Mohon tunggu...
Dani Ramdani
Dani Ramdani Mohon Tunggu... Lainnya - Ordinary people

Homo sapiens. Nulis yang receh-receh. Surel : daniramdani126@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Daya Magis Thomas Tuchel yang Berhasil Capai Dua Laga Final dalam Setengah Musim

8 Mei 2021   17:49 Diperbarui: 9 Mei 2021   03:48 225
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pelatih Chelsea Thomas Tuchel (kanan) bersama N'Golo Kante (kiri). Via Goal Media Indonesia 

Sentuhan tangan magis Thomas Tuchel di Chelsea membuat tim asal kota London tersebut bermain membaik selepas ditinggal Frank Lampard. Lampard bukan orang sembarangan di Chelsea, bisa dibilang Lampard merupakan legenda bagi Chelsea.

Tentunya dengan diangkatnya Lampard menjadi pelatih, dihadapkan bisa membawa kembali Chelsea pada romantisme kejayaan Lampard saat menjadi pemain.

Diangkatnya Lampard sebagai pelatih The Blues tentunya merupakan pencapaian pribadi. Tidak semua pemain hebat langsung menjadi pelatih kepala di klub yang dia bela. 

Biasanya seorang pemain yang mengawali karier sebagai pelatih, tim yang dilatih bukan merupakan tim besar. Mengingat jam terbang yang kurang dan risiko yang besar. 

Hal ini sudah kita lihat di Juventus yang dinahkodai oleh Adrea Pirlo. Gelar juara Serie-A yang hampir satu dekade jatuh ke tangan Juventus kini berhasil diambil alih oleh Inter Milan. 

Hal yang serupa juga dialami oleh Lampard. Chelsea di tangan Lampard bermain kurang meyakinkan, apalagi lini pertahanan Chlelsea begitu rapuh. Akhirnya Chelsea terlempar dari papan atas. 

Bahkan terlempar dari zona lolos Liga Champions. Melihat performa Chelsea yang merosot membuat bos Chelsea Roman Abramovich mengambil langkah radikal yaitu memecat Lampard. 

Chelsea di awal musim memang harus menanggung beban berat terutama setelah hengkangnya salah satu pemain bintang mereka, yaitu Eden Hazard.

Di tengah bobroknya penampilan Chelsea datanglah seorang musafir dari Paris, ia adalah Thomas Tuchel yang harus dipecat dari PSG karena masalah internal klub. 

Sang musafir yang turun dari gunung tersebut kemudian membangun kembali Chelsea yang ditinggalkan Lampard. Tuchel seperti membangun sebuah bangunan, yang harus dilakukan pertama adalah memperkuat pondasi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun