dikelilingi rumput hitam lentik terbuka. Senyum seindah tepal dandelion merekah di bibir merah tua. Tangan kokoh menyelimuti perutnya yang putih bak salju abadi di Siberia. Pikirannya terus melayang-layang pada malam yang menggelora.

Pakaian-pakaian berserakan di lantai terakota. Tirai putih menari-nari mengikuti tepukan angin dari jendela yang terbuka. Wangi laut tercium ke dalam kamar mewah. Suara debur ombak di tepi pantai menyapa.

Sepasang kaki porselen berjalan menuju balkon berpagar kaca. Pipinya bertabur percikan emas arunika. Pemandangan surga dunia merentang di hadapannya. Inilah mimpi yang menjadi nyata. Kisah cinta bergairah penuh romansa, bagaikan Cinderella di dalam legenda.

Sejenak ingatannya mengembara, kepada sosok membosankan yang mengikatnya dengan janji di gereja. Dengannya ia menghabiskan seratus purnama, namun hatinya tetap saja terasa hampa. Sosok yang setia, namun tak dapat membawa sepatu kaca yang tertinggal di tangga istana, seperti pangeran di dalam kisah legenda.

Madame Bovary melambungkan asa. Pangeran di tempat tidur adalah cinta sejati yang didamba. Pelukis kehidupan seindah nirwana,  sesempurna imajinasi yang merentang di cakrawala. Sedikit lagi ia akan terbang ke sana, bersama selamanya hidup bahagia. Bak Cinderella di dalam kisah legenda.

Ditepisnya bisikan-bisikan mendakwa. Dibunuhnya logika yang bertarung dengan rasa. Diusirnya senyum gadis kecil penabuh genderang syaraf-syaraf di otaknya. Dihempasnya pasangan hidup yang membuatnya mati rasa. Tak boleh ada yang menghalangi Cinderella memiliki sepatu kaca.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x