Analisis

Ormas GNPF dan Para Sekutunya Tegas Dukung Koalisi 4 Parpol

11 Juli 2018   14:07 Diperbarui: 11 Juli 2018   14:12 556 0 0

Peta politik sekarang makin jelas. Dengan dinamika terbaru, kita bisa membedakan dan menunjuk hidung kelompok yang kerap memainkan isu agama dalam politik.

Hal itu setelah Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama, Alumni 212, FPI, FUI, serta perwakilan ulama lainnya, minta agar empat partai politik bersatu dalam satu visi dalam menghadapi pemilihan presiden (pilpres) 2019 mendatang.

Keempat parpol dimaksud, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Bulan Bintang (PBB). Keinginan ulama ini disampaikan dalam pertemuan di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Senin (9/7).

Kelompok ulama yang dimaksud di atas merupakan gerombolan yang selama ini kerap mempolitisasi agama, yakni menjadikan agama sebagai komoditas politik demi kepentingan politiknya.

Kemudian, dukungannya kepada sejumlah parpol di atas juga semakin mempertegas relasi diantara mereka. Bahwa aksi demo-demo berjilid yang digalang oleh para ulama tersebut pada dasarnya adalah kepentingan politik mereka yang berkumpul di pihak oposisi.

Organ seperti GNPF, PA 212, FPI dan FUI selama ini mengaku sebagai kumpulan ulama namun kerjanya fokus menhasut umat Islam supaya gaduh dan mengikuti kemauan politiknya saja. Saat ini umat Islam hanya dijadikan alat oleh para 'elit agama' tersebut.

Bila mereka benar-benar ulama seharusnya tindakannya tidak seperti selama ini yang kerap menghasut dan memfitnah pihak-pihak yang tidak segolongan politik dengannya. Sebaliknya, mereka seyoginya mengajarkan kebaikan, kedamaian, dan kebenaran di masyarakat.

Berikutnya, pernyataan GNPF dan sekelompok ulama itu yang menyebut mereka satu visi dengan PKS telah tegas menunjukkan bila mereka mendukung dan satu golongan dengan parpol tersebut.

Padahal, sebagaimana yang kita tahu, PKS sendiri memiliki kesamaan akar pemahaman dengan HTI yang ingin mewujudkan negara Islam di Indonesia. Dengan begitu, sebenarnya ada satu garis merah pemikiran antara GNPF, FPI dan PA 212 dengan PKS serta HTI. Mereka sama-sama ingin mendirikan Negara Islam di Republik Indonesia.

Untuk itu, kita harus hati-hati saat ini. Jangan sampai mau diprovokasi oleh 4 parpol serta ormas bekingan mereka seperti GNPF, PA 212, FPI dan FUI. Tandai mereka dan hindari ajakan mereka untuk menggunakan agama sebagai komoditas politik.

Pihak oposisi, baik partai maupun ormas-ormasnya dari dulu bisa kita tandai itu-itu saja. Namun mereka terua menyebarkan provokasi, propaganda negatif, bahkan fitnah kepada pemerintahan yang sah di Republik Indonesia. Parahnya mereka sering menggunakan sentimen agama untuk meraih simpati publik dan menyudutkan pemerintah.

Itulah yang bisa membahayakan persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia. Karena akibat dari provokasinya, konsekuensi jauhnya adalah masyarakat bisa terpolarisasi dan mengalami segregasi yang parah. Untuk itu, kita harus hindari bahaya laten tersebut.